Indahnya Pasar Rakyat Melbourne
Queen Victoria Market sebenarnya pasar rakyat. Namun, situasinya begitu kontras dengan pasar rakyat di Indonesia termasuk di Kota Pontianak seperti pasar Flamboyan, pasar Mawar ataupun pasar lain di Kota Khatulistiwa.
Dengan pengelolaan yang baik dan ramah lingkungan, Queen Victoria Market terlihat rapi dan bersih. Tak ada bau amis saat berjalan di lapak daging atau tak ada lantai becek saat menelusuri lapak sayur-mayur.
Para turis biasanya juga menyempatkan diri mampir di pasar ini. Mereka mengabadikan kesibukan di pasar yang buka pada Selasa dan Kamis pada pukul 06.00-02.00, serta Jumat pukul 06.00-17.00. Pasar ini juga buka pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu.
James Richards, seorang pedagang di pasar tersebut mengatakan mereka menjaga komitmen untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik. "Sedapat mungkin kami menghindari penggunaan kantong plastik. Upaya ini bisa berhasil jika pembeli juga punya niat yang sama," kata dia.
Tak hanya menggunakan kantong ramah lingkungan, pengelola pasar juga mengolah sampah organik, sisa lemak dan tulang, jeroan ikan dikumpulkan dan diproses untuk pupuk. Bekas minyak goreng pun diolah menjadi biodiesel.
Pada April 2003, Queen Victoria Market, memasang 1.328 keping panel surya yang mencakup sepertiga atap pasar. Pada saat itu, proyek ini merupakan yang terbesar di perkotaan di belahan bumi selatan. Sistem ini bisa menghasilkan 252.000 kilowatt listrik setiap tahun, sehingga setara untuk memenuhi kebutuhan listrik 46 rumah dalam setahun.
Pengelola juga menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Air tersebut diolah dan selanjutnya digunakan untuk menyiram toilet umum di Queen Street.
Proyek ini mengurangi konsumsi air minum pasar sekitar 25 persen dan menghemat sekitar enam kolam renang olimpiade air setiap tahun.
Sejarah pasar ini cukup panjang, menurut berbagai literature Queen Victoria Market dibangun sejak 1878. Pengelola juga menyarankan sekolah mengajak anak didiknya berbelanja di pasar tersebut.
Sehingga siswa mendapatkan pengalaman positif dari kunjungan tersebut. Para pengunjung siswa yang diorganisir diberikan diskon khusus. (Stefanus Akim)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment