News Update :

Wanita Pertama Kalbar ke Kutub Utara Siap Jadi Senator


Erma S. Ranik salah satu aktivis pemberdayaan ketika mengambil formulir pendaftaran calon anggota DPD Kalbar di KPU (1/7). FOTO Budi Rahman/Borneo Tribune.

by Budi Rahman

Erma Suryani Ranik, wanita muda yang selama ini dikenal sebagai aktivis yang gigih membela hak-hak masyarakat adat dan kaum marjinal siap merubah haluan politiknya. Sebagai aktivis yang tahu persis kesulitan dan perjuangan masyarakat kecil ia ingin mengkongkritkan menjadi sesuatu yang lebih nyata.
Selasa, (1/7) wanita Kalbar yang pertama kali menginjakkan kaki di Greenland, kutub paling utara bumi ini terlihat berbincang ringan dengan rekan-rekannya di KPU Kalbar. Pagi kemarin Ia bersama sejumlah rekannya berencana mengambil formulir pendaftaran calon anggota DPD Kalbar pada Pemilu 2009. Dengan ramah Erma tidak menolak untuk berbincang mengenai motivasinya menjadi senator dari Kalimantan Barat.
”Sebenarnya peran DPD bisa maksimal. Peran DPD berdasarkan undang-undang itu banyak. Di provinsi lain seperti kita lihat Bali, Sulawesi Selatan, dan DKI kita lihat peran mereka cukup maksimal,” kata wanita berkacamata ini menyebut nama-nama anggota DPD salah satu motivasinya.
Sejak tahun 1999 Erma mengaku sudah menerjuni dunia pemberdayaan. Masuk kampung ke luar kampung adalah aktivitas yang ia geluti selama sembilan tahun terakhir. Dari hasil kunjungannya ini Erma melihat kesejahteraan masyarakat di kampung masih terpinggirkan. Kebijakan pemerintah belum menyentuh hajat hidup orang kampung. Sementara peran dan kiprah wakil rakyat Kalbar di pusat juga tidak kunjung kelihatan secara signifikan.
”Ini masanya orang muda tampil. Banyak kawan-kawan yang memberi dukungan. Kalau nda sekarang kapan lagi?” kata wanita kelahiran tahun 1975 ini menyebut alasannya.
Keputusan untuk menjadi senator bagi Erma bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Proses ini telah berlalu selama satu tahun. Ia telah melihat dan memikirkan dengan jelas apa yang harus ia perjuangakan kelak sebagai wakil rakyat di daerah. Persoalan kemiskinan dan keterbelakangan menurut Erma adalah perkara kunci yang harus cepat dicari jalan keluarnya.
”Saya pernah ditanya orang Batang Lupar, Kapuas Hulu. Bu apa sih kerja anggota DPD kita? Momen itu yang membuat saya terlecut,” kata Erma mengenang kisah dalam salah satu perjalanannya.
Soal peluang dan dukungan untuknya, Erma menyebut saat ini ia telah mengantongi 2.400 KTP orang-orang yang mendukunganya. Ini baru di Kota Pontianak, kata alumni Fakultas Hukum Untan ini. Modal untuk maju sebagai senator di Senayan kelak juga telah dimiliki oleh Erma. Pengalamannya bergelut dengan orang-orang kampung di akar rumput dalam sejumlah isu, baik sosial maupun lingkungan telah membuat wanita cerdas ini optimistis.
Pengalamannya terjun dan terlibat di berbagai organisasi dan gerakan pemberdayaan membuat Erma yakin akan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai senator kelak. Tak hanya berkutat di lembaga pemperdayaan lokal. Jam terbang aktivis yang juga jurnalis ini telah melanglang buana. Lembaga dunia pun sudah mengakui reputasinya. Ia tercatat sebagai salah satu anggota jaringan pemimpin muda Asia oleh UNDP yang berkantor di Bangkok, Thailand.
”Saya orang Dayak pertama yang berkunjung ke Greendland, Kutub Utara bukan sebagai turis,” kata putri seorang polisi ini.
Sebagai aktivis yang banyak bersentuhan dengan masyarakat, Erma menyadari politik etnis di Kalbar masih cukup kental. Sudah menjadi rahasia bersama tentang polarisasi etnik dalam setiap pengisian jabatan politis di daerah agar tercipta harmonisasi. Namun sebagai salah satu calon yang kenyang pendidikan politik Erma mengaku tak ingin sekat-sekat politik ini terus dipelihara. Baginya, tugas sebagai anggota DPD adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan warga Kalbar yang masih miskin.
”Bukan soal mengamankan Dayak, bukan pula Melayu atau Madura. Ini bukan soal mengamankan etnis tapi bagaimana kita sebagai anggota DPD bisa mengamankan anggaran untuk Kalbar. Seandainya terpilih nanti saya akan perjuangkan DAU dan DAK buat Kalbar,” tegas Erma.
Erma mengatakan bilamana terpilih kelak ia akan segera melakukan langkah dan terobosan yang selama ini kurang diperhatikan oleh empat anggota DPD Kalbar. Pertama soal kesejahteraan warga di perbatasan. Erma melihat kesejahteraan warga negara di kawasan beranda negeri masih memprihatinkan. Sebagai anak negeri Erma prihatin kondisi ini harus terjadi di sini dan hari gini.
”Pertama ke depan saya akan buat Erma S Ranik Center di sini kalau saya terpilih untuk menjembatani tali komunikasi antara warga Kalbar dan saya. Selain itu masalah perbatasan juga akan menjadi fokus perhatian saya,” kata fasilitator dan pembicara di dalam dan luar negeri ini.
Setelah cukup lama berbincang Erma yang datang terlalu awal kemarin kemudian mendatangi petugas yang menyediakan formulir di kantor KPU Kalbar. Erma pun mencatatkan diri sebagai orang ke-28 yang juga berminat menjadi senator dari Kalbar, mengambil formulir. Jalan panjang masih harus dilalui untuk menjadikan dirinya sebagai wanita Dayak pertama ke kutub utara yang jadi senator. (publish in Borneo Tribune edisi cetak, 2 Juli 2008)


Share this Article on :

4 comments:

Fatih said...

nice blog. oya kalo bisa tlg link afsyuhud.blogspot diganti ke fatihsyuhud.com. trims ya. :)

SURIYADI said...

hallo salam kenal buat seluruh anggota komunitas borneo...kapan nih gue diajak menjadi member...gue pengen...tolong link gue ya

aku kan orang Martapura + Kandangan + Banjarmasin.............

blog gue : http://suriyadi.blogspot.com

Hendrawan said...

wah.. hebat ya si Kakak

Hermanus said...

sipp lah

Post a Comment

 
© Copyright Borneo Blogger Community 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.