<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581</id><updated>2012-02-25T07:18:00.796+07:00</updated><category term='BBC'/><category term='Profil'/><category term='Tajuk Rencana'/><category term='Seminar'/><category term='Border'/><category term='TIPS'/><category term='kampung'/><category term='Info'/><category term='Kabar'/><category term='Air'/><category term='Man of The Years 2008'/><category term='Nasional'/><category term='NGO'/><category term='West Kalimantan'/><category term='West Borneo'/><category term='Tanah'/><category term='Indonesia'/><category term='Lomba'/><category term='Pontianak'/><category term='Pengumuman'/><category term='Politik'/><category term='Travel'/><category term='CPNS'/><category term='Banjir'/><category term='Borneo'/><category term='Internasional'/><category term='Miss Kalbar'/><category term='News'/><title type='text'>Borneo Blogger Community</title><subtitle type='html'>Blogger Serantau Palace</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-2586268601539917230</id><published>2012-02-13T10:09:00.000+07:00</published><updated>2012-02-13T10:09:07.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Border'/><title type='text'>Batas Negara; Ujung Sebuah Negeri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-uZ20fG3YaeE/Tzh-uSNvmmI/AAAAAAAAAK8/gaYFMYSOQYw/s1600/perbatasan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-uZ20fG3YaeE/Tzh-uSNvmmI/AAAAAAAAAK8/gaYFMYSOQYw/s1600/perbatasan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jika boleh mengurut, ada tiga tempat yang menjadi favorit bagi orang ketika berkunjung ke tanah Borneo Barat. Tiga tempat itu berada pada kabupaten/kota yang berbeda juga. Satu, Pontianak. Kedua, Singkawang, dan ketiga itu Entikong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hanya tiga tempat itu? Pontianak, sebagai ibu kota provinsi, tentu saja menjadi lalu lintas yang utama. Tetamu yang berkunjung dari luar Pontianak akan singgah di kota ini. Walau hanya sejenak untuk sekadar meluruskan pinggang karena lelah berpergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah kota perdagangan dan jasa, Pontianak mau tidak mau harus siap menerima arus mobilitas massa yang frekwensinya terus meningkat. Karena itu, infrastruktur penunjang harus juga siap. Inilah yang menjadi tugas pemerintah. Apapun alasannya, infrastruktur penunjang sebagai sebuah kota perdagangan dan jasa haruslah sudah siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berkunjung ke Pontianak. Sebagian orang akan melanjutkan perjalanannya. Ada dua tempat yang kerap menjadi tujuan: Singkawang dan Entikong. Singkawang yang disebut juga kota amoy, selalu menjadi tempat pelesiran yang menarik. Dari Pontianak, Singkawang bisa ditempuh menggunakan mobil atau sepeda motor. Waktu tempuh dari Pontianak sekitar tiga jam dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada momen tertentu, kunjungan ke Singkawang meningkat signifikan. Di antaranya, saat perayaan Imlek, Cap Go Meh, sembahyang kubur, bahkan peringatan-peringatan hari besar lainnya. Namun tingkat kunjungan tertinggi biasanya terjadi saat warga Tionghoa merayakan hari-hari kebesarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi kedua yang kerap dikunjungi jika seseorang sudah berada di Pontianak, yakni Entikong. Lho, kok bisa? Yah, Entikong boleh dicatat sebagai lokasi yang paling banyak dikunjungi orang. Bahkan, Badan Pusat Statistik menempatkan Entikong sebagai salah satu indikator mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat. Kendati faktualnya, tidak semua orang yang masuk dan keluar lewat Entikong dengan tujuan berwisata. Ada juga sebagian yang masuk untuk berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kebiasaan pejabat dari pusat negara yang berkunjung ke Kalbar. Begitu, tiba sekalian mengunjungi Entikong kemudian menyeberang ke Jiran. Namun kunjungan yang berkode resmi itu tidak juga bisa mengubah wajah batas negara. Padahal kedatangan temuai dari pusat negara menyerap aspirasi masyarakat perbatasan untuk sebuah kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pameo dalam masyarakat perbatasan: jika saja buku tamu dikumpulkan selama bertahun-tahun, maka isinya sudah tidak muat untuk tandatangan oleh tetamu itu. Bahkan, ada seloroh yang menyebutkan, “hanya malaikat saja yang belum datang ke perbatasan ini. Tetapi wajah perbatasan tetap saja seperti ini.” (&lt;a href="http://www.pedagi.com/"&gt;&lt;b&gt;Budi Miank&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-2586268601539917230?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/2586268601539917230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/02/batas-negara-ujung-sebuah-negeri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2586268601539917230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2586268601539917230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/02/batas-negara-ujung-sebuah-negeri.html' title='Batas Negara; Ujung Sebuah Negeri'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-uZ20fG3YaeE/Tzh-uSNvmmI/AAAAAAAAAK8/gaYFMYSOQYw/s72-c/perbatasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-5406476029687855204</id><published>2012-01-26T03:42:00.001+07:00</published><updated>2012-01-26T03:42:31.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung'/><title type='text'>Masih Rindu Kampung Halaman</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WTB2RbEVvsI/TyBpJBnXfZI/AAAAAAAAAK0/fyv-6xZqQak/s1600/endi-pulkam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-WTB2RbEVvsI/TyBpJBnXfZI/AAAAAAAAAK0/fyv-6xZqQak/s1600/endi-pulkam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;HIDUP di belantara gedung-gedung bertingkat, bukanlah lagi hal yang aneh. Setidaknya jika yang dijadikan pembanding berupa kehidupan masyarakat pedalaman nun di masa lalu, pada masa-masa awal kemerdekaan, dengan masa kini yang merupakan buah era reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begitu banyak putra-putri pedalaman yang akhirnya bisa merasakan pendidikan sebagaimana layaknya masyarakat perkotaan. Dan cukup banyak pula dari mereka yang karena perjuangan dan usahanya, berhasil mengubah kehidupan dari orang kampung menjadi orang kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya berpikiran lain. Mengapa setiap saat selalu terasa rindu pada kampung halaman? Rindu pada kerimbunan hutan, kucuran air alam yang tak kunjung putus, tiupan angin segar, juga kicauan burung yang terbang lepas di sela-sela kanopi pepohonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah gedung pencakar langit metropolitan sudah tidak menarik lagi? Sepatu mengkilap dan pakaian rapi? Bekerja di kantor, bertemu orang-orang modern, yang jauh dari kesan “kotor-becek” karena pekerjaan di hutan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri pun sulit menjawabnya. Sebab, keinginan &lt;i&gt;back to nature&lt;/i&gt; bukan perkara sepele. Akan banyak orang yang membelalakkan mata keheranan: mengapa setelah susah payah menempuh pendidikan di kota, mencoba bekerja di beberapa perusahaan modern, eeeh kok malah memilih pulang kampung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah pulang kampung itu simbol kegagalan? Atau menyiratkan “kemunduran” alias anti kemapanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah terserahlah! Rupa-rupanya, tak terlalu baik juga jika terlalu memperdulikan gunjingan orang lain. Rinduku pada alam dan hutan di kampung, mungkin pengobat segala masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah sikut-menyikut di dunia perkotaan, persoalan intrik-intrik internal di kantor, atau sekadar emosi yang sering memuncak setiap saat. Pulang kampung, maka siaplah melarat, tanpa akses internet, tanpa meeting bisnis, tanpa derap modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelang pertengahan Juli 2011 lalu, aku berkesempatan pulang kampung di pedalaman Kalimantan Barat. Lumayan, aku bisa sedikit mengobati kerinduan akan hutan, alam, halaman atau pekarangan belakang yang penuh pohon buah-buahan, juga suasana kehidupan di kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasakan kembali ritme kehidupan yang unik. Belum tengah malam, suasana kampung sudah begitu sepi dan gelap. Bandingkan dengan derap kehidupan perkotaan yang seakan tidak pernah tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gelap di perkampungan membuat tidur menjadi nyenyak, beralas tikar pandan dan lantai papan. Segar dan sejuk yang mendamaikan. Dan pagi-pagi sekali, kokok ayam yang merdu terdengar di belakang rumah, membangunkan kami dari lelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air sungai kecil di belakang rumah masih sangat jernih, masih cukup terpelihara dan belum&amp;nbsp; tercemar oleh aktivitas liar penambangan emas tanpa izin di daerah perhuluan. Bambu masih lebat dan di sela-selanya masih tumbuh subuh rebung sebagai bahan sayuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pakis-pakis segar siap dipetik, dan jika beruntung, ikan-ikan sungai masih bisa tertangkap oleh pancing, pukat, atau bubu (perangkap ikan yang terbuat dari bambu). Tapi, memang semuanya sudah tidak alami lagi, karena kampungku sudah sebegitu tercemar oleh arus modernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang serakah melakukan penambangan emas liar di perhuluan sungai besar, sehingga airnya kini menjadi keruh. Tak hanya keruh, tapi kuat dugaan cairan mercury atau air raksa limbah tambang ikut mencemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit bersyukur, karena sungai kecil di belakang rumah masih relatif terjaga dan jernih airnya. Dan sejumlah hutan kecil masih bisa kukunjungi, untuk menikmati kerindangan pepohonan yang sanggup membuat suasana siang terasa bagai sore, saking rindangnya kanopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kampungku sudah tidak sepenuhnya tradisional lagi, namun ciri-ciri “pedalaman” masih senantiasa terasa. Ada kesan yang menyapa, ada kerinduan yang sedikit terobati. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.pujangga78.blogspot.com/2011/07/masih-rindu-kampung-halaman.html"&gt;Pujangga Endi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-5406476029687855204?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/5406476029687855204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/01/masih-rindu-kampung-halaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5406476029687855204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5406476029687855204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/01/masih-rindu-kampung-halaman.html' title='Masih Rindu Kampung Halaman'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WTB2RbEVvsI/TyBpJBnXfZI/AAAAAAAAAK0/fyv-6xZqQak/s72-c/endi-pulkam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-7858425689184929000</id><published>2012-01-17T14:25:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T14:25:10.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><title type='text'>Saatnya Orang Perbatasan Bicara Perbatasan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kPwONtyHefU/TxUiJIKrmeI/AAAAAAAAAKU/_fVacWRmE0c/s1600/BBMovement1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-kPwONtyHefU/TxUiJIKrmeI/AAAAAAAAAKU/_fVacWRmE0c/s1600/BBMovement1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kami, Borneo Blogger Community &amp;amp; Mata Enggang bekerjasama dengan Ford Foundation dan Cipta Media membuka kesempatan bagi anda bergabung bersama Program Beasiswa Blogger Perbatasan. Syaratnya:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. Warga negara Republik Indonesia, berasal dari daerah perbatasan di Kalbar&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Berusia minimal 17 tahun atau sudah pernah menikah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Tidak berstatus PNS&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Dapat mengoperasikan komputer dan hand phone (lebih disukai yang memiliki komputer/laptop&amp;nbsp; sendiri dan memiliki ketertarikan terhadap dunia tulis-menulis)&lt;/span&gt;&lt;br style="color: blue;" /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk &amp;amp; Jenis Beasiswa&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paket peningkatan kapasitas blogger perbatasan (Pelatihan jurnalime warga berupa pelatihan menulis, memotret, dan video; pelatihan membuat dan mengoperasikan blog, tweeter dan facebook)&amp;nbsp; gratis selama 5 bulan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #b45f06;" /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paket fasilitas pendukung program (fasilitas modem dan pulsa internet gratis selama 5 bulan) &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #b45f06;" /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada akhir program, akan diberikan penghargaan berupa uang+piagam kepada 3 orang blogger perbatasan yang selama mengikuti program ini menghasilkan karya (tulisan, photo atau video) terbaik. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #b45f06;" /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seluruh karya-karya terbaik&amp;nbsp; dari peserta akan diterbitkan dalam bentuk buku (cetak) &amp;amp; ebook yang bisa diakses di internet. &lt;/span&gt;&lt;br style="color: #b45f06;" /&gt;&lt;br /&gt;Segera kirim biodata anda ke alamat email: &lt;b&gt;borderblogger@mail.com&lt;/b&gt;, atau diantar langsung ke&amp;nbsp; Sekretariat Border Blogger Movement (BBM), Komp. Villa Ria Indah Blok G-11, Tanjung Hulu Pontianak Timur, Kalimantan Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak: 085386222521 (Bosio ) dan 08125725290 (Aris Munandar). Kami tunggu hingga &lt;b&gt;25 Januari 2012.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-7858425689184929000?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/7858425689184929000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/01/saatnya-orang-perbatasan-bicara.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7858425689184929000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7858425689184929000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/01/saatnya-orang-perbatasan-bicara.html' title='Saatnya Orang Perbatasan Bicara Perbatasan'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kPwONtyHefU/TxUiJIKrmeI/AAAAAAAAAKU/_fVacWRmE0c/s72-c/BBMovement1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-7459882110012407840</id><published>2012-01-17T14:08:00.001+07:00</published><updated>2012-01-17T14:10:22.016+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='West Borneo'/><title type='text'>Penyu Enggan Mampir lagi di Sambas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bz7HX0KY-iE/TxUeNvssmUI/AAAAAAAAAKM/K0pp5aaK8P0/s1600/Penyu_sambas.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-bz7HX0KY-iE/TxUeNvssmUI/AAAAAAAAAKM/K0pp5aaK8P0/s1600/Penyu_sambas.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;MALAM sepi yang menyelimuti Pantai Tanjung Sungaibelacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), membuat kawasan itu seperti tidak berpenghuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Laut Natuna dengan gelombang gemuruh yang tak kunjung putus menyusup di tengah remang cahaya bulan. Bertambah kencang hempasan, bertambah jelas pula sosok seekor penyu hijau yang merayap ke bibir pantai. Ia menyeret tubuh tambunnya dan terseok-terseok menuju pinggiran sejauh 50 meter dari pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di lokasi tujuan, satwa yang dilindungi ini mulai menggali pasir dan memulai ritual malamnya. Bertelur. Satu malam, ada sekitar 50 penyu betina mendarat di pantai tersebut. Setiap induk biasanya mengeluarkan 114 butir sekali bertelur. “Mei-Juli merupakan puncak musim penyu bertelur,” jelas staf pemantau habitat penyu WWF Indonesia Kalbar Dwi Suprapti, dua pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama periode tersebut, penyu-penyu itu mampu bertelur 7-8 kali dengan interval waktu setiap dua minggu sekali. Selanjutnya 3-5 tahun kemudian mereka akan kembali untuk melakukan siklus peneluran yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam berlalu, namun peneluran belum berakhir. Sejurus kemudian, beberapa personel WWF dan aparat keamanan dengan sigap menggali kembali sarang untuk memindahkan telur penyu ke lokasi yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus bergerak cepat dan tepat karena berkejaran waktu dengan para pencuri telur yang mengintai dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harapan hidup penyu di alam bebas sangat rendah, yakni satu berbanding 1.000 tetasan. Ancaman terbesarnya berasal dari hewan predator, faktor lingkungan, dan aktivitas perburuan oleh manusia,” kata Dwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjung Sungaibelacan merupakan salah satu wilayah pantai di Kecamatan Paloh yang menjadi habitat alam penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricate) di Kalbar.&lt;br /&gt;Pantai di sepanjang kecamatan itu landai dan berombak relatif tenang. Kondisi tersebut menjadikannya surga bagi perkembangbiakan satwa langka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kian hari keberadaan penyu laut semakin tergusur dan terancam karena kerakusan manusia. Dari sekitar 63 km panjang garis pantai di Paloh, hanya sekitar 5,9 km yang kini masih banyak dijumpai penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dahulu kalau sekadar 20-30 sarang (telur) penyu pasti ada. Tapi sejak 5-6 tahun terakhir untuk mendapatkan satu sarang pun susah,” kata Sekretaris Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Asman.&lt;br /&gt;Perburuan telur yang semakin marak dalam satu dasawarsa terakhir menjadi penyebab utama berkurangnya populasi penyu di sepanjang Pantai Paloh. Sebab, untuk mendapatkan telur-telur itu para pemburu tidak segan-segan membantai induk penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelusuran di Desa Temajuk, didapati satu induk penyu berusia sekitar 30 tahun yang mati mengenaskan akibat pembantaian. Perbuatan sadis itu diduga kuat bukan baru sekali terjadi, tetapi telah berlangsung bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka (pemburu) tidak sabar menunggu telur keluar, mereka lantas membunuh dan membedah induk penyu untuk mendapatkan telurnya,” kata Kepala Desa Temajuk Mulyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur-telur penyu dari Paloh itu dijual dan diselundupkan ke Distrik Sematan, Malaysia, melalui pintu perbatasan di Temajuk-Telok Melano yang hanya berjarak 3 km atau sekitar 30 menit perjalanan darat menggunakan sepeda motor dari Desa Temajuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyelundup bisa leluasa membawa dagangan mereka karena minimnya penjagaan. Di pintu perlintasan tradisional itu hanya terdapat satu pos polisi Malaysia, sedangkan di sisi Indonesia tidak ada penjagaan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal hubungan kekerabatan dan saling mengenal satu sama lain, warga kedua wilayah yang berbeda negara itu bebas keluar-masuk melalui pintu perlintasan tersebut setiap hari. Tidak terkecuali para penyelundup telur penyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemeriksaan ketat hanya diberlakukan jika membawa barang-barang dari Malaysia, tapi kalau memasukkan barang dari wilayah kita, tidak terlalu ketat,” ujar Asman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perburuan dan penyelundupan telur penyu di Paloh berlangsung secara sistematis dan terorganisasi karena dilakukan sebuah sindikat yang melibatkan aparat balai konservasi dan sumber daya alam (BKSDA) setempat, seorang petugas pengawas yang seharusnya menjaga dan melindungi habitat penyu dari kepunahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pencurian dan penjualan telur penyu di sini dilakukan orang-orangnya Latief. Mereka itu bukannya mengawasi dan menyelamatkan penyu, melainkan justru menjarah telur-telurnya. Penangkaran yang mereka buat juga hanya kamuflase karena telurnya banyak yang dijual,” ungkap Trino Junaidi, 34, warga Desa Sebubus, Kecamatan Paloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertuduh Latief tidak menampik tudingan mantan pemburu telur penyu itu. Ia beralasan penjualan telur tersebut untuk menggaji lima relawan yang direkrutnya sebagai petugas pengawas.&lt;br /&gt;“Sebagian telur memang ada yang dijual guna membayar gaji mereka, Rp300 untuk setiap butir telur yang akan ditangkarkan,” kata petugas honorer BKSDA tersebut. (&lt;a href="http://oknum4freedom.blogspot.com/2010/06/penyu-enggan-mampir-lagi-di-sambas.html"&gt;Aries Munandar&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-7459882110012407840?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/7459882110012407840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/01/penyu-enggan-mampir-lagi-di-sambas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7459882110012407840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7459882110012407840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2012/01/penyu-enggan-mampir-lagi-di-sambas.html' title='Penyu Enggan Mampir lagi di Sambas'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bz7HX0KY-iE/TxUeNvssmUI/AAAAAAAAAKM/K0pp5aaK8P0/s72-c/Penyu_sambas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-5596268510440656460</id><published>2011-12-05T13:43:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T13:43:40.236+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><title type='text'>Indahnya Pasar Rakyat Melbourne</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-O9_-Z-Ig4pQ/Ttxno5CLLOI/AAAAAAAAAIs/wD2HUm0GVks/s1600/akim-Australia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-O9_-Z-Ig4pQ/Ttxno5CLLOI/AAAAAAAAAIs/wD2HUm0GVks/s1600/akim-Australia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Queen Victoria Market sebenarnya pasar rakyat. Namun, situasinya begitu kontras dengan pasar rakyat di Indonesia termasuk di Kota Pontianak seperti pasar Flamboyan, pasar Mawar ataupun pasar lain di Kota Khatulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengelolaan yang baik dan ramah lingkungan, Queen Victoria Market terlihat rapi dan bersih. Tak ada bau amis saat berjalan di lapak daging atau tak ada lantai becek saat menelusuri lapak sayur-mayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para turis biasanya juga menyempatkan diri mampir di pasar ini. Mereka mengabadikan kesibukan di pasar yang buka pada Selasa dan Kamis pada pukul 06.00-02.00, serta Jumat pukul 06.00-17.00. Pasar ini juga buka pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James Richards, seorang pedagang di pasar tersebut mengatakan mereka menjaga komitmen untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik. "Sedapat mungkin kami menghindari penggunaan kantong plastik. Upaya ini bisa berhasil jika pembeli juga punya niat yang sama," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya menggunakan kantong ramah lingkungan, pengelola pasar juga mengolah sampah organik, sisa lemak dan tulang, jeroan ikan dikumpulkan dan diproses untuk pupuk. Bekas minyak goreng pun diolah menjadi biodiesel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada April 2003, Queen Victoria Market, memasang 1.328 keping panel surya yang mencakup sepertiga atap pasar. Pada saat itu, proyek ini merupakan yang terbesar di perkotaan di belahan bumi selatan. Sistem ini bisa menghasilkan 252.000 kilowatt listrik setiap tahun, sehingga setara untuk memenuhi kebutuhan listrik 46 rumah dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola juga menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Air tersebut diolah dan selanjutnya digunakan untuk menyiram toilet umum di Queen Street.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini mengurangi konsumsi air minum pasar sekitar 25 persen dan menghemat sekitar enam kolam renang olimpiade air setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pasar ini cukup panjang, menurut berbagai literature Queen Victoria Market dibangun sejak 1878. Pengelola juga menyarankan sekolah mengajak anak didiknya berbelanja di pasar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga siswa mendapatkan pengalaman positif dari kunjungan tersebut. Para pengunjung siswa yang diorganisir diberikan diskon khusus. (&lt;a href="http://stefanusakim.blogspot.com/"&gt;Stefanus Akim&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-5596268510440656460?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/5596268510440656460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/12/indahnya-pasar-rakyat-melbourne.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5596268510440656460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5596268510440656460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/12/indahnya-pasar-rakyat-melbourne.html' title='Indahnya Pasar Rakyat Melbourne'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-O9_-Z-Ig4pQ/Ttxno5CLLOI/AAAAAAAAAIs/wD2HUm0GVks/s72-c/akim-Australia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-240154072617201420</id><published>2011-12-02T23:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-02T23:23:48.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Sehari menjelang Royal Wedding</title><content type='html'>Inggris tersulap kemegahan Royal Wedding 2011. Pasangan Catherine Elizabeth Middleton dan William Arthur Philip Louis akan mengakhiri masa lajangnya esok hari. London pun menjadi pusat perhatian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-68AjH8OCzC8/Ttj4DdbBL_I/AAAAAAAAAHk/Q8jEKXq4rcs/s1600/royal-wedding.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-68AjH8OCzC8/Ttj4DdbBL_I/AAAAAAAAAHk/Q8jEKXq4rcs/s1600/royal-wedding.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sehari menjelang pernikahan akbar abad 21 ini, hampir setiap sudut kota London terlihat lebih ramai dari hari biasanya. Ratusan turis dari dalam maupun luar UK berdatangan sejak tiga hari sebelum pernikahan dilaksanakan. Mereka berharap dapat menjadi saksi hidup pernikahan salah satu garis keturunan bangsawan paling elit Inggris saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Westminter Abbey, tempat dimana pasangan ini akan dinobatkan menjadi suami istri telah dipadati manusia sejak H-2. Tenda – tenda mungil telah didirikan di sekitar gereja khusus acara keluarga kerajaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu penonton the Royal Wedding terlihat antusias meski harus berhadapan dengan cuaca dingin kota London. Suhu yang sejak beberapa hari lalu mendadak turun tidak menghalangi keinginan warga untuk menyaksikan salah satu sejarah terbesar abad ini, pernikahan terbesar selama 30 tahun belakangan. Sebagian dari mereka bahkan datang dari bagian benua lain, seperti Kanada dan California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengantisipasi membludaknya jumlah pengunjung pada tanggal 29 April esok, pemerintah kota London telah mempersiapkan penjagaan ketat. Pasukan berkuda dan sejumlah petugas keamanan telah ditempatkan di lokasi – lokasi keramaian. Beberapa lokasi dan jalur transportasi mulai ditutup sejak H-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas- fasilitas umum tidak luput dari perhatian pemerintah. Toilet umum di sekitar spot keramaian telah dipersiapkan dengan cermat, terutama bagi para pengunjung yang menginap di tenda – tenda. Sedangkan transportasi publik masih akan beroperasi pada hari H, hanya saja beberapa jalur akan dialihkan melalui jalur alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyiapkan lokasi sepanjang jalur Istana Buckingham – Westminter Abbey, beberapa layar lebar juga telah disiapkan untuk menyiarkan secara langsung acara sakral tersebut, diantaranya ditempatkan di Hyde Park dan Trafalgar Square. Diperkirakan 2 miliar pasang mata akan menyaksikan pernikahan terbesar keluarga kerajaan selama 30 tahun terakhir ini. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://pipiew.wordpress.com/"&gt;(Pipiew)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-240154072617201420?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/240154072617201420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/12/sehari-menjelang-royal-wedding.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/240154072617201420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/240154072617201420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/12/sehari-menjelang-royal-wedding.html' title='Sehari menjelang Royal Wedding'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-68AjH8OCzC8/Ttj4DdbBL_I/AAAAAAAAAHk/Q8jEKXq4rcs/s72-c/royal-wedding.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3647356538973942353</id><published>2011-11-29T01:57:00.000+07:00</published><updated>2011-11-29T01:57:43.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pontianak, (Bukan) Kota Kuntilanak!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fSrGPr6qUbU/TtPZfvTW7EI/AAAAAAAAAHA/PPiv2-zRapg/s1600/trend-pontianak.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-fSrGPr6qUbU/TtPZfvTW7EI/AAAAAAAAAHA/PPiv2-zRapg/s1600/trend-pontianak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bila anda masih memercayai Google sebagai tempat mengadu paling ampuh, anda pasti mengamini judul tulisan ini. Hampir lima tahun lalu, saya dan beberapa teman blogger geleng-geleng kepala. Kami kaget melihat hasil pencarian tentang "Pontianak" di Google. Untuk kata kunci Pontianak, yang menempati halaman pertama hampir tak mengalami pergeseran dari dulu hingga kini. Isinya, tak jauh-jauh dari hantu (baca: Kuntilanak). Bagi kaskuser, pertamax adalah kebanggaan. Bagi online marketer, &lt;i&gt;page one&lt;/i&gt; di Google berarti uang. Namun bagi Pontianak, halaman pertama Google adalah sebuah ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergiat memperbanyak posting yang positif tentang Pontianak, saya berharap akan tergesernya konten “beraroma kamboja” dari halaman pertama Google. Karena bagi Google, &lt;b&gt;content is king&lt;/b&gt;. Tulisan ini menjadi salah satu ikhtiarnya. Nah, berikut nyala unik Pontianak yang dapat mengukir kesan di hati. Syukurlah bila ada niat berwisata atau malah, balek kampong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARKOP atawa Warung Kopi. Sangat mudah menemukannya di Pontianak. Terutama sepanjang jalan Gajahmada dan Tanjungpura. Kawasan ini merupakan surga kuliner. Bila ke Pontianak, sempatkan anda mengitari jalan ini di waktu malam. Meski belum dikemas secara maksimal, namun untuk wisata kuliner, di sinilah tempatnya. Dari masakan negeri Paman Sam, hingga Chinese Food tersaji. Dari restoran Padang hingga Lele Lamongan ada di sini. Seorang teman berkata, bila ingin berwisata (dan berbisnis) kuliner, Pontianaklah tempatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups, hampir lupa, bila ingin ngopi, coba pesan Kopi Pancong, menu andalan warkop sejak dulu. Kopi yang isinya setengah gelas. Tambah Amboiii bila ditemani pisang goreng srikaya di Warkop Winny. Mertua lewatpun tak dipandang. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua penduduk Pontianak, pasti pernah ngopi di warkop. Di warkoplah, demokrasi menunjukkan wujud. Siapapun bebas bicara apapun. Tak ada dusta. Tak ada amarah. Semua terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNGAI KAPUAS, Tugu Khatulistiwa, Kraton Kadariah, Masjid Jami’ merupakat paket komplit wisata Pontianak. One stop tourism! Setengah jam dari bandara Supadio anda tiba di Sungai Kapuas. Daya pikatnya akan lebih terasa bila anda menyusurinya dengan perahu yang mangkal di Serasan. Menikmati eksotisme sungai terpanjang di Indonesia. Sungai yang dahulunya menjadi transportasi utama penduduk lokal. Kemudian sempatkan singgah ke Kraton Kadariah yang persis berhadapan dengan Masjid Jami’. Jaraknya berdekatan. Kedua tempat ini masih dipertahankan orisinalitasnya. Asal muasal Pontianak terletak di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya lagi-lagi, ini belum “dijual” dan dikemas secara maksimal. Belum ada paket wisata yang berani menawarkan wisata sejarah menyusuri sungai Kapuas dan rehat sejenak di Tugu Khatulistiwa. Terkesan bila Sungai Kapuas masih menjadi dapur, bukan terasnya Pontianak. Setidaknya bila berkaca dari tetangga Pontianak: Kuching, Malaysia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Tugu Khatulistiwa. Titik nol derajat. Setiap tanggal 21 Maret dan 23 September, bayangan tubuh akan menghilang bila tepat berdiri di titik kulminasinya. Matahari tepat berada di titik tersebut. Tugu Khatulistiwa menjadi simbolnya. Menarik bukan? Keunikan yang memang tidak hanya milik Pontianak, tapi untuk sebuah ibukota, Pontianak satu-satunya ibukota di dunia yang dilewati garis khatulistiwa. Pada beberapa tahun terakhir, peringatan kulminasi dirangkai dengan even budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada even menarik lainnya yang layak menjadi alasan bila anda ke Pontianak. Gawai Dayak, Cap Go Meh, Festival Meriam Karbit, salah tiganya. Menarik, karena benar-benar unik dengan sentuhan khas Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mau sedikit membuka mata, Pontianak sungguh mewakili gambaran bangsa: raksasa tidur! Berbenah diri dan segera bangun tentunya menjadi jawaban dini. Belum terlambat untuk memulai segalanya. Dan, akhirnya kelak, Pontianak pun menjelma menjadi kota 'bidadari', menggantikan 'kuntilanak', yang nangkring di halaman pertama Google. &lt;a href="http://yaserace.blogspot.com/"&gt;&lt;i&gt;(Yaser)&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3647356538973942353?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3647356538973942353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/11/pontianak-bukan-kota-kuntilanak.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3647356538973942353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3647356538973942353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/11/pontianak-bukan-kota-kuntilanak.html' title='Pontianak, (Bukan) Kota Kuntilanak!'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fSrGPr6qUbU/TtPZfvTW7EI/AAAAAAAAAHA/PPiv2-zRapg/s72-c/trend-pontianak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-746703416648699981</id><published>2011-11-17T13:04:00.006+07:00</published><updated>2011-11-29T02:32:27.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Border'/><title type='text'>Harapan di Akhir Penantian Panjang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ApAd_eGtBOg/TsSk_WspiRI/AAAAAAAAAGg/l54SUp9OolI/s1600/PPLB-Aruk-Sambas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://2.bp.blogspot.com/-ApAd_eGtBOg/TsSk_WspiRI/AAAAAAAAAGg/l54SUp9OolI/s200/PPLB-Aruk-Sambas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Burhanuddin A Rasyid semringah. Bupati Sambas, Kalimantan Barat, itu tidak henti mengembangkan senyumnya kepada tetamu yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga dan bahagia menyelimuti perasaan bupati yang telah memimpin Sambas selama dua periode itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya selaku bupati beserta masyarakat Sambas sangat bersyukur pada hari ini. Apa yang kami tunggu-tunggu dan perjuangkan selama ini akhirnya bisa terwujud,” kata Burhanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, tepat di awal 2011, Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Aruk di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, resmi beroperasi. Sebuah seremoni digelar di PPLB Biawak, Serawak, Malaysia, yang bersebelahan dengan PPLB Aruk, menandai peresmian kedua pintu masuk ke kedua wilayah beda negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan PPLB yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Kota Sambas itu adalah buah perjuangan panjang. Butuh waktu puluhan tahun untuk mewujudkan impian tersebut. Bahkan, agenda peresmian yang dijadwalkan sejak dua tahun lalu selalu tertunda karena berbagai kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Barat Fathan A Rasyid menyatakan pembukaan PPLB Aruk telah dirintis sejak kesepakatan dalam Forum Kerja Sama Sosial-Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) pada 1983.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua pintu masuk resmi yang disepakati untuk dibuka, yakni Entikong, Kabupaten Sanggau-Tebedu, Serawak, dan Aruk, Sambas-Biawak, Serawak. PPLB Entikong-Tebedu diresmikan pada 1992 dan menjadi pintu resmi pertama di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam tempo 18 tahun setelah peresmian border (PPLB) di Entikong, baru dibuka satu lagi PPLB baru, yakni di Aruk,” kata Fathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan banyak faktor yang menjadi kendala sehingga PPLB Aruk baru bisa diresmikan pada awal tahun ini. Di antaranya menyangkut persoalan bujet dan prasarana serta personel yang harus disiapkan kedua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada sistem teknologi informasi, infrastruktur, dan regulasi yang semuanya harus disiapkan secara komprehensif,” ungkap Fathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kubangan&lt;br /&gt;Pembukaan PPLB Aruk memberikan secercah harapan baru dalam mengatasi ketertinggalan dan keterisolasian wilayah. Optimisme itu muncul karena akses perdagangan dan jasa dari kedua negara serumpun tersebut kini semakin terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai program pembangunan pun telah dilancarkan pemerintah, untuk menyongsong geliat perekonomian di wilayah perbatasan ini. Di antaranya, penyiapan sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dahulu di Aruk hanya ada satu sekolah dasar. Kini, sudah ada SMA dan SMK. Kualitas pendidikan di (Kecamatan) Sajingan Besar juga melonjak dari rangking 19 menjadi rangking empat se-Kabupaten Sambas,” jelas Burhanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, masih banyak tugas yang harus diselesaikan pemerintah untuk mewujudkan harapan masyarakat itu. Sebutlah soal jalan akses ke Aruk yang saat ini baru sekitar 8 kilometer beraspal mulus. Selebihnya berlubang dan masih berupa jalan tanah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu dapat mengganggu kelancaran arus transportasi karena beberapa ruas jalan berubah menjadi kubangan di saat musim penghujan. Jika sudah begitu, hanya kendaraan bermotor roda empat bergardan ganda yang bisa menuju lokasi perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi jalan rusak tidak hanya di sebelah Indonesia, tetapi juga di sebelah Malaysia. Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, terdapat sekitar 40 kilometer jalan dari PPLB Biawak menuju Kota Kuching yang becek dan berlubang. Namun, proyek perbaikan jalan di Malaysia sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sokongan ADB&lt;br /&gt;Burhanuddin memastikan kondisi jalan di wilayahnya juga akan segera diperbaiki mulai bulan depan. Proyek senilai Rp350 miliar itu ditargetkan rampung pada pertengahan tahun depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saya tidak keliru, dananya dari Asian Develepoment Bank (ADB). Proyeknya sudah ditenderkan pemerintah pusat,” ujar mantan penyuluh pertanian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPLB Aruk sebelumnya hanya berupa pintu pelintasan tradisional. Hanya warga setempat dan pemilik tanda masuk khusus yang dibebaskan keluar-masuk melalui pelintasan ini. Namun, jangkauan bepergian mereka dibatasi di sekitar wilayah perbatasan karena tanda masuk itu tidak berlaku sebagai paspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masuk dengan mengenakan paspor, mereka, seperti warga Kalbar lainnya, harus melalui PPLB Entikong. Butuh waktu seharian untuk menempuh perjalanan dari Aruk ke Entikong dengan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama ini setiap hari rata-rata ada 30 orang dari wilayah Indonesia yang melintas di sini, dengan mengunakan pas (tanda masuk). Dari Malaysia, sekitar 10 orang,” kata Wakil Kepala Kantor Pelayanan Imigrasi Biawak Mauris Dapot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan PPLB Aruk sedia nya akan dilakukan bersama PPLB Badau di Kabupaten Kapuas Hulu. Namun, PPLB Badau baru bisa diresmikan pada tahun depan karena masih menunggu kesiapan pihak Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada masalah dalam pengerjaan PPLB mereka. Namun, sudah kami (beri) deadline, Februari 2012 pengerjaannya harus selesai,” ungkap Fathan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menyatakan pembukaan pintu masuk resmi ke Malaysia juga memiliki nilai kemanusiaan tinggi. Banyak warga di kedua perbatasan yang masih bersaudara atau memiliki ikatan kekerabatan. &lt;i&gt;(12 Januari 2011, &lt;a href="http://oknum4freedom.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;ARIES BBC&lt;/b&gt;)&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-746703416648699981?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/746703416648699981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/11/harapan-di-akhir-penantian-panjang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/746703416648699981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/746703416648699981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/11/harapan-di-akhir-penantian-panjang.html' title='Harapan di Akhir Penantian Panjang'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ApAd_eGtBOg/TsSk_WspiRI/AAAAAAAAAGg/l54SUp9OolI/s72-c/PPLB-Aruk-Sambas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-764172962485337450</id><published>2011-08-16T14:11:00.004+07:00</published><updated>2011-12-25T23:34:14.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><title type='text'>Andai Saja Ritchie Bisa Bicara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZF989it25II/TnL3OK9QdvI/AAAAAAAAAGc/rKgpeo_ukf0/s1600/1-Orang+Utan-by+Mering2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZF989it25II/TnL3OK9QdvI/AAAAAAAAAGc/rKgpeo_ukf0/s200/1-Orang+Utan-by+Mering2.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;(Catatan Lawatan Pariwisata ke Sarawak)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.wisnupamungkas.blogspot.com/"&gt;A. Alexander Mering&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Andai saja Ritchie bisa bicara, saya ingin sekali mengundangnya ke Pontianak. Mengajaknya bertemu beberpa pejabat dan penguasa yang kabupatennya masih ada hutan—kampung halaman Ritchie—sebelum ia diboyong seorang wartawan, puluhan tahun silam ke Sarawak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya ingin Ritchie bercerita tentang hidupnya sekarang, pengalamannya kepada sisa-sisa saudara-maranya yang hidup di sisa hutan, di gunung-gunung (Gunung Palung, Betung Karihun, Danau Sentarum, Bukit Raya dan Bukit Baka dan lain sebagainya) yang tak lagi perawan, sepeti ketika nenek moyangnya mengembara menembus belantara, jauh sebelum pulau terbesar ketiga di dunia ini diiris-iris menjadi 3 negara oleh manusia. &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya berhenti membidik. Mark, seorang turis dari&amp;nbsp; Denmark bertanya pada saya, yang mana Ritchie?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Yang mana ya, hmm.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ritchie memang tidak datang menemui kami pagi itu. Sejak kemarin dia menghilang ke dalam hutan, membiarkan saja Dahlia betina dan anak-anaknya dipotret turis. Sang turis berlalu, saya kembali memotret. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tentu saja niat saya tak mungkin terlaksana. Karena,&amp;nbsp; Ritchie hanyalah seekor orang utan (Pongo pygmaeus). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Walau&amp;nbsp; dia telah menjadi ‘penguasa’ hutan Semegoh—yaitu kawasan cagar alam yang berjarak sekitar 24 km dari Bandar Kuching, Sarawak—tapi tetap saja dia tak mungkin saya undang ke Pontianak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ritchie bukan orang utan biasa, di hutan seluas sekitar 800 hektar itu dia adalah satu-satunya&amp;nbsp; mamalia berbulu paling besar dan paling ditakuti binatang rimba.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia juga pejantan paling dominan dengan banyak betina. Keluarga Ritchie selalu membuat penasaran para turis manca negara yang&amp;nbsp; datang&amp;nbsp; sambil menghunus kamera. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tapi saya bertanya-tanya,&amp;nbsp; bagaimana Ritchie&amp;nbsp; bisa menjadi ikon hutan negeri koloni James Brooke tersebut? Apa yang&amp;nbsp; membuatnya begitu popular da dibuatkan ‘monumen’? Bahkan foto dan tampang rimbanya yang sama sekali tidak cakep itu tersebar di seantero Sarawak, diperbanyak dan dicetak di kertas tiket, di famflet, hingga jutaan lembar T-sirt- yang selalu saja dibeli para turis, termasuk para pejabat dari Pontianak yang datang ke Sarawak?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sementara hidup orang utan di Kalimantan semakin berat.&amp;nbsp; Dari 55.000 Orang utan di Indonesia,&amp;nbsp; 1.330&amp;nbsp; hinggga 2.000 mendiami Taman Nasional Betung Kerihun.&amp;nbsp; Kemudian di Taman Nasional Danau Sentarum 500, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya diperkirakan 175, Rongga serta Parai berkisar 1.000. Hanya di Gunung Palung saja yang populasinya agak banyak, yaitu 2500.&amp;nbsp; Ketika orang utan di Kalimantan Barat ini terancam punah, kelompok Ritchie pula malah makan-minum cukup dan mewah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya terkenang nasib 20 orang utan di Pelang, 20 kilometer dari Kota Ketapang. Akhir tahun 2010 lalu, kelompok orang utan raib setelah tersudut oleh pembukaan perkebunan kelapa sawit.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Hanya sekitar 5 ekor saja yang berhasil diselamatkan,” kata salah seorang aktivis Orang utan di Ketapang, yang minta namanya tidak disebutkan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hal tersebut dibenakarkan Ketua Yayasan Wadah Riset dan Informasi Kebudayaan (Warisan) Ketapang, Alexander Yan Sukanda.&amp;nbsp; Camp Orang Utan miliknya yang dibangun Yan tahun 2007 lalu di&amp;nbsp; Sungai Sentap juga turut digusur oleh perkebunan kelapa sawit.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ohya, nama Ritchie melekat pada ‘raja Semegoh’ itu konon dalam rangka mengenang jasa seorang wartawan Sarawak bernama James Ritchie, yang membawa Ritchie ke pusat rehabilitasi tersebut sejak masih bayi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pusat itu pertama kali didirikan tahun 1975 lalu untuk merawat binatang liar yang sakit, terluka, yatim piatu, atau yang sebelumnya disimpan sebagai hewan peliharaan illegal sebelum kemudian dilepas kembali ke alam liar. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kini kawasan ini juga berfungsi sebagai pusat penelitian satwa liar dan program penangkaran untuk spesies yang terancam punah.&amp;nbsp; Semegoh juga telah menjadi sekolah alam untuk mendidik pengunjung dan masyarakat umum tentang pentingnya konservasi.&amp;nbsp; Saat ini tak kurang dari 1.000 mamalia langka, burung dan reptil dari puluhan spesies yang berbeda tercatat disana. Keistimewaan tempat ini adalah karena menjadi tempat rehabilitasi orang utan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Orang utan yang diselamatkan harus menjalani medical check up dan ditempatkan di kandang. Seperti halnya manusia muda, Orang utan muda juga diajari cara-cara bertahan hidup di habitatnya. Setiap mereka dibawa ke tempat-tempat yang cocok di hutan di mana mereka belajar memanjat pohon, berayunan di cabang dan memetik dedaunan hiju untuk. Biasanya dalam 2 sampai 4 tahun mereka sudah bisa mendiri dan boleh dilepaskan ke dalam Hutan Suaka sekitarnya. Kawanan orang utan ini biasanya menghabiskan sebagian besar waktu di sekitar hutan dan akan kembali ke pusat rehabilitasi saat jam makan tiba.&amp;nbsp; Tapi bagi yang sudah mandiri selama musim buah biasanya mereka menghilang ke dalam hutan.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Ini pertanda baik dan menunjukkan bahwa mereka beradaptasi dengan baik dengan lingkungan baru mereka,” terang seorang petugas cagar alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tahap akhir dari proses rehabilitasi panjang ini adalah&amp;nbsp; ketika orang utan ini akan menjadi warga beberapa Taman Nasional yang ada di Sarawak. Jika anda ingin melihat orang utan di Semogoh, waktu yang tepat adalah pagi pukul 9.00-10:00 dan 3,00-3,30 WIB saat keluarga orang utan makan.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pagi itu saya bertemu tiga anak orang utan muda berayun di sela-sela cabang pohon, dikawal induknya. Keluarga orang utan itu berhenti persis di ujung jalan setapak, ketika seorang petugas muncul menenteng ember penuh buah-buahan dan botol susu untuk dibagikan.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Saya memang tidak bertemu Ritchie, tapi saya menemukan pelajaran berharga dari sebuah pusat kehidupan. Andaikan saja Orang utan bisa bicara, mereka mungkin akan mengisahkan dongeng yang bisa membuat kita menangis&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-764172962485337450?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/764172962485337450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/08/andai-saja-ritchie-bisa-bicara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/764172962485337450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/764172962485337450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/08/andai-saja-ritchie-bisa-bicara.html' title='Andai Saja Ritchie Bisa Bicara'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ZF989it25II/TnL3OK9QdvI/AAAAAAAAAGc/rKgpeo_ukf0/s72-c/1-Orang+Utan-by+Mering2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-8370981374861202675</id><published>2011-01-16T11:26:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T14:16:13.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><title type='text'>Derita Tak Berujung Dayak Bugau</title><content type='html'>Oleh Yohanes RJ&lt;br /&gt;(Direktur Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Barat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimenggungan Bugau berada di kecamatan Ketunggau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Secara administratif, Ketemenggungan Bugau berbatasan dengan malaysia Timur sebelah utara dan Sarawak Sebelah Selatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Luas wilayah Kecamatan Ketungau hulu adalah sekitar 2.138,2 Km2. Sedangkan wilayah Ketemengungan Bugau diperkirakan 40% dari luas kecamatan tersebut. Ketemenggungan Bugau terdiri dari 15 kampung dengan wilayah paling hulu adalah sungai Ketungau, sungai terbesar ketiga di Kabupaten Sintang. Ketemenggungan Bugau merupakan daerah resapan dan penyuplai air bagi sungai Ketungau. Daerah perbukitan ini masih merupakan hutan tropis sekunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang dihadapi Ketemenggungan masyarakat adat Dayak Bugau saat ini adalah masuknya lima perusahaan perkebunan kelapa sawit dan satu perusahaan pertambangan sejak 2004. Kelima perusahaan perkebunan tersebut yaitu PT Malindo Jaya Group, PT Makmur Jaya Malindo, PT Inma Jaya group dan PT Inma Makmur Lestari (Milik TNI dan investor dari Malaysia), PT Sintang Sawit Lestari. Kelima perusahaan tersebut sudah dibeli oleh investor dari Malaysia dan tergabung dalam PT Malindo Jaya Makmur (MJM). Luas ijin kelima perusahaan tersebut adalah sebesar Rp 100.000 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, satu perusahaan batu bara juga telah memiliki ijin, yaitu PT Yana Bumi Palaka. Beroperasinya lima perusahaan perkebunan kelapa sawit merupakan bagian dari rencana pemerintah pusat untuk mengembangkan 1,8 juta hektar sawit di daerah perbatasan Indonesia (Kalimantan)-Malaysia (Sarawak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, masyarakat sebelumnya masih trauma dengan kehadiran PT Yamaker dan Inhutani yang beroperasi sejak tahun 1985-an hingga 1997. Inhutani merupakan Hutan Tanaman Industri milik Negara.  PT Yamaker merupakan Hak Penguasaan Hutan milik militer (TNI/Tentara Nasional Indonesia). PT Yamaker beroperasi di sekitar Ketemenggungan  Bugau yang menjadi bagian dari usaha TNI dalam menjalankan operasi intelijen di daerah perbatasan dengan Malaysia. PT Yamaker dan Inhutani telah menebang kayu di tanah adat masyarakat tanpa memberi ganti rugi sama sekali. PT Yamaker menggunakan pendekatan kekerasan dalam menjalankan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahnya, pada tahun 1967, Ketemenggungan ini merupakan daerah operasi militer ketika terjadi konfrontasi Paraku (Perlawanan rakyat Kalimantan Utara) dengan Malaysia. Paraku terdiri dari sebagian rakyat Indonesia dan Malaysia yang ingin mendirikan Negara Kalimantan Utara. Konfrontasi berakhir dengan pengusiran etnis Tionghoa dari daerah perbatasan dan menjadi trauma masa lalu bagi Masyarakat Adat  Dayak Bugau. Saat itu sebagian besar anak muda dipaksa membantu TNI untuk berperang melawan tentara Malaysia. Warga diinterograsi dan dipaksa mengaku sebagai tentara Malaysia. Siapa yang terbukti membantu tentara Malaysia sudah pasti akan dibunuh. Masyarakat wajib menyerahkan setiap pemuda yang sehat untuk direkrut sebagai sukarelawan TNI. Ibu-ibu beserta anak gadisnya wajib menyediakan makanan bagi TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kami menjaga penjara di Senaning, kami serba salah seperti simalakama. Teman saya yang kebetulan giliran piket terpaksa harus menembak keluarga sendiri. Karena keluarga tersebut dicurigai melindungi tentara Malaysia lalu di tangkap. Saat di penjara ia berlari ke jalan ingin kabur. Karena ada perintah tembak dari ABRI terpaksa dia harus ditembak. Karena kalau tidak maka seluruh sukarelawan yang giliran menjaga malam itu akan ditembak semua," kata Tingga (63) warga kampung Antu menceritakan pengalaman temannya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfrontasi dengan Malaysia dalam artian angkat senjata memang telah berakhir, PT Yamaker memang telah tutup, tetapi konfrontasi dari kehadiran PT Yamaker telah menanamkan bibit konflik dalam diri masyarakat. Konfrontasi bukan hanya membuat konflik masyarakat dengan tentara tetapi antar warga masyarakat. Ijin PT Yamaker akhirnya dicabut pada  1997 oleh Pemerintah pusat karena terbukti melakukan pembakaran dan tidak membayar pajak, namun karena dampak buruk kehadiran PT Yamaker masih terasa ditengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1998 muncul lagi perusahaan PT Golek, perusahaan Hak Penguasaan Hasil Hutan (HPHH). PT Golek berhenti beroperasi karena masyarakat melarangnya untuk mengambil kayu di hutan masyarakat. Pada tahun 2000, perusahaan ini tutup, dan membiarkan kayu yang ditebang menjadi busuk di tengah hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah Kabupaten Sintang juga merencanakan untuk membuka lintas batas dengan Malaysia melalui Desa Jasa, Kecamatan Ketungau Hulu. Pembuatan jalan lintas utara untuk kawasan perbatasan dari Badau (Putussibau)-Desa Jasa (Sintang) sampai Jagoi Babang (Bengkayang). Saat ini telah ditempatkan lima pos jaga yang setiap posnya dijaga 10 orang anggota TNI-AD. Pemerintah daerah juga telah membeli tanah masyarakat untuk asrama polisi seluas 1,5 hektar di desa Jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, rencana ini positif sebagai pembuka jalur. Tapi, apabila lintas batas ini dibuka, maka dapat dipastikan harga tanah menjadi mahal. Akan banyak proyek-proyek raksasa di sekitar lintas batas. Apabila masyarakat tidak kritis dan tidak mampu mempertahankan wilayahnya, bukan tidak mungkin masyarakat Dayak Bugau akan terpinggirkan dan militer akan menguasai seluruh wilayah Ketemenggungan Bugau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan perkebunan PT MJM dan PT Yana Bumi Palaka yang dilakukan saat ini, menunjukkan militer berkuasa penuh. Pembersihan lahan (land clearing) oleh PT MJM secara besar-besaran di wilayah masyarakat adat menggunakan penjagaan kepolisian (Brimob). Ini menunjukkan penderitaan masyarakat adat di Kecamatan Senaning akan terus berlangsung. Dari awal, kemerdekaan memang menjadi alat TNI untuk berperang dengan tentara Malaysia, setelah itu masyarakat harus menjadi penonton ketika PT Yamaker mengambil kayunya. Sekarang wilayahnya pun dirampas oleh perkebunan kelapa sawit. Sampai kapan penderitaan yang diciptakan pemerintah pusat akan berakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Direktur Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-8370981374861202675?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/8370981374861202675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/01/derita-tak-berujung-dayak-bugau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8370981374861202675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8370981374861202675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2011/01/derita-tak-berujung-dayak-bugau.html' title='Derita Tak Berujung Dayak Bugau'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3639982229119271470</id><published>2010-09-16T11:31:00.003+07:00</published><updated>2011-09-16T11:52:57.002+07:00</updated><title type='text'>Sejarah, Makna Serta Tujuan Ritual Dange bagi Suku Dayak Kayaan</title><content type='html'>Oleh D. Uyub&amp;nbsp; dan A.Alexander Mering&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-v_x1ib2bJ44/TnLTmM6RbvI/AAAAAAAAAGY/oQCeEU92hR4/s1600/PIC_0094.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652813135557521138" src="http://2.bp.blogspot.com/-v_x1ib2bJ44/TnLTmM6RbvI/AAAAAAAAAGY/oQCeEU92hR4/s200/PIC_0094.JPG" style="display: block; height: 127px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 169px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Dayak Kayaan satu dari 151 subsuku Dayak di Kalimantan Barat (Buku Mozaik Dayak, Keberagaman Suku dan Bahasa Dayak di Kalbar, terbitan Institut Dayakologi, 2008) yang mendiami Sungai Mendalam Kecamatan Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu-Kalimantan Barat adalah masyarakat yang kehidupan mereka relatif kental dengan adat istiadat. &lt;span class="fullpost"&gt;Dewasa ini, suku Dayak Kayaan sudah semakin banyak menetap di berbagai kabupaten/kota di Kalbar. Suku Dayak Kayaan yang mendiami Sungai Mendalam ini terdiri dari tiga subsku kecil, yakni Kayaan Umaa’ Pagung, Umaa’ Suling dan Umaa’ Aging. Mereka semua adalah suku bangsa Kayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ratusan tahun silam suku ini meninggalkan Apo Kayaan di Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur (daerah asal suku Dayak Kayaanik), mereka selalu memegang teguh budaya dari leluhurnya. Salah satunya adalah upacara syukuran atas berkah dan rahmat dari Tipang Tenangaan (Tuhan Allah), dalam bentuk upacara adat yang dinamai Dange. Dange memiliki makna yang sama dengan gawai Dayak. Dange adalah upacara adat yang selain untuk mengucap syukur pada Tuhan atas hasil perladangan, juga untuk mengumpulkan saudara-saudara mereka yang masing-masing sibuk dengan pekerjaan sendiri selama satu siklus perladangan untuk saling meneguhkan, memaafkan dan saling memgbai pengalaman hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syair sastra dayung dange (syair doa yang dilagukan dalam dange) Dayak Kayaan, adanya tradisi upacara adat yang sarat dengan makna ritual dan riligius bahwa dange diciptakan oleh kuu’ Kuleh (kake Kuleh) Menurut syair dalam dayung dange, ku’ kuleh ini adalah orang Kayaan Umaa’ Aging. Tapi dange ini juga berlaku pada Kayaan Umaa’ Suling.&lt;br /&gt;Kuu’ Kuleh ini punya anak dan cucu yang masing-masing hidup sendiri ditempat lain. Mereka ini ada yang berada di lung danum (harafiahnya adalah kuala sungai), aur danum (harafiahnya adalah hulu sungai), lung hilo, lung leno. Tempat-tampat yang dimaksud adalah tempat dimana Lawe’ (Lawe’ adalah orang yang memiliki kekuatan supranatural dan tersohor dalam cerita suku Dayak Kayaan) dan Kerigit (Kerigit adalah istri Lawe’). Daerah ini sekarang berada di daerah Apo’ Kayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anak dan cucu Kuu’ Kuleh dikumpulkan. Tetapi dia bingung bagaimana mereka bisa naik rumah dan semangat anak dan cucunya bisa kuat. Maka Kuu’ Kuleh mengadakan mela (daun juang dan besi yang disebut ukul, dikikat menjadi satu, kemudian dikibas-kibas pada tangan sementara lantai ada malaat kayo/mandau dan bato kajaa’ ; batu khusus yang disiapkan untuk diinjak oleh orang yang dimela). Setelah proses ini selesai, baru anak dan cucunya boleh masuk dalam rumahnya. Setalah proses mela selesai, barulah Kuu’ Kuleh mengadakan dange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara munculnya dange pada Kayaan Umaa’ Pagung menurut cerita rakyat, setelah ada seorang bayi laki-laki ditemukan dalam paak nagnga’ (pelepah tanaman sebangsa pohon palem), ketika suku ini pergi malo’ (pergi mengerjakan sagu; baca sagu). Penemuan anak itu secara kebetulan, namun ketika ditemukan dia menangis, bahkan hingga sampai ke rumah. Sesampai dirumah, bayi itu diberi nama Kilah, setelah beberapa nama lain diberikan padanya namun tidak cocok. Karenanya maka Kuu’ Kialah digelar dengan panggilan Kuu’ Kilah Paloo’. Ketika dia sudah dewasa, Ku’ Kilah Palo mendirikan dange Uma Pagung. Kuu’ Kilah inilah yang menciptakan dange dalam subsuku Kayaan Umaa’ Pagung. Tujuan dange yang diciptakan oleh Kuu’ Kilah ini sama hakekatnya dengan dange yang diciptakan oleh Kuu’ Kuleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dange adalah upacara adat yang tertinggi dan sakral dalam deretan upacara lalii’ (peraturan dan larangan dalam simbol adat berdasarkan keyakinan; Mikhail Coomans, 1987) pada sistim perladangan suku Kayaan. Karenanya upacara sakral ini mesti dilakukan setiap tahun. Dange yang dilakukan setelah panen padi yang jatuh sekitar bulan April-Mei setiap tahun ini, bermakna positif bagi masyarakat Kayaan. Yakni selain digunakan sebagai moment untuk bersyukur atas hasil perladangan, juga untuk meminta hasil perladangan yang berlimpah untuk tahun berikutnya, melalui Savit Puyaang Lahe alang hipun kenap sayuu’  nite (Tuhan pencipta langit dan bumi yang memiliki sifat murah hati) agar memberikan rejeki pada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upacara dange, selain mengadakan tarian pejuu’ lassah, yang merupakan simbol dan media bagi masyarakat Kayaan untuk menyampaikan doanya dan permohonan pada Tuhan, juga mengadakan ritual neguk (neguk; asal kata dari mengetuk. Ritual ini bertujuan untuk meminta pada tanah, hujan, kemarau, binatang dalam tanah seperti cacing dan sebagainya), agar kegiatan dange yang berlangsung bisa sukses, sekaligus diberikan kemudahan dan rejeki dalam perladangan pada tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan semua orang ketika upacara dange berlangsung, merupakan bagian dari persembahan rohani yang tak ternilai pada Tipang. Karena bagi-Nya, dalam keyakinan Dayak Kayaan, kehadiran setiap orang merupakan sebuah kehormatan terbesar, karena manusia mau mengadakan upacara yang harus mengorbankan kurban persembahan baik berupa babi, ayam dan kepala manusia (jika dulu; Kayaan Umaa’ Pagung harus mengurbankan kepala manusia) dan semua hasil perladangan dalam ritual dange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Dange yang Diselenggarakan di Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, dange bertujuan selain untuk mengucap syukur pada Tuhan, juga dalam kerangka mengumpulkan keluarga besar Kayaan di Pontianak yang selama ini belum pernah berkumpul dalam suasana yang disatukan oleh upacara adat yang diciptakan oleh leluhur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini komunitas suku Dayak Kayaan yang ada di Kota Pontianak yang tergabung dalam Hulaan Apo Kayaan Pontianak, menyelenggarakan dange dengan tujuan selain tersebut diatas, juga mau mempromosikan budaya suku Dayak Kayaan pada khalayak ramai. Sekaligus mendukung upaya promosi dari pemerintah Kalimantan Barat untuk mempromosikan budaya yang ada di Kalimantan Barat. Setitidaknya, dari kegiatan dange tersebut, masyarakat mau benar-benar menggali budaya asli dan memperkenalkannya pada komunitas lain. Dange ini pula mau mengingatkan seluruh lapisan masyarakat bahwa masih pentingkah budaya pertahankan dan dihidupkan?  Dewasa ini tantangan besar bagi setiap komunitas di Kalbar adalah adanya tekanan budaya modrenisasi terhadap kebudayaan asli suku Dayak. Sadar dan tidak, bahwa hilangnya suatu tradisi dalam komunitas, akan berdampak buruk pada komunitas itu sendiri. Diantaranya akan terjadi degradasi budaya yang mungkin besar-besaran. Terlepas dari itu semua, dampak masuknya perusahaan sekaligus para karyawannya dari luar, menjadi tantangan berat bagi komunitas khususnya Dayak, terlebih bagi masyarakat Dayak Kayaan. Karena itu semua akan mengikis habis secara perlahan-lahan adat istiadat dan seni budaya Dayaak secara menyeluruh.   Inilah yang menjadi catatan penting, kenapa dange ini mesti diadakan dan dibuka untuk umum. Mungkin kegiatan ini kedepannya akan terus berlangsung, dengan demikian semakin banyak kekayaan budaya yang bisa mendukung dunia kepariwisataan di Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi Dange Kayaan di Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendirikan lepo dange (pondok dange), berbagai hal yang harus disiapkan. Di antaranya seperti pergi mencari peralatan lepo dange. Kegiatan ini dilakukan sehari sebelum upacara ritual  dilakukan yakni (Jumat 13 juni 2008),. Setelah bahan-bahan terkumpul, bahan tersebut langsung di bawa ke rumah panjang Dayak di Jalan Letjen Sutoyo-Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat dan Waktu Kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat  : Rumah Adat Dayak Jalan Letjen Sutoyo Pontianak&lt;br /&gt;Tanggal  : Sabtu, 14 sampai Minggu, 15 Juni 2008&lt;br /&gt;Agenda lain terlampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok didirikan hari berikutnya yakni Sabtu, tanggal 14 Juni 2008.&lt;br /&gt;Acara pendirian lepo dange yang akan berlangsung mulai dari pukul 08.00 wib ini, diawali dengan ritual&lt;br /&gt;1. Mawaang Alaan Jak Dange:&lt;br /&gt;(membersaihkan jalan untuk mendirikan lepo dange) yang dipimpin oleh dayung aya’ (imam adat yang memiliki peran utama). Tujuan ini adalah untuk memberitahukan pada semua orang dan makhluk hidup di darat, sungai dan udara bahwa dange akan segera dimulai. Setelah dua rentetan ritual ini usai, barulah orang-orang mendirikan lepo dange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mawaang Alaan Uting. (membersihkan jalaan roh/jiwa uting; babi piaraan)&lt;br /&gt;Doa ritual ini bertujuan memberitahukan pada semua orang, terkhusus pada leluhur Kayaan bahwa uting akan menjadi kurban pada acara dange. Dengan demikian, semua masyarakat akan memiliki semangat yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Misa Inkulturasi dan Malam Pevengo (menunggu hari pagi):&lt;br /&gt;Yang menariknya lagi adalah budaya dange ini bisa masuk dalam ibadat misa di gereja katolik (Inkulturasi). Misa ini akan berlangsung mulai dari pukul 18.00-20.00 wib (malam minggu). Namun acara ini lebih pada internal suku keluarga besar Dayak Kayaan di Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya misa inkulturasi ini, berkat kejelian pastor AJ. Ding Ngo, SMM. Dikalangan umat Katolik di Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu, nama Pastor AJ. Ding Ngo SMM secara umum hampir tidak asing lagi. Putra Dayak Kayaan yang meninggal dunia Mei tahun 1995 silam ini, sekaligus pelopor imam pertama bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.  Selain pemimpin umat, di juga termasuk seorang sosiologi.  Karyanya tentang budaya pada suku Dayak Kayaan seperti syair lawe dan catatannya tentang Kayaan di Sungai Mendalam hingga Kayaan di Apo Kayaan-Kaltim dan Serawak-Malaysia, kamus bahasa Dayak Kayaan dan banyak lagi lainnya yang menjadi referensi para peneliti dan akademisi dunia. Latarbelakangnya sebagai orang imam, menginspirasinya untuk menggabungkan budaya (dange) dalam ajaran Katolik. Dange yang dimiliki Dayak Kayaan, adalah satu-satunya budaya Dayak yang telah mampu melebur menjadi satu dalam gereja khusus Katolik. Ini berkat perhatiannya pada budaya Dayak, khususnya Dayak Kayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu berangkat dari keperihatinannya dan kejeliannya setelah masuknya agama Katolik yang dibawa oleh para misionaris, dalam tatanah kehidupan masyarakat adat Kayaan, hingga terjadi degradasi budaya. Salah satu rangkaian upacara adat dange yang menarik bagi pastor ini adalah dayung kigaan (para anggota dayung menari berjalan mengelilingi lasah, dan dayung aya’ melantunkan nyanyian daonya), serta tarian pejuu’ lasah dan tarian lalang buko (nama seorang perempuan). Tarian pejuu’ lasah  (pejuu’ lasah berarti mengangkat lasah) lasah adalah sejenis pagar. Enam batang kayu sebesar pergelangan tangan orang tua dan delapan potongan pendek yang melintang. Sementara tarian pejuu’ lasah adalah tarian yang disertai dengan doa/mantra yang disampaikan pada Tuhan, mengelilingi lasah. Sementara tarian lalang buko, adalah tarian yang yang wajib ditarian dalam dange untuk memperingati bahwa leluhur mereka jaman dulu mampu menghidupkan orang mati oleh lalang buko, menggunakan sape’ kayaan (sape’ bersenar dua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi misa dange sendiri, selain menggunakan bahasa Kayaan baik lagu maupun rentetanan doa dalam perayaan misa dange, juga ada syair dayung, (syair dayung lebih pada  jenis syair tradisi, bukan manusia) dalam  menyampaikan kesukariaan dan permohonan pada tuhan sebagai persembahan. Yang tidak kalah pentingnya dalam rangkaian prosesi misa dange adalah masuknya tarian pejuu’ lasah (tarian sekaligus penyampaian hajat/doa pada tuhan ketika persembahan dalam liturgi melalui medianya yang disebut lasah).  Peralatan lasah terdiri dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Ritual Dange, Minggu Tanggal 15 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara hari Minggu ini akan dimulai pukul 08.00 – selesai. Untaian prosesi ritual dange adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ritual ngaping langat (harafiahnya; menipas awan, namun yang dimaksud adalah marabahaya): kegiatan di lepo dange&lt;br /&gt;Tujuan ritual ini adalah untuk meminta pada Tuhan agar dia mau menyingkirkan segala marabahaya bagi manusaia sekaligus mau melindungi upacara dange. Kemudian diteruskan dengan penancapan tiang lepo dange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Ritual Nevaraa’ Uting dan Dayung Taharii (memberi tahu babi dan syair doa pertama): Kegiatan di rumah&lt;br /&gt;Tujuan ritual ini agar babi tidak memiliki atau menyimpan rasa sakit hati pada manusia karena dia akan dibunuh untuk dijadikan kurban sembelihan dalam lepo dange. Setelah ritual ini selesai, babi bersama rombongan dayung (sembilan orang ibu-ibu), turun dari rumah menuju lepo dange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ritual Nevak uting (nyembelih babi): kegiatan di lepo dange&lt;br /&gt;setelah para dayung naik lepo dange, babi diletakan ditengah lepo dan mukanya menghadap matahari terbit. Kemudaian sidayung meletakan kalung manik tua di lehernya dan menghentak-hentakkan huing (kerincing) pada badan babi tersebut sambil menyampaikan mantra. Mengatakan bahwa bersama ini pergilah kamu roh sang babi. Ketika darah babi menguyur deras dari lehernya, karena disembelih, dayung aya’ menadah da’un havaang (daun sabang) pada darah babi tersebut. Setelah itu, babi bersama tim dayung yang lain naik ke rumah. Sementara dayung aya’ dan satu orang dayung uk (dayung kecil; bukan pemeran uatam), tetap tinggal dalam lepo dange. Ketika inilah dayung melakukan mela (mengibas-ibas daun sabang sambil mengucapkan mantra), agar orang yang di-pela (asal kata dari mela), mendapat rejeki, kesehatan, umur panjang dan hal-hal yang berguna bagi yang bersangkutan dalam meniti kehidupannya. Selain itu, mela ini juga bisa berlaku untuk memberikan nama kayaan bagi anak-anak. Karena itu maka dalam dange besar/utama, juga ada sebutan dange anaak (dange yang diistimewakan bagai anak, untuk mendapat nama dalam lepo dange). Setelah dayung selesai mela dalam pondok dange, dia bersama satu temannya naik ke rumah. Kemudain turun lagi ke pondok dange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ritual Neguk Ake Tanaa’ (mengetuk-ngetuk lantai dengan dua potong bambu kecil, meminta tanah): kegiatan di lepo dange&lt;br /&gt;ritual ini bertujuan untuk memintah tanah yang baik untuk lahan pertanian pada tahun berikutnya. Serentetatan ritual ini adala;&lt;br /&gt;a. Maya Tivi:&lt;br /&gt;Adalah sebuah mantra yang diucapakan untuk mengalahkan musuh pada saat ngayau, atau dalam perkelahian lainnya.&lt;br /&gt;b. Tepujo’ Ujaan:&lt;br /&gt;Adalah sebuah mantra yang meminta pada para leluhur kayaan yang satria, agar mereka mau datang kembali untuk melindungi warganya.&lt;br /&gt;Setelah ritual ini selesai, rombongan dayung naik lagi ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mela arung (mela nasi): kegiatan di rumah&lt;br /&gt;Ini adalah mantra/doa untuk membagi rejeki pada semua orang, terutama anak kecil. Dihadapan si-dayung, ada daun pisang, setiap lapisan daun pisang itu diselipi sejemput nasi. Dayung memegang hikap (tanggok ikan) sambil sesekali dia mengoyang tanggok itu, emngisaratkan bahwa dia sedang menanggok jiwa/roh padi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Puran Bataang Bulit (mengamburkan nasi dan daun pisang); kegiatan di rumah&lt;br /&gt;Setelah dayung melantunkan mantranya, anak-anak berebut daun pisang dan saling memukul daun pisang itu diantara mereka. Ini menandakan bahwa mereka sedang merebut rejeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ngaping Langat (sda): kegiatan di Lepo dange&lt;br /&gt;Dayung aya’ masuk sendiri dalam lepo dange. Diatas pondok, dia memotong dua buah tali yang digunakan untuk mengikat atap pondok yang terbuat dari kain. Tujuannya agar segala doa dan permohonannya bisa pergi naik menghadap tuhan dengan leluasa. Setelah dayung aya’ memotong tali tersebut, dia menggoyang-goyang pondok dari atas. Kemudain turun kebawah pondok. Dayung kemudian memutar dari arah sebelah kanan ke kiri, sambil menancapkan tobak yang dipengangnya disetiap tiang pondok. Setelah dayung aya’ menyelesaikan tugas itu, baru kemudian diikuti oleh tim dayung yang lainnya. Sambil menari mengelilingi pondok dengan musik gong, mereka menggoyang-goyang lepo dange. Dengan demikian, diyakini segala sesuatu yang dilakukan dan diharapkan dalam setiap prosesi dange itu, bisa diterima oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Nyinah (menguatkan semangat atau jiwa; Sama maksud dengan nyaru’ semangat dalam pengertian Dayak Kanayatn): kegiatan tetap di rumah&lt;br /&gt;Dayung mendoakan semua orang agar tidak sesat pada jalan yang salah dalam hidupnya, dan berkumpul kembali dalam rumah. Ini difokuskan bagi semua orang yang ikut dalam upacara dange tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Karaang lalang buko (tarian ritual Lalang Buko);&lt;br /&gt;Tarian ini ditarikan di atas memaang (sejenis gong, napun ceper). Tarian ini menginterperetasikan bahwa Lalang Buko pernah menghidupakan orang mati (mitos dayak Kayaan dalam syair tekna Lawe’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Karaang Pejuu’ Lasah:&lt;br /&gt;Ini puncak dari segala ritualitas dalam dange yang diadakan dalam rumah, untuk menyampaikan segala harapan dan permohonan masyarakat Kayaan pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dayung ulii’ (para anggota dayung masuk dalam bilik); kegiatan tetap di rumah&lt;br /&gt;Para anggota dayung dari ruaang tengah masuk ke dalam amin aya’ (bilik milik hipi). Hipi (bangsawan; pemegang kekuasaan tertinggi yang mengatur segala perikehidupan dan adat istiadat serta budaya dalam suku Dayak Kayaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua prosesi ritualitas dange selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3639982229119271470?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3639982229119271470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2010/09/sejarah-makna-serta-tujuan-ritual-dange.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3639982229119271470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3639982229119271470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2010/09/sejarah-makna-serta-tujuan-ritual-dange.html' title='Sejarah, Makna Serta Tujuan Ritual Dange bagi Suku Dayak Kayaan'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-v_x1ib2bJ44/TnLTmM6RbvI/AAAAAAAAAGY/oQCeEU92hR4/s72-c/PIC_0094.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3214092782855953916</id><published>2009-09-28T22:06:00.005+07:00</published><updated>2011-12-25T23:37:59.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Usung Perdamaian, Digalang 'Seruan Pontianak'</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PONTIANAK- Hari ini, tiga media cetak terkemuka di Kalimantan Barat, menerbitkan iklan satu halaman penuh, yang berisi seruan perdamaian antaretnis di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak, lebih dari 70 aktivis, sarjana, wartawan serta tokoh agama Pontianak turut ambil bagian dengan membubuhkan dukungannya dalam iklan yang esensinya menyerukan perdamaian.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyerukan kepada warga Kalimantan Barat agar berhati-hati melihat pertengkaran antar perseorangan. Warga sebaiknya tak membawa pertengkaran menjadi persoalan etnik, adat atau agama. Mereka memberi nama petisi ini sebagai "Seruan Pontianak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristianus Atok, seorang penyeru juga penulis buku Membangun Relasi Antar Etnik: Pelajaran dari beberapa kampung di Kalimantan Barat, mengatakan seruan ini adalah upaya pendidikan politik untuk warga Kalimantan Barat. Kalau ada pertengkaran bawalah ke jalur hukum. Jangan dijadikan masalah suku atau agama. "Sesuatu dengan niat baik akan selalu dapat dukungan," kata Kris Atok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andreas Harsono, salah satu penyeru dan jurnalis, mengatakan, sangat menyadari aksi ini akan menuai pro dan kontra. "Banyak yang menentang, tapi tidak sedikit pula yang mendukung. Ini wajar dalam pergerakan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, iklan ini tidak bertujuan mendiskreditkan etnis tertentu, dan menjadikan etnis lainnya korban. Namun, bagaimana upaya bersama agar pemerintah dan semua elemen masyarakat mengedepankan hukum positif di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam iklan tersebut, mereka menerangkan bahwa "akar kekerasan" di Kalimantan Barat adalah pembantaian kurang lebih 3,000 orang Tionghoa pada 1967. Pada 1997, sekitar 600 warga Indonesia etnik Madura dibunuh di Sanggau Ledo. Pada 1999, setidaknya 3,000 khususnya orang Madura dibantai dan 120,000 melarikan diri dari Sambas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami punya kesan negara Indonesia membiarkan akar kekerasan merasuk semakin dalam," bunyi seruan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinilai pula, kelemahan penegakan hukum, policy pemerintahan yang kurang bermutu serta ketiadaan upaya mencari kebenaran dan keadilan, membuat kekerasan berakar makin dalam di kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, banyak warga Kalimantan Barat menekankan simbol-simbol etnik, adat dan budaya secara tidak proporsional: Dayak, Jawa, Madura, Melayu, Tionghoa dan sebagainya. Bila ada persoalan kriminal biasa, orang menggesernya jadi persoalan kelompok etnik atau agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta seruan meliputi sarjana, termasuk Dr. Chairil Effendy, rektor Universitas Tanjungpura, Haitami Salim, ketua STAIN Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Gerry van Klinken, seorang peneliti dari Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies di Leiden, Belanda, juga ikut mendukung seruan. Termasuk, politikus Frans Tshai dari Partai Demokrat juga ikut dalam seruan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti Suryansyah, seorang cendekiawan yang juga Pemangku Kraton Ismahayana Ngabang, Dr. Aswandi, tokoh pendidikan, dan W. Suwito, seorang advokat di Pontianak, juga turut di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz K. Husnan KH Nuralam, Abdullah HS, Pabali Musa, Nuralam maupun pastor Johanes Robini Marianto OP juga ikut bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari wartawan, termasuk Nur Iskandar, pemimpin redaksi harian Borneo Tribune maupun beberapa wartawan dari Pontianak Post maupun Tribune Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun barisan ini paling banyak melibatkan aktivis Pontianak. Ada aktivis Dayak Kris Atok dan guru Paulus Florus. Maupun Hermayani Putera, Pahrian Siregar, Faisal Riza, Yohanes Supriyadi, Deman Huri Gustira, Ahmad Shiddiq, Pay Jarot Sujarwo, Rizal Adriyanshah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak pula para aktivis perempuan, Padmi Tjandramidi, Laili Khairnur, Indah Lie, Sapariah Saturi Harsono, Siti Lutfiyah, Ansela Sarating, Dwi Syafriyanti, Rizawati, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seruan ini melibatkan individu namun mereka datang dari ragam-ragam background. Ada orang Dayak, ada Melayu, juga banyak Madura, Tionghoa, Batak, Flores dan sebagainya. Semuanya warga yang punya commitment terhadap masa depan Kalimantan Barat, yang damai serta berlandaskan hukum," kata Nur Iskandar.(Sumber:http://www.jpnn.com/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3214092782855953916?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3214092782855953916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/09/usung-perdamaian-digalang-seruan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3214092782855953916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3214092782855953916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/09/usung-perdamaian-digalang-seruan.html' title='Usung Perdamaian, Digalang &apos;Seruan Pontianak&apos;'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-8660524315729759135</id><published>2009-09-28T21:37:00.009+07:00</published><updated>2011-12-25T23:34:48.434+07:00</updated><title type='text'>Seruan Pontianak</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SsDNgR1bFvI/AAAAAAAAAF0/Rn7vP-Ffvbc/s1600-h/Enggang+dan+tengkorak.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386531108762097394" src="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SsDNgR1bFvI/AAAAAAAAAF0/Rn7vP-Ffvbc/s200/Enggang+dan+tengkorak.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami prihatin dengan ketegangan belakangan ini, antara beberapa warga Kalimantan Barat. Sengketa kecil antar perseorangan, dari soal mobil tergores, parkir motor, sekaleng cat hingga pembelaan perempuan, berujung perkelahian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadar Kalimantan Barat adalah kawasan rawan kekerasan. Perubahan sosial besar-besaran, sejak penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia, lantas pengalaman 1950an serta masa Orde Baru, menciptakan banyak perubahan di Borneo. Kesultanan-kesultanan dipinggirkan. Batas-batas berubah. Hutan gundul. Lingkungan hidup rusak. Komposisi populasi berubah. Pemilihan umum sekarang dilakukan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar kekerasan di Kalimantan Barat adalah pembantaian kurang lebih 3,000 orang Tionghoa pada 1967.&lt;span class="fullpost"&gt; Kekerasan berbuah kekerasan. Pada 1997, sekitar 600 warga Indonesia etnik Madura dibunuh di Sanggau Ledo. Pada 1999, setidaknya 3,000 khususnya orang Madura dibantai dan 120,000 melarikan diri dari Sambas. Penderitaan mereka tentu jadi ingatan pahit kita semua. Kekerasan ini membuat masyarakat luas dirugikan. Kami punya kesan negara Indonesia membiarkan akar kekerasan merasuk semakin dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan penegakan hukum, policy pemerintahan yang kurang bermutu serta ketiadaan upaya mencari kebenaran dan keadilan, membuat kekerasan berakar makin dalam di kawasan ini. Akibatnya, banyak warga Kalimantan Barat menekankan simbol-simbol etnik, adat dan budaya secara tidak proporsional: Dayak, Jawa, Madura, Melayu, Tionghoa dan sebagainya. Bila ada persoalan kriminal biasa, orang menggesernya jadi persoalan kelompok etnik atau agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kami ingat bahwa fitrah manusia adalah berbeda-beda dan beragam-ragam. Perbedaan bukan alasan melakukan kekerasan. Keragaman bukan alasan saling bermusuhan. Sejarah Kalimantan Barat juga mencerminkan kebersamaan, misalnya, kawin campur dan toleransi antar-agama. Manusia bagaimana pun berkembang sesuai fitrahnya. Memiliki organisasi etnik dan agama, juga bukan kejahatan, namun ia perlu dijalani dalam suatu masyarakat hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kami menyerukan warga Kalimantan Barat untuk belajar menyelesaikan perbedaan pendapat lewat cara-cara damai. Gunakan jalur hukum. Manfaatkan lembaga kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga menyerukan kepada para polisi, jaksa dan hakim untuk bekerja keras, tidak berat sebelah dan bertindak sejujur-jujurnya dalam menegakkan hukum. Kami sadar hukum bukan panglima di negara Indonesia. Kami sadar korupsi mengakar bersama dengan kekerasan. Namun kita perlu memanfaatkan ruang-ruang hukum yang ada, sesempit apapun, untuk memperkuat prinsip negara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami minta Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Kalimantan Barat melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dalam pembunuhan dan pengusiran orang Tionghoa tahun 1967 maupun orang Madura pada 1997 dan 1999. Kami minta pemerintah membentuk komisi independen untuk mencari para korban, merekam kesaksian mereka serta menyelidiki orang-orang, yang dianggap bertanggungjawab terhadap kekerasan-kekerasan tersebut, serta menyelesaikannya lewat pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami percaya selama orang belum bisa belajar dari masa lalu, orang-orang yang dulu melakukan pembunuhan, juga takkan takut untuk bikin pengerahan lewat etnik, budaya atau agama, dan melakukan kekerasan lagi. Selama kebenaran dan keadilan tidak ditegakkan, selama itu pula kita tidak mengerti bagaimana hidup damai dalam persaudaraan yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah HS&lt;br /&gt;Agustinus&lt;br /&gt;Ahmad Shiddiq&lt;br /&gt;Alexander Mering&lt;br /&gt;Amrin Zuraidi Rawansyah&lt;br /&gt;Andi Fachrizal&lt;br /&gt;Andi Nuradi&lt;br /&gt;Andika Lay&lt;br /&gt;Andreas Harsono&lt;br /&gt;Ansela Sarating&lt;br /&gt;Aseanty Widaningsih Pahlevi&lt;br /&gt;Aswandi&lt;br /&gt;Aulia Marti&lt;br /&gt;Bas Andreas&lt;br /&gt;Basilius Triharyanto&lt;br /&gt;Benny Susetyo Pr&lt;br /&gt;Bong Su Mian&lt;br /&gt;Budi Miank&lt;br /&gt;Budi Rahman&lt;br /&gt;Chairil Effendy&lt;br /&gt;Charles Wiriawan&lt;br /&gt;Deman Huri Gustira&lt;br /&gt;Dewi Ari Purnamawati&lt;br /&gt;Dian Lestari&lt;br /&gt;Dwi Syafriyanti&lt;br /&gt;Faisal Riza&lt;br /&gt;Fitriani&lt;br /&gt;Frans Tshai&lt;br /&gt;Gerry van Klinken&lt;br /&gt;Gusti Suryansyah&lt;br /&gt;Gustiar&lt;br /&gt;Hairul Mikrad&lt;br /&gt;Haitami Salim&lt;br /&gt;Hamka Siregar&lt;br /&gt;Hendrikus Christianus&lt;br /&gt;Heriyanto Sagiya&lt;br /&gt;Hermayani Putera&lt;br /&gt;Ilyas Bujang&lt;br /&gt;Indah Lie&lt;br /&gt;Johanes Robini Marianto OP&lt;br /&gt;K. Husnan KH Nuralam&lt;br /&gt;Koesnan Hoesie&lt;br /&gt;Kristianus Atok&lt;br /&gt;Laili Khairnur&lt;br /&gt;Marselina Maryani Soeryamassoeka&lt;br /&gt;Max Yusuf Alqadrie&lt;br /&gt;Mohammad&lt;br /&gt;Nur Iskandar&lt;br /&gt;Nuralam&lt;br /&gt;Pabali Musa&lt;br /&gt;Padmi Tjandramidi&lt;br /&gt;Pahrian Siregar&lt;br /&gt;Paulus Florus&lt;br /&gt;Pay Jarot Sujarwo&lt;br /&gt;Ridwan&lt;br /&gt;Rizal Adriyanshah&lt;br /&gt;Rizawati&lt;br /&gt;Rizky Wahyuni&lt;br /&gt;Rohana&lt;br /&gt;Sapariah Saturi Harsono&lt;br /&gt;Sarumli Sanah&lt;br /&gt;Severianus Endi&lt;br /&gt;Siti Lutfiyah&lt;br /&gt;Stefanus Akim&lt;br /&gt;Subardi&lt;br /&gt;Subro&lt;br /&gt;Supriadi&lt;br /&gt;Syamsudin&lt;br /&gt;Tan Tjun Hwa&lt;br /&gt;Tanto Yakobus&lt;br /&gt;Viryan Azis&lt;br /&gt;W. Suwito&lt;br /&gt;Wendi Jayanto&lt;br /&gt;Yohanes Supriyadi&lt;br /&gt;Yulianus&lt;br /&gt;Yusriadi&lt;br /&gt;Zeng Wei Jian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-8660524315729759135?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/8660524315729759135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/09/seruan-pontianak.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8660524315729759135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8660524315729759135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/09/seruan-pontianak.html' title='Seruan Pontianak'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SsDNgR1bFvI/AAAAAAAAAF0/Rn7vP-Ffvbc/s72-c/Enggang+dan+tengkorak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-2770743952484077402</id><published>2009-06-11T15:47:00.008+07:00</published><updated>2011-12-25T23:35:15.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBC'/><title type='text'>Gawai Blogger 2009‎</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SjDMu9CQ5TI/AAAAAAAAAFk/J1KrS528SyM/s1600-h/gaul.bmp" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345997864718886194" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SjDMu9CQ5TI/AAAAAAAAAFk/J1KrS528SyM/s200/gaul.bmp" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="121" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:smarttagtype downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/" name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="PlaceName" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="PlaceType" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:99.25pt 3.0cm 3.0cm 3.0cm;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt; as one of the largest island has a lot of despairs. &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt; is a heaven of the world to save the two related currencies. Tropical forests are exploited for illegal logging. Biological richness in the forest almost extinct is over the loss of one bye one species in the forests of &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt;. The Potency will not be added as value for the community when not managed and promoted properly.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;Viewing conditions with the same concern is based, BBC and Tribune Institute have an integrated action plan to regenerate and increase public awareness about the how important preservation of &lt;st1:place st="on"&gt;Borneo&lt;/st1:place&gt;, in viewing the different sectors: economic, social and cultural.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;Gawai Blogger (Blogger Party) is a gathering event for Blogger of Kalimantan island (&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; and Brunei Darussalam). This activity seeks concrete action from the Blogger to &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Island&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; in particular and the world in general.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-size: 85%;"&gt;&lt;o:p&gt;For more information please visit &lt;a href="http://www.blogger.com/www.gawaiblogger.blogspot.com"&gt;www.gawaiblogger.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-2770743952484077402?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/2770743952484077402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/06/gawai-blogger-2009.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2770743952484077402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2770743952484077402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/06/gawai-blogger-2009.html' title='Gawai Blogger 2009‎'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SjDMu9CQ5TI/AAAAAAAAAFk/J1KrS528SyM/s72-c/gaul.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-5095729343751112421</id><published>2009-06-10T16:23:00.004+07:00</published><updated>2011-11-29T02:25:17.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Bertemu ‘Dayak’ Philipina</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/Si979tqJzFI/AAAAAAAADfY/OOmnl7OTKO8/s1600-h/philipina+6.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345627582870703186" src="http://1.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/Si979tqJzFI/AAAAAAAADfY/OOmnl7OTKO8/s320/philipina+6.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 215px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 159px;" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: &lt;a href="http://wisnupamungkas.blogspot.com/"&gt;A. Alexander Mering&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangkat tangan tinggi-tinggi. Suaranya seperti serangga membolongi tiang. Irama mantra yang sukar diikuti pendengaran. Kadang seperti mengerang, kadang bergumam setengah menyanyi. Tak ada yang benar-benar faham apa yang diucapkan, bahkan orang-orang dalam ruangan, tempat kami berkumpul.&lt;br /&gt;“Itu bahasa Sebanon,” bisik Elmer Lakandula Palahang, sorang dosen sejarah di Mindanao State University-Main, Marawi City. Sebuah kota yang berjarak 10 jam perjalanan naik bus dari kota Zamboanga. Dia teman sekelas saya di intensive Program di Silsilah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja banyak yang bengong. Karena umumnya masyarakat Zamboanga menggunakan bahasa Cabacano.&lt;br /&gt;Klik. Klik. Klik! Aku membidik 3 kali, snapshot, tapi kurang fokus. Aku membidik sekali lagi. Kali ini close up. Nah, sangat dekat. Eh, tiba-tiba seorang photographer menyenggolku. Hampir saja telentang di lantai batu, untung sempat berpaut di kaki bangku. Bau keringat menghambur ke udara ditiup kipas angin. &lt;br /&gt;Aku menyelip di antara ketiak para penonton. Lelaki itu memutar-mutar beberapa helai daun di kepala Jemes Malicay. James adalah relawan pertunjukan hari ini, dia salah seorang staff Silsilah.&lt;br /&gt;Meski bukan yang terbesar, kata Elmir, populasi Suku Subanon jumlahnya cukup banyak di Philipina. Subanon artinya orang sungai. Mereka dianggap penduduk asli beberapa pulau di Philipina, seperti suku Dayak di Pulau Borneo.&lt;br /&gt;“Beberapa teori mengatakan suku ini dulu bermigrasi dari Pulau Borneo”.&lt;br /&gt;Hmm, jika melihat namanya, suku ini kemungkinan besar adalah perantau. Karena nenak moyangnya sudah mengenal teknologi perahu.&lt;br /&gt;Seekor ayam tiba-tiba dibawa masuk ruangan. Dia meronta-ronta dalam ikatan tali. Pembaca mantra menghunus pisau, siap menggorok. Para penonton tercekat. Aku mundur beberapa tindak, mencari sudut terbaik untuk membidik. Lagi-lagi kesenggol photographer tengik.&lt;br /&gt;“Karena ini hanya contoh, ayamnya tidak dipotong,” kata Timuay dalam bahasa Cabacano. Tapi  jambul ayam sudah sempat dikerat sedikit, darahnya tak seberapa.&lt;br /&gt;“Syukurlah”. Aku merasa lega, tapi ayam menciap-ciap lemah. James  cuma cengengesan, air campur darah menetes di kepala dan  telapak tangannya. Lelaki itu menyeringai puas.&lt;br /&gt;Ia membabtis James, dengan air dan darah ayam. Nah James sekarang memiliki nama suku itu. Sayangnya aku lupa nama James yang baru itu. Ohya sebelumnya, dia juga mempraktikan bagaimana menikah adat ala Subanon. Relawannya Mohammad temanku dari Center for Research and Inter-Religious Dialogue (CRID) dan Jamilah. Jamilah adalah teman Elmir. Mereka bekerja pada Universitas yang sama di Merawi. Muhamad dan Jamilah tukaran cincin, dan saling menyuapi nasi dan telur ayam.&lt;br /&gt;Aku terpesona. Beberapa suku di Borneo juga mempunyai ritus serupa, terutama orang Dayak. Alat peraga adatnya pun mirif. Misalnya daun sabang atau rinyuakng merah untuk acara adat. Malah dia menambahkan ikatan kucai dan selembar daun lain yang tak kukenal.&lt;br /&gt;Lelaki itu bernama Timuay Bakil Gumandao. Salah seorang tetua adat Suku Subanon. Agak sukar mengingatnya, untung panitia mencatatnya di secarik kertas.&lt;br /&gt;Timuay beraksi lagi tak peduli penonton. Ia tampak ahli. Aku teringat tukang nyangahatn  di kalangan Dayak Kanatn.  Bahkan kain penutup kepalanya pun mirif, hanya motif dan warna warni saja yang bebeda.&lt;br /&gt;Aku penasaran. Usai pertunjukan, ditemani seorang penterjemah aku menguntit Timuay pulang ke Kampung Limpapa. Jaraknya 40 kilometer dari kota Zamboanga. Limuay dan keluarganya tinggal di sebuah pantai laut yang bagus, di kaki bukit  Paksuluan.  Tapi banyak bukit di sekitar situ, termasuk Kamarangan. Lingayun, lipunuk, baga busai, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Agak sulit untuk mewawancarainya,  karena Timuay tak bisa berbahasa Inggeris. Sedangkan aku tak mengerti bahasa Subanon dan Cabacano. Penterjemahku cuma faham Cabacano.&lt;br /&gt;“Sekitar 1000 orang tinggal di bukit,” kata Timuay. Mereka hidup berdasarkan adat istiadat yang diturunkan nenek moyang. Melakukan upacara sepanjang hidupnya untuk menghormati sang khalik, alam dan roh-roh penjaga jagad raya seperti tradisi masyarakat Dayak. Jika Dayak Kanayatn menyebutnya Jubata, mereka menyebutnya Diwata, sementara roh-roh lain disebut apu-apu. Ketika aku memperdengarkan sebuah mantra penjinak lebah Dayak Kantuk Kapuas Hulu lewat HP, dia mencondongkan telinga dekat-dekat.&lt;br /&gt;Karena Subanon juga memiliki mantra menjinakkan lebah, ketika akan mengambil madu. Mulai dari peraga adat, alat musik, gerak-gerik dan beberapa bahasa yang dipakai hampir mirip. Aku makin penasaran, mencoba mengorek beberapa mythology dan cerita lisan, dia bilang memerlukan waktu untuk menceritakannya. Selain itu juga harus memenuhi aturan-aturan tertentu secara adat.&lt;br /&gt;Andai saja aku punya waktu cukup, niscaya aku akan semakin banyak yang aku ketahui tentang suku ini.&lt;br /&gt;Aku pulang ke penginapan dengan perasaan tak karuan. Rasa penasaran yang tak terjawab lunas. Waktu terlalu pendek untuk sebuah keingintahuan, ternyata. Malamnya aku mencari Elmer lagi, dia bilang Suku ini dulunya terpecah menjadi dua. Yang tetap mempertahankan adat istiadat nenek moyangnya disebut Gumabon Gabon, kelompok yang menganut Islam disebut Kalibugan, Moro groups.&lt;br /&gt;Mungkinkah mereka dan nenek moyangku dulu, sama-sama berasal dari suatu waktu, suatu tempat yang entah kapan dan dimana. (publish in Borneo Tribune, Juni 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-5095729343751112421?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/5095729343751112421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/06/oleh.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5095729343751112421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5095729343751112421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/06/oleh.html' title='Bertemu ‘Dayak’ Philipina'/><author><name>Alexander Mering</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SK6EtkUZlpI/AAAAAAAACVE/tL6ltD3gVdU/S220/Mering.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/Si979tqJzFI/AAAAAAAADfY/OOmnl7OTKO8/s72-c/philipina+6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-879463920847970474</id><published>2009-06-10T16:08:00.005+07:00</published><updated>2011-11-28T12:32:47.786+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Kutunggu Kamu di Santa Cruz</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/Si947P_JV_I/AAAAAAAADfI/RnvceLuufN8/s1600-h/Philipina+5.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345624242011068402" src="http://3.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/Si947P_JV_I/AAAAAAAADfI/RnvceLuufN8/s320/Philipina+5.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 225px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;By: &lt;a href="http://wisnupamungkas.blogspot.com/"&gt;A. Alexander Mering&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Januari silam, Markus Duan Allo, wartawan Kompas terbang ke Zamboanga. Dia mewawancarai orang-orang di Manila sebelum bertolak ke kota terpencil di ujung selatan Pulau Mindanao itu. Mereka memberinya peringatan, tak terkecuali Henry A Reveche, MNSA, kepala bagian urusan hubungan dan akreditasi media luar negeri, yang menangani kartu identifikasi wartawan asing di kantor sekretariat kepresidenan di Malacanang.&lt;br /&gt;"Kawasan itu penuh dengan penduduk yang terdiri dari berbagai kelompok dan keadaannya sulit diprediksi. Hati-hati, apabila pergi ke sana," kutipnya.&lt;br /&gt;Tapi aku sudah disini, berdiri tegak di pasir basah pukul 12 tengah hari. Dan yang terpenting aku belum mati, belum diculik atau ditembaki sparatis, seperti yang kerap disiarkan di media Philipina maupun media luar negeri. Aku cuma kehausan!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kuya, aku perlu air minum”.&lt;br /&gt;“Forgive me Bro, saya lupa membawa air dari kantor”.&lt;br /&gt;Dia bicara bahasa Inggris, tapi logatnya seperti tokoh kartun dalam film Speedy Gonzales. Maklum pengaruh Spanyol kental di sini. Namanya Horonato Calugcugan, Kepala Sekolah Dasar yang didirikan oleh Silsilah di pulau ini, tahun1989 lalu. Tapi panggilan akrabnya Kuya Boy. Kuya berarti Abang dalam bahasa Tagalog.&lt;br /&gt;“Pulau ini bagian dari Zamboanga, tapi tak ada sumber air bersih”.&lt;br /&gt;Matilah aku! Teroris pertama yang kutemui di sini justru kemiskinan. Untuk minum saja, penduduk harus menyebrang ke Zamboanga membeli air. Satu galon penuh harganya 2 Peso, setara dengan Rp 450. Setiap keluarga rata-rata menghabiskan 4 galon sehari.&lt;br /&gt;Namun aku masih berharap menemukan coca-cola, atau sprite di sini. Tapi rupanya memang apes, tak satu pun warung di sini menjual minuman. Anehnya cairan cuka berbungkus plastik bergantungan di sana-sini. Orang Philipina dikenal karena bumbu cukanya.&lt;br /&gt;“Dasar orang Philipina, lebih perlu cuka dari pada air minum,” gerutuku dalam hati.&lt;br /&gt;“Bro, kita singah ke rumah pemimpin di sini,” kata Kuya Boy. Dia merasa tak enak hati melihatku mulai mengap-mengap kekeringan. Apalagi angin bertiup cukup kencang membawa hawa panas bercampur amis laut ke daratan.&lt;br /&gt;Kami naik ke salah satu rumah di sana. Sebenarnya cuma pondok yang depannya dicat biru tua. Tapi itulah rumah terbaik yang kulihat di situ.&lt;br /&gt;“Asallamualaikum warahmatullahi wabarkatuh,” seru Mohammad. Semua penduduk di pulau ini muslim.&lt;br /&gt;Seorang pria paruh baya berkaus kutang bolong biru nongol di balik pintu. Tanganya ada bekas tato. Ia seorang pensiunan pegawai bank di Zamboanga dan menjadi Community Leader Great Santa Cruz Island. Istilahnya kedengaran keren. Padahal dalam bahasa lokal, disebut Porok. Hamid T Julhani namanya. Mirip nama kebanyakan orang Melayu Pontianak. Jadinya familiar sekali di telinga.&lt;br /&gt;Karena itu aku tak segan-segan meminta segelas air minum. Karena jika ditunda lagi aku pasti semaput. Begitu juga Mohammad. Kami duduk di beranda.&lt;br /&gt;Hanya perlu 25 menit dari dermaga Zamboanga ke pulau ini naik bangkak, yaitu sampan bercadar. Jika 30 menit lagi naik speedboat, niscaya akan sampai di Basilan, pulau tempat pengikut Abu Sayyap dan tentara kerap tembak-tembakkan. Sepulangnya kami dari sana Inquirer—salah satu koran terbesar Philipina—dan media-media setempat memberitakan 10 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pengikut Abu Sayyap. Aku mengurut dada.&lt;br /&gt;Jika bom dijatuhkan di sana, anda tinggal berdiri untuk melihatnya. Sangat dekat. Bau mesiunya pun bisa tercium dari Santa Cruz Island.&lt;br /&gt;Pulau ini cuma dihuni 53 keluarga, burung-burung pantai dan 2 ekor anjing tua.&lt;br /&gt;“Anjing itu dulu milik seorang guru,” terang Boy. Meski pemiliknya sudah pergi, tapi penduduk setempat tetap menghormati jasa-jasanya. Karena itu anjing sang guru tetap dibiarkan hidup. Mereka tetap memberinya makan dengan cukup, walau tak menyentuhnya. Pekerjaan utama penduduk pulau ini adalah nelayan selain memanen rumput laut.&lt;br /&gt;Bagian yang paling besar disebut Great Santa Cruz Island dan yang kecil Little Santa Cruz Island.&lt;br /&gt;“Pulau kedua cuma dijadikan pemerintah Philipina sebagai navy resort,” kata Kuya Boy.&lt;br /&gt;Yang tak terlupakan dari pulau ini adalah pasirnya yang selalu basah, berwarna pink muda. Senjanya memikat. Konon bisa membuat setiap orang merasa ingin jatuh cinta. Tentu saja ada kepak burung di kejauhan dan perahu nelayan yang perlahan-lahan tenggelam ke balik cakrawala. Selebihnya adalah hutan mangrove yang tumbuh liar di rawa-rawa.&lt;br /&gt;Karena itu walau ditakut-takuti media, tetap saja ada turis yang nekad datang. Di atas rawa-rawa itulah Suku Badjao atau Samal mendirikan gubuk-gubuk bambunya dan berkeluarga. Prihatin akan keadaan ini, Silsilah lantas mendirikan sekolah bagi anak-anak nelayan di sana. Tiap akhir pekan Kuya Boy datang menjenguk dan mengajar murid-muridnya.&lt;br /&gt;Pantaslah beberapa teman baruku di Kampung Senunuc, cemburu ketika mengetahui kami diberi izin pergi ke sana.&lt;br /&gt;Hamid meyakinkan kalau setakat ini pulau Santa Cruz cukup aman. Masalah utama mereka justru bukan teroris, tapi sumber air bersih dan kemiskinan. Ia berharap ada yang membantu menemukan teknologi murah untuk mengubah air laut menjadi fresh water.&lt;br /&gt;Saat akan pulang kami bertemu 3 warga yang bisa berbicara bahasa Malaysia. Walau terpatah-patah, lumayanlah untuk ukuran orang yang bertahun-tahun meninggalkan Malaysia. Ketiganya dulu pernah bekerja di Sabah. Mohammad tersenyum sumeringah, karena akhirnya ada yang diajak bicara. Sebab dari berangkat tadi dia diam saja. Apalagi President Silsilah Dialog Institute (SDI), Ms. Aminda E. Sano mengingatkan, agar berhati-hati dan tak memotret selama di pelabuhan Zamboanga.&lt;br /&gt;“Demi keselamatan kalian, kami harus ekstra,” katanya, pagi sebelum kami berangkat.&lt;br /&gt;Sehelai daun Sai-sai jatuh. Aku memungutnya sebelum pergi. Sepanjang malam aku berfikir tentang orang-orang di pulau itu dan undangan ke Basilan. Paginya kuterima SMS seorang teman baru dari pulau itu,”I W for U in Santa Cruz”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LEGENDA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keindahan pantai pulau Santa Cruz melengenda di seluruh Philipina, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena letak georgrafisnya yang dekat dengan wilayah konflik, Basilan. A. Alexander Mering dan Horonato Calugcugan berfoto bersama nelayan setempat di pulau itu, beberapa hari sebelum kontak senjata di Basilan yang menewaskan 10 orang. FOTO Mohammad/Borneo Tribune&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-879463920847970474?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/879463920847970474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/06/kutunggu-kamu-di-santa-cruz.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/879463920847970474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/879463920847970474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/06/kutunggu-kamu-di-santa-cruz.html' title='Kutunggu Kamu di Santa Cruz'/><author><name>Alexander Mering</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SK6EtkUZlpI/AAAAAAAACVE/tL6ltD3gVdU/S220/Mering.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/Si947P_JV_I/AAAAAAAADfI/RnvceLuufN8/s72-c/Philipina+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-833851327504809444</id><published>2009-01-08T19:27:00.004+07:00</published><updated>2011-11-28T13:00:21.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tajuk Rencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='West Borneo'/><title type='text'>Ancaman Empat Huruf di Limabelas Huruf</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SWXyI3xse2I/AAAAAAAAAFc/moHjkuLtDXg/s1600-h/hiv-aids.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288899571641776994" src="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SWXyI3xse2I/AAAAAAAAAFc/moHjkuLtDXg/s320/hiv-aids.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 184px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 130px;" /&gt;&lt;/a&gt;by &lt;a href="http://www.mering.web.id/"&gt;A. Alexander Mering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;“Brur,….masih doyan keluyuran ke tempat begituan?"&lt;br /&gt;Yang diajak ngomong mesem-mesem. Dia baru saja keliling Melawai. Rambut kribonya tak bergerak sama sekali ditiup angin kota metropolitan.&lt;br /&gt;“Wah, Brur…, ini bukan soal moral atau takut dosa. Tapi ini Jakarta, bung! Kota ini urutan ke empat penyebaran HIV/AIDS di Indonesia.”&lt;br /&gt;“Aii…mama, Papua nomor satu…”&lt;br /&gt;Alamak, orang ini, malah bangga tanah airnya di peringkat pertama penyebaran penyakit mematikan tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu kisah lama, pertemuan dengan seorang teman di apartemen Permata Senayan tahun 2006 lalu. Dia menginap di sana beberapa hari untuk ikut sebuah kegiatan di Jakarta.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan nasib Kalbar? Juli 2007 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengeluarkan data kasus HIV/AIDS per September 2006 sebanyak 504 kasus, Desember tahun 2006 sebanyak 635. Artinya kasus meningkat sekitar 45 %. Kapanlagi.com menulis rata-rata peningkatan penderita penyakit ini meningkat 20 persen di Pontianak.&lt;br /&gt;Kemudian akhir November kemarin, ranking Kalbar naik ke peringkat ke-5 besar sebagai daerah rawan penyebaran penyakit mematikan ini. Tapi anehnya tak banyak yang bergeming terhadap fakta ini. Padahal Januari-Oktober 2008, jumlah penderita positif HIV di Kalbar sudah 370 orang dan yang terinfeksi AIDS 151 orang. 22 orang sudah tewas duluan.&lt;br /&gt;Apakah karena cara membunuhnya tidak sedramatis bencana alam? Terlalu pelan dan nyaris tanpa pertumpahan darah?&lt;br /&gt;Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy, mengingatkan kita, data di atas masih jauh dari keadaan sebenarnya, karena penularannya sulit terdeteksi, yakni seperti fenomena gunung es.&lt;br /&gt;Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah LSM dan sejumlah lembaga lain yang peduli, hanyalah untuk memperlambat kalau tidak dapat menangkalnya sama sekali. Karena penyebarannya sangat terkait dengan prilaku manusia, dengan berbagai dalih.&lt;br /&gt;Kaum mudah paling banyak ditunding menjadi media penyebarannya, konon karena generasi kini makin gampang melakukan seks pra nikah hingga seks bebas selain menggunakan obat terlarang yang menggunakan jarum suntik. Letak geografis Kalbar yang berbatasan dengan negara tetangga juga turut ditunding jadi biang kerok.&lt;br /&gt;Padahal jika ditelaah dengan berbagai kacamata, implikasinya sangat besar, menyelusup ke segala aspek kehidupan. Baik moral, ekonomi, politik, etika agama hingga hukum. Spanduk, Baligho, stiker hingga iklan di media seakan-akan cuma menjadi asesoris yang malah menambah meriah dunia.&lt;br /&gt;Yang kita kuatir pada suatu titik di depan, ada orang di Kalbar bertabiat sama dengan teman dari Papua di atas. Atau pulau Borneo ini kelak terpaksa dijaga dengan kondom seperti iklan yang dibintangi Edo Kondolongit yang ditayangkan di salah satu tv swasta. (publish in &lt;a href="http://www.borneotribune.com/" style="font-style: italic;"&gt;Borneo Tribune &lt;/a&gt;4 Desember 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-833851327504809444?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/833851327504809444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/ancaman-empat-huruf-di-limabelas-huruf.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/833851327504809444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/833851327504809444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/ancaman-empat-huruf-di-limabelas-huruf.html' title='Ancaman Empat Huruf di Limabelas Huruf'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SWXyI3xse2I/AAAAAAAAAFc/moHjkuLtDXg/s72-c/hiv-aids.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3748014343302396717</id><published>2009-01-07T16:15:00.005+07:00</published><updated>2011-11-28T12:23:49.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CPNS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='West Kalimantan'/><title type='text'>Sengkarut Penerimaan CPNS</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SWRvVisMOjI/AAAAAAAADYw/cpSAJqaqaaA/s1600-h/hanoto-penerimaan+CPNS+KKR+bermasalah.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288474278319897138" src="http://1.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SWRvVisMOjI/AAAAAAAADYw/cpSAJqaqaaA/s320/hanoto-penerimaan+CPNS+KKR+bermasalah.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 206px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 277px;" /&gt;&lt;/a&gt;by: A. &lt;a href="http://www.mering.web.id/"&gt;Alexander Mering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Mata Banyan berkaca-kaca. Koran di tangan disobek-sobek jadi seribu serpihan. Tergiang pesann ayah dan kakeknya di kampung, bahwa kalau selesai kuliah dia harus menjadi Pegawai Negeri Sipil (CPNS). CPNS, agar hidup terjamin dan dapat uang pensiun kelak.&lt;br /&gt;Entah berapa banyak otak generasi di pulau terbesar ke 3 di Dunia yang sudah ‘terdoktrin’ bahwa jika tidak jadi PNS dianggap tidak bekerja? Seolah, jika tak menjadi PNS, berakhirlah semuanya.&lt;span class="fullpost"&gt; Padahal Banyak sudah membayangkan jika dia menjadi PNS kelak, ia sudah bisa ngredit sepeda motor, merencanakan perkawinannya dengan anak Mantan Camat di kampungnya. Apalagi dia Sarjana! Dia sudah berhitung, dalam hitungan beberapa tahun ke depan, dia bakal jadi kepala dinas, berhubung Kabupaten Pemekaran Baru. Terbayang-fasilitas yang diberikan Negara, mobil dinas, SPPD, fee kiri-kanan dan seterusnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;Jadi jangan heran kalau puluhan ribu orang, dari dan luar Kalbar menyerbu untuk melamar. Luar biasa!&lt;br /&gt;Di Britania Raya, pegawai negeri - tergabung ke dalam apa yang disebut British Civil Service (Layanan Sipil Inggris). Mereka adalah pekerja yang direkrut dan dipromosikan berdasarkan keahlian, dan tidak termasuk mereka yang ditunjuk menduduki jabatan tertentu. Mereka harus netral. Di negeri paman Sam, US, PNS adalah "segala posisi yang ditunjuk pada cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif Pemerintah Amerika Serikat, kecuali posisi-posisi tertentu dalam uniformed services.&lt;br /&gt;Awal abad ke-19, berdasarkan spoils system, semua birokrat tergantung pada politisi yang terpilih dalam pemilu. Hal tersebut diubah dalam Undang-undang Reformasi Pegawai Negeri Pendleton tahun 1883, dan saat ini seluruh pegawai negeri di AS ditunjuk dan direkrut berdasarkan keahliannya, meski pada pegawai negeri tertentu seperti kepala misi diplomatik dan agen-agen eksekutif diisi oleh orang-orang yang ditunjuk secara politis.&lt;br /&gt;Di Perancis, PNS adalah pekerja karir. Meski menteri memiliki wewenang yang cukup besar untuk menunjuk posisi-posisi senior berdasarkan simpati politis.&lt;br /&gt;Di Jerman, dibedakan secara jelas antara jabatan politik dan jabatan karir. Pada kebanyakan negara, anggota angkatan bersenjata misalnya, tidak dikelompokkan sebagai pegawai negeri.&lt;br /&gt;Di Indonesia, Pegawai Negeri terdiri atas PNS, TNI, dan Polri dengann sistem karir. Mereka digaji dengan duit APBN dan APBD. Baik yang sungguh-sungguh bekerja maupun yang nongkrong di warung kopi. Baik yang rajin masuk kantor atau yang kerap molor. Menjadi PNS di negeri ini, seakan sebuah magnit. Anda bisa bayangkan berapa kocek Negara tebengkas untuk semua PNS di Negara ini. Belum lagi sistem yang semerawut menambah rumitnya masalah PNS di negara kita. Tahun 2006 saja Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, Taufiq Effendi, mengatakan negara merugi sekitar Rp 130 miliar setiap bulannya akibat semrawutnya data PNS. Agustus 2008, lagi Menpan mengakui terjadi perbedaan data PNS antara BKN, Depkeu, dan Askes. Di sejumlah Kabupaten di Kalbar, pengumuman penerimaan CPNS menuai protes. Melihat fenomena ini mata awam pun sudah dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik drama penermiaan CPNS di Kalbar. Walau para pejabat yang berwenang sudah memberi penjelasan tetapi tetap saja kita tahu bahwa tidak akan pernah ada asap jika tak ada api. Jika sistem rekrutment saja carut-marut, bagaimana output yang dihasilkannya nanti? Seharusnya pemerintah membenahi dulu sistem supaya kantong negara tak dibolongi terus-menerus mendengan cara-cara legal maupun ilegal. (publish in &lt;a href="http://www.borneotribune.com/"&gt;Borneo Tribune&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;9 Januari 2009).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Text Foto: Protes. Para pelamar CPNS yang kecewa melakukan demonstrasi di Kabupaten Kubu Raya. FOTO Hanoto. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3748014343302396717?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3748014343302396717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/sengkarut-penerimaan-cpns.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3748014343302396717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3748014343302396717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/sengkarut-penerimaan-cpns.html' title='Sengkarut Penerimaan CPNS'/><author><name>Alexander Mering</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SK6EtkUZlpI/AAAAAAAACVE/tL6ltD3gVdU/S220/Mering.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SWRvVisMOjI/AAAAAAAADYw/cpSAJqaqaaA/s72-c/hanoto-penerimaan+CPNS+KKR+bermasalah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-6751553635388284056</id><published>2009-01-03T14:46:00.011+07:00</published><updated>2011-11-28T12:30:49.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Man of The Years 2008'/><title type='text'>Empat Tokoh Inspirator Dapat Award</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SV8dGbB544I/AAAAAAAADYI/2CvojGGSfv0/s1600-h/Zul.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286976483728417666" src="http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SV8dGbB544I/AAAAAAAADYI/2CvojGGSfv0/s320/Zul.jpg" style="float: left; height: 127px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 101px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SV8czOkUo4I/AAAAAAAADX4/Kjo70Fdi1PE/s1600-h/Cornelis+gubernur.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286976153965601666" src="http://2.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SV8czOkUo4I/AAAAAAAADX4/Kjo70Fdi1PE/s320/Cornelis+gubernur.jpg" style="float: left; height: 129px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 83px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SV8dwvbcUgI/AAAAAAAADYY/zPwlmM_ujw0/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286977210758746626" src="http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SV8dwvbcUgI/AAAAAAAADYY/zPwlmM_ujw0/s320/images.jpg" style="float: left; height: 127px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 91px;" /&gt;&lt;/a&gt;by Budi Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat tokoh Kalimantan Barat mendapat penghargaan bergengsi pada kegiatan bertajuk man of the year yang diselenggarakan Borneo Tribune untuk menutup tahun ini. Keempat tokoh tersebut terpilih sesuai dengan bidang profesi yang digelutinya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bertempat di Hotel Gajah Mada, Pontianak, pagelaran acara penganugerahan man of the year mengundang perhatian banyak kalangan. Sejumlah tokoh dan pemuka masyarakat Kalbar tampak menghadiri kegiatan yang baru kali pertama digelar di Kalimantan Barat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dimoderatori Yusriadi, diskusi refleksi akhir tahun menjadi pembuka acara. Empat orang tokoh dengan tingkat kepakarannya masing-masing menyampaikan pokok-pokok pikiran dan analisisnya masing-masing terhadap peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sepanjang tahun 2008. Kelima tokoh tersebut adalah Zulfadhli, A.R. Muzammil, Fanshurullah Asa, dan Djamaluddin Malik.&lt;br /&gt;Pada acara diskusi tersebut, tak lupa para tokoh yang hadir tersebut menyampaikan proyeksinya terhadap kondisi yang akan terjadi di tahun 2009.&lt;br /&gt;Usai kegiatan diskusi yang mengundang antusiasme peserta untuk mengutarakan ide-ide segarnya dalam rangka menutup tahun 2008, tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Penganugerahan tokoh man of the year menjadi klimaks kegiatan yang diselenggarakan di pengujung tahun tersebut. Dikemas dengan kemasan acara yang agak unik. Acara berlangsung semarak.&lt;br /&gt;Pembawa acara mengumumkan nama-nama peraih penghargaan man of the year. Tiga kategori direbut oleh empat orang peraih. Hampir semua pembicara pada diskusi refleksi kahir tersebut meraih penghargaan. Untuk katagori tokoh pemerintahan Gubernur Cornelis menyabet gelar tersebut bersama Ketua DPRD Kalbar Zulfadhli. Keduanya dinilai layak mendapat apresiasi berkat keberhasilannya membangun harmonisasi pemerintahan di Kalbar sepanjang tahun 2008.&lt;br /&gt;Untuk katagori bidang pendidikan, Anggota DPR RI dari PAN Dapil Kalbar, Fanshurullah Asa memenangi penghargaan yang cukup bergengsi tersebut. Penganugerahan tersebut didasari pada prestasi dan kinerja yang ditunjukkan Ifan--apaan akrabnya--atas komitmennya memotong separuh gajinya untuk beasiswa pendidikan putra-putri Kalbar.&lt;br /&gt;Sementara untuk bidang ekonomi-bisnis, Direktur Utama Bank Kalbar, Djamaluddin Malik mendapatkan penghargaan prestitius tersebut. Prestasi untuk Dirut Bank Kalbar ini berdasar pada prestasi Bank Kalbar di bawah kendali Djamaluddin yang berhasil menggerakkan roda perekonomian mikro di Kalbar. Prestasi Bank Kalbar yang mendapat award di tingkat nasional juga menjadi salah pertimbangan.&lt;br /&gt;Nur Iskandar, Pimred Borneo Tribune pada kesempatan tersebut menyebut kegiatan yang diselenggarakan kali ini merupakan sebuah upaya besar untuk mengembangkan kultur apresiatif terhadap karya yang dibuat putra-putri terbaik Kalbar.&lt;br /&gt;“Kita ingin memberi inspirasi kepada khalayak tentang pentingnya menghargai sebuah prestasi. Kami akui masih ada beberapa kekurangan dalam kegiatan perdana ini, Insya Allah tahun depan kita selenggarakan dengan lebih baik lagi,” kata Nur Iskandar.&lt;br /&gt;(publish in Borneo Tribune, 31 Desember 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-6751553635388284056?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/6751553635388284056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/empat-tokoh-inspirator-dapat-award.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/6751553635388284056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/6751553635388284056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/empat-tokoh-inspirator-dapat-award.html' title='Empat Tokoh Inspirator Dapat Award'/><author><name>Alexander Mering</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SK6EtkUZlpI/AAAAAAAACVE/tL6ltD3gVdU/S220/Mering.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SV8dGbB544I/AAAAAAAADYI/2CvojGGSfv0/s72-c/Zul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-9181989646418292919</id><published>2009-01-02T16:22:00.000+07:00</published><updated>2009-01-07T16:25:03.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='West Kalimantan'/><title type='text'>Rekayasa Banjir Sebelum Tenggelam</title><content type='html'>By A. Alexander Mering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedia payung sebelum hujan! Ini pepatah lama yang kerap dilupakan para pengambil kebijakan di pulau ini, khususnya di Kalimantan Barat. Akibatnya, tiba-tiba rumah Uteh Berahim di Pinggir sungai Kapuas Hanyut di seret arus, rumah Bang Man di Tanjung Hulu terendam banjir.&lt;br /&gt;Lantaran pengetahuan yang terbatas, orang kampung paling hanya bisa menyalahkan atau pasrah pada alam. Ini akan disusul berjejal-jejalnya pasien di Rumah sakit karena sakit perut, muntah berak, demam berdarah dan berbagai ekses yang ditimbulkan pasca banjir kelak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kerugian ini tidak termasuk kulkas Bu Jainab yang rusak terendam pasang, tidak termasuk berhektar-hektar padi yang puso di Mempawah dan sejumlah kabupaten.&lt;br /&gt;Padahal banjir tak cuma sekadar gejala alam dan peristiwa yang selalu berulang-ulang. Bagi orang muslim yang rajin membaca Alquran dan penganut nasarani yang membaca Alkitabnya pasti tahu sejarah banjir besar di jaman nabi nuh dengan landasan teologis masing-masing.&lt;br /&gt;Para ahli lingkungan berkesimpulan intervensi manusia terhadap alam kian memperbesar petaka yang terjadi akibat banjir. Banjir menjadi bagian dari fenomena global. Ketika masih hanya menjadi gejala alam, ia dengan tidak begitu sulit bisa diramalkan karena menjadi bagian dari siklus iklim. Misalnya para orang tua dulu sering bilang, kalau bulan sudah berujung dengan uruf 'er' maka sudah saatnya musim hujan dan banjir. Tetapi ketika menjadi fenomena global maka ramalan banjir yang demikian tak lagi mempan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kota Pontianak yang dulu dikenal sebagai kota air walau tak sama persis dengan Amesterdam, Belanda? Mengapa sekarang makin parah jadi kota banjir pula? Wali kota yang baru mesti memikirkan apa yang pernah ditulis oleh Prof. Abdul Hamid, di situs Borneo Blogger Community, mengenai Rekayasa Anti Bencana Banjir. Design Tata ruang kota Pontianak yang sangsot bisa menjadi sumber petaka banjir seperti yang dialami Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Seorang blogger dari Kalimantan Selatan, menulis dengan getir sebuah artikel berjudul Mencipta Bencana di Tanah Borneo di situsnya http://taufik79.wordpress.com.&lt;br /&gt;"Kepulauan Nusantara sekilas di peta persis seperti bilah lidi atau korek api yang disusun oleh anak-anak dalam permainan mereka. Seandainya Pulau Kalimantan rusak atau hancur maka bilah lidi kepulauan Nusantara akan patah."&lt;br /&gt;Jika pulau ini terus dieksploitasi tanpa memikirkan kelestarian lingkungan, maka tak cuma lidi itu yang patah, tetapi 3 negara yang bergantung kawasan Heart of Borneo sebagai menara air mereka juga akan musnah.&lt;br /&gt;Belajarlah kepada sejarah. Memanglah Masjidil Haram di Mekah saja pernah kebanjiran, dan telaga Zam Zam pernah laput, tetapi Tuhan juga tak mahu manusia menyerah.&lt;br /&gt;Jangan mengira pepatah lama dan kearifan lokal di atas cuma berlaku di jaman Hang Jebat dan Hang Tuah. Salah-salah jangankan sedia payung sebelum hujan, warga Kalbar dan khususnya Pontianak bahkan tidak tahu mahu sedia apa sebelum tenggelam. Salah satu jalan adalah Merekayasa Banjir sebelum pulau terbesar ketiga di dunia ini tenggelam!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-9181989646418292919?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/9181989646418292919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/rekayasa-banjir-sebelum-tenggelam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/9181989646418292919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/9181989646418292919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2009/01/rekayasa-banjir-sebelum-tenggelam.html' title='Rekayasa Banjir Sebelum Tenggelam'/><author><name>Alexander Mering</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_AlocPuuo6lQ/SK6EtkUZlpI/AAAAAAAACVE/tL6ltD3gVdU/S220/Mering.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-2459456840775776183</id><published>2008-11-19T17:00:00.000+07:00</published><updated>2008-11-19T17:03:02.364+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Acara Pelepasan Utusan Borneo Blogger ke PestaBlogger 2008</title><content type='html'>By Freddy Hernawan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijadwalkan sekitar tanggal 19, 20 atau 21 November 2008, Kita, Borneo Blogger Community akan mengadakan acara Pelesapan Utusan Blogger Borneo ke Pesta Blogger 2008 di jakarta. Sempat tercetus ide acara pelepasan, foto-foto pakai banner dan lain sebagainya di bandara supadio. Namun Bang Yaser menyarankan acara di plasa telkom Pontianak saja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rencana, dalam acara ini akan di liput oleh beberapa media Cetak Lokal pontianak. Selain itu, yang tak kalah serunya, dalam acara pelepasan utusan Blogger Borneo tersebut juga dihadiri oleh GM Telkom Kalbar Bu Dwi sebagai salah satu sponsor partner Borneo Blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi teman-teman Borneo Blogger khususnya yang sedang berada di Pontianak, diharapkan kehadirannya kelak. kita kopi darat, kenalan bagi yang belum kenalan, Foto-foto, baik dari masing-masing maupun dari fotografer wartawan yang meliput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Don’t Miss it okey?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, sebelum lupa, admin minta saran nih, enaknya acara pelepasan itu tanggal berapa dan jam berapa yah?? mumpung jadwal belum ditentukan. biar kita semua bisa saling nyocokin jadwal gt. biar rame biar seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-2459456840775776183?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/2459456840775776183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/11/acara-pelepasan-utusan-borneo-blogger.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2459456840775776183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2459456840775776183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/11/acara-pelepasan-utusan-borneo-blogger.html' title='Acara Pelepasan Utusan Borneo Blogger ke PestaBlogger 2008'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-1354548156081571494</id><published>2008-07-02T11:31:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:27:09.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Wanita Pertama Kalbar ke Kutub Utara Siap Jadi Senator</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_PGcSRTLPhdc/SGsFvX7A45I/AAAAAAAAAC4/Fq6lVzTnO5U/s1600-h/kutub+utara+DPD.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218270904672379794" src="http://bp2.blogger.com/_PGcSRTLPhdc/SGsFvX7A45I/AAAAAAAAAC4/Fq6lVzTnO5U/s320/kutub+utara+DPD.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 196px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 262px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Erma S. Ranik salah satu aktivis pemberdayaan ketika mengambil formulir pendaftaran calon anggota DPD Kalbar di KPU (1/7). FOTO Budi Rahman/Borneo Tribune.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Budi Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erma Suryani Ranik, wanita muda yang selama ini dikenal sebagai aktivis yang gigih membela hak-hak masyarakat adat dan kaum marjinal siap merubah haluan politiknya. Sebagai aktivis yang tahu persis kesulitan dan perjuangan masyarakat kecil ia ingin mengkongkritkan menjadi sesuatu yang lebih nyata.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selasa, (1/7) wanita Kalbar yang pertama kali menginjakkan kaki di Greenland, kutub paling utara bumi ini terlihat berbincang ringan dengan rekan-rekannya di KPU Kalbar. Pagi kemarin Ia bersama sejumlah rekannya berencana mengambil formulir pendaftaran calon anggota DPD Kalbar pada Pemilu 2009. Dengan ramah Erma tidak menolak untuk berbincang mengenai motivasinya menjadi senator dari Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;”Sebenarnya peran DPD bisa maksimal. Peran DPD berdasarkan undang-undang itu banyak. Di provinsi lain seperti kita lihat Bali, Sulawesi Selatan, dan DKI kita lihat peran mereka cukup maksimal,” kata wanita berkacamata ini menyebut nama-nama anggota DPD  salah satu motivasinya.&lt;br /&gt;Sejak tahun 1999 Erma mengaku sudah menerjuni dunia pemberdayaan. Masuk kampung ke luar kampung adalah aktivitas yang ia geluti selama sembilan tahun terakhir. Dari hasil kunjungannya ini Erma melihat kesejahteraan masyarakat di kampung masih terpinggirkan. Kebijakan pemerintah belum menyentuh hajat hidup orang kampung. Sementara peran dan kiprah wakil rakyat Kalbar di pusat juga tidak kunjung kelihatan secara signifikan.&lt;br /&gt;”Ini masanya orang muda tampil. Banyak kawan-kawan yang memberi dukungan. Kalau nda sekarang kapan lagi?” kata wanita kelahiran tahun 1975 ini menyebut alasannya.&lt;br /&gt;Keputusan untuk menjadi senator bagi Erma bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Proses ini telah berlalu selama satu tahun. Ia telah melihat dan memikirkan dengan jelas apa yang harus ia perjuangakan kelak sebagai wakil rakyat di daerah. Persoalan kemiskinan dan keterbelakangan menurut Erma adalah perkara kunci yang harus cepat dicari jalan keluarnya.&lt;br /&gt;”Saya pernah ditanya orang Batang Lupar, Kapuas Hulu. Bu apa sih kerja anggota DPD kita? Momen itu yang membuat saya terlecut,” kata Erma mengenang kisah dalam salah satu perjalanannya.&lt;br /&gt;Soal peluang dan dukungan untuknya, Erma menyebut saat ini ia telah mengantongi 2.400 KTP orang-orang yang mendukunganya. Ini baru di Kota Pontianak, kata alumni Fakultas Hukum Untan ini. Modal untuk maju sebagai senator di Senayan kelak juga telah dimiliki oleh Erma. Pengalamannya bergelut dengan orang-orang kampung di akar rumput dalam sejumlah isu, baik sosial maupun lingkungan telah membuat wanita cerdas ini optimistis.&lt;br /&gt;Pengalamannya terjun dan terlibat di berbagai organisasi dan gerakan pemberdayaan membuat Erma yakin akan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai senator kelak. Tak hanya berkutat di lembaga pemperdayaan lokal. Jam terbang aktivis yang juga jurnalis ini telah melanglang buana. Lembaga dunia pun sudah mengakui reputasinya. Ia tercatat sebagai salah satu anggota jaringan pemimpin muda Asia oleh UNDP yang berkantor di Bangkok, Thailand.&lt;br /&gt;”Saya orang Dayak pertama yang berkunjung ke Greendland, Kutub Utara bukan sebagai turis,” kata putri seorang polisi ini.&lt;br /&gt;Sebagai aktivis yang banyak bersentuhan dengan masyarakat, Erma menyadari politik etnis di Kalbar masih cukup kental. Sudah menjadi rahasia bersama tentang polarisasi etnik dalam setiap pengisian jabatan politis di daerah agar tercipta harmonisasi. Namun sebagai salah satu calon yang kenyang pendidikan politik Erma mengaku tak ingin sekat-sekat politik ini terus dipelihara. Baginya, tugas sebagai anggota DPD adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan warga Kalbar yang masih miskin.&lt;br /&gt;”Bukan soal mengamankan Dayak, bukan pula Melayu atau Madura. Ini bukan soal mengamankan etnis tapi bagaimana kita sebagai anggota DPD bisa mengamankan anggaran untuk Kalbar. Seandainya terpilih nanti saya akan perjuangkan DAU dan DAK buat Kalbar,” tegas Erma.&lt;br /&gt;Erma mengatakan bilamana terpilih kelak ia akan segera melakukan langkah dan terobosan yang selama ini kurang diperhatikan oleh empat anggota DPD Kalbar. Pertama soal kesejahteraan warga di perbatasan. Erma melihat kesejahteraan warga negara di kawasan beranda negeri masih memprihatinkan. Sebagai anak negeri Erma prihatin kondisi ini harus terjadi di sini dan hari gini.&lt;br /&gt;”Pertama ke depan saya akan buat Erma S Ranik Center di sini kalau saya terpilih untuk menjembatani tali komunikasi antara warga Kalbar dan saya. Selain itu masalah perbatasan juga akan menjadi fokus perhatian saya,” kata fasilitator dan pembicara di dalam dan luar negeri ini.&lt;br /&gt;Setelah cukup lama berbincang Erma yang datang terlalu awal kemarin kemudian mendatangi petugas yang menyediakan formulir di kantor KPU Kalbar. Erma pun mencatatkan diri sebagai orang ke-28 yang juga berminat menjadi senator dari Kalbar,  mengambil formulir. Jalan panjang masih harus dilalui untuk menjadikan dirinya sebagai wanita Dayak pertama ke kutub utara yang jadi senator. (publish in &lt;a href="http://www.borneo-tribune.net/"&gt;Borneo Tribune&lt;/a&gt; edisi cetak, 2 Juli 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-1354548156081571494?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/1354548156081571494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/07/wanita-pertama-kalbar-ke-kutub-utara.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/1354548156081571494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/1354548156081571494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/07/wanita-pertama-kalbar-ke-kutub-utara.html' title='Wanita Pertama Kalbar ke Kutub Utara Siap Jadi Senator'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_PGcSRTLPhdc/SGsFvX7A45I/AAAAAAAAAC4/Fq6lVzTnO5U/s72-c/kutub+utara+DPD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-5424219865757180518</id><published>2008-07-02T11:24:00.000+07:00</published><updated>2008-11-18T20:36:21.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miss Kalbar'/><title type='text'>Panasnya Pontianak, Panasnya Politik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_PGcSRTLPhdc/SGsDMZHiNlI/AAAAAAAAACw/2kT1Xw3bDKw/s1600-h/Demo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 290px; height: 193px;" src="http://bp0.blogger.com/_PGcSRTLPhdc/SGsDMZHiNlI/AAAAAAAAACw/2kT1Xw3bDKw/s320/Demo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218268104674653778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ratusan pendukung Barisan Melayu Bersatu datang ke Rumah Adat Melayu di Pontianak pada 20 Februari 2008. Mereka minta pemerintah melarang warga Tionghoa menggunakan bahasa Hakka atau Tio Ciu. Mereka juga menuntut pemerintah melarang perayaan Imlek dengan barongsai dan naga. Mereka minta semua aksara Mandarin dilarang di tempat-tempat umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Photo by Lukas B. Wijanarko. All rights reserved&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda tertarik untuk tahu ketegangan antar etnik di Pontianak, saya usul Anda membaca majalah Gatra minggu ini. Saya akan menerbitkan naskah, "Panasnya Pontianak, Panasnya Politik," pada hari Kamis. Mungkin naskah itu bisa membantu Anda untuk tahu detail dari sebuah ketegangan antar-etnik di Indonesia. Lengkapnya mengenai artikel ini, anda bisa baca di blog &lt;a href="http://andreasharsono.blogspot.com/"&gt;Andreas Harsono&lt;/a&gt;. Dia adalah wartawan Pantau yang menulis naskah ini untuk Gatra.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-5424219865757180518?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/5424219865757180518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/07/ratusan-pendukung-barisan-melayu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5424219865757180518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5424219865757180518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/07/ratusan-pendukung-barisan-melayu.html' title='Panasnya Pontianak, Panasnya Politik'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_PGcSRTLPhdc/SGsDMZHiNlI/AAAAAAAAACw/2kT1Xw3bDKw/s72-c/Demo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-9221651037540140138</id><published>2008-04-29T00:46:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:22:58.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Miss Kalbar'/><title type='text'>Miss Kalbar Menuju Miss Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBYOX-_oZ5I/AAAAAAAAACo/F4Sdaq702V4/s1600-h/Mis+Indo+hal+pagemaker+copy.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194355025428113298" src="http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBYOX-_oZ5I/AAAAAAAAACo/F4Sdaq702V4/s320/Mis+Indo+hal+pagemaker+copy.jpg" style="cursor: pointer; float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by Euodia Suryani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya cantik. Badannya tinggi semampai. Namanya Melia Ramadhanty. Dialah Miss Kalbar. Peserta No 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ingin meneruskan karir. Tak hanya berhenti sebagai Miss Kalbar. Jenjang perlombaan lebih tinggi pun, ia ikuti. Miss Indonesia. Alasan mengikuti perlombaan ini, ingin menggali potensi yang ada pada diri. Sekaligus menambah pengalaman dan wawasan. Selain itu, ia ingin menjadi perempuan Indonesia berkualitas, begitu katanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila memang terpilih, tentu tugas-tugas berat sudah menantinya di depan mata. Seperti menjalankan tugas yang sudah menjadi tanggung jawab Miss Indonesia. Kegiatan lain adalah, peran lebih aktif mempromosikan wisata. Kepedulian sosial dan lingkungan. Dan, seabreg kegiatan sudah siap dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan terbesar adalah, bisa mengangkat kebudayaan dan pariwisata Indonesia, yang ia nilai masih kurang promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sosok wanita tidak hanya cantik dan cerdas. Namun bisa bersikap baik dan tanggap dalam situasi apapun, dan mempunyai keperibadian menyenangkan,” ujar Dhanty menilai sosok seorang Miss Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain wajah cantik dengan penampilan menawan, ia juga membekali diri dengan pengetahuan, tentang kebudayaan daerah sendiri maupun keterampilan keuangan. Beberapa seminar pernah diikuti, seperti, seminar tenun khas Kalbar 2003. Seminar songket internasional 2006. Lokakarya sehari laporan keuangan pemerintah daerah berbasis standar akuntansi pemerintahan di Pontianak. Dan beberapa pelatihan dan kursus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berkaitan dengan sosok wanita Indonesia yang ingin tampil cantik, bukan saja kelihatan dari luar, tetapi juga dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pernah meraih beberapa prestasi. Bersama Sanggar Anantakupa Sintang, meraih juara I Tarian dan Musik Terbaik pada festival musik daerah kreasi dan tari daerah kreasi kabupaten Sintang pada 2002. Juara I Wedding Festival di Sintang 2002. Juara I Festival Kreasi Busana Muslimah di Sintang 2002. Juara I dan Juara Favorit Dare Sintang 2003. Putri berbakat pada pemilihan putri Indonesia Kalbar 2003. Sebagai Miss Kalimantan Barat 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seabreg prestasi yang pernah diraihnya. Tak heran, ia ingin jenjang yang lebih tinggi dan berprestsi. Selamat berjuang deh....(taken from Borneo Tribune, 28 April 2008)□&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-9221651037540140138?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/9221651037540140138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/miss-kalbar-menuju-miss-indonesia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/9221651037540140138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/9221651037540140138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/miss-kalbar-menuju-miss-indonesia.html' title='Miss Kalbar Menuju Miss Indonesia'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBYOX-_oZ5I/AAAAAAAAACo/F4Sdaq702V4/s72-c/Mis+Indo+hal+pagemaker+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3198401523104837356</id><published>2008-04-28T14:28:00.000+07:00</published><updated>2008-04-28T14:29:55.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seminar'/><title type='text'></title><content type='html'>P2ES-Borneo Blogger Community- Tribune Institute-Tribune Institute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMINAR AKBAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IT goes to UKM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupas Tuntas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rahasia sukses berdagang di Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tips ampuh menjadi pengusaha online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kiat UKM menembus perdagangan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tonton Taufik (Pengusaha rotan online - peraih Primaniyarta Award 2007 dari Presiden RI SBY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Louise Wulandari (Pengusaha online pertama di Pontianak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal : Selasa, 29 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu : 09.00 - Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat : Hotel Kapuas Pontianak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info pendaftaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hub: 0561-7010635 (FAJAR), 760421 (ONI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfirmasi kehadiran sebelum 26 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT TERBATAS&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAKOMAPIN PROPINSI KALBAR, TELKOM SPEEDY, PEMPROP, PEMKOT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3198401523104837356?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3198401523104837356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/p2es-borneo-blogger-community-tribune.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3198401523104837356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3198401523104837356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/p2es-borneo-blogger-community-tribune.html' title=''/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-8606081249461122610</id><published>2008-04-24T14:04:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T14:07:29.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NGO'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='West Borneo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Fenomena LSM Kalbar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBAxhO_oZ4I/AAAAAAAAACg/4SXdjds0oq8/s1600-h/IMG_0033.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBAxhO_oZ4I/AAAAAAAAACg/4SXdjds0oq8/s320/IMG_0033.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192704817388611458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Yohanes Supriyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;Dua hari lalu, tak sengaja saya berdiskusi dengan beberapa “petugas” LSM yang sudah 3 tahun menjadi petugas. Dia mengungkapkan keprihatiannya tentang fenomena LSM di Kalbar yang terpecah-pecah berdasarkan etnik, program, dll.&lt;br /&gt;“yang membuat saya risau, mereka saling bersaing kayak politisi. Korbannya tentu saja LSM kecil, baru berdiri dan masyarakat yang didampingi LSM itu”ujarnya lirih. LSM juga menurut lelaki muda ini, saling bersaing untuk menang di lembaga donor. Seolah-olah, merekalah (lembaganya) yang paling berhak, paling hebat dan paling layak untuk mendapatkan dukungan donor.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terperanjat, begitu kritisnya pemuda ini. Sambil minum kopi yang mulai dingin, sang petugas melanjutkan. “yang hebatnya, menurut saya, LSM di Kalbar juga saling menjatuhkan. Ada semacam persaingan antar LSM untuk mendapatkan donor. Mereka tidak bekerjasama secara kelembagaan, karena sentiment pribadi, merembet ke sentiment lembaga” ungkapnya. Pemuda yang pernah 3 tahun sekolah di luar Kalimantan ini menceritakan bahwa kadang-kadang masalah pribadi petugas (aktivis) LSM menjadi senjata bagi LSM lainnya untuk menghancurkan lembaga dimana petugas itu bekerja. “ini berbahaya bagi gerakan social di Kalbar” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari sesudah pertemuan itu, saya juga bertemu dengan beberapa “aktivis” LSM di sebuah warung kopi ditengah kota. Mereka bicara tentang kasus-kasus yang menimpa pejabat pemerintah, kasus-kasus criminal, kasus-kasus dimasyarakat urban. Saya mendengar, mereka mendiskusikan jalan keluar untuk menangani kasus itu dengan menemui pejabat yang bermasalah. Mereka juga mengaku sebagai aktivis LSM. Sekali lagi aktivis LSM. Bekerjanya juga dari warung kopi ke warung kopi lainnya. Ada istilah menarik, “kopi pancong”. Seharian mereka diwarung kopi. Modal mereka menurut info yang pernah aku dengar, hanyalah koneksi dengan pejabat pemerintah, wartawan dan akta notaries LSM. Mereka tidak memiliki kantor tetap, mungkin alamat LSMnya di rumah pribadi pengurus .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena-fenomena ini kemudian menambah daya tarik saya untuk menelusuri, benarkah keadaan LSM di Kalbar sedemikian parah ? benarkah LSM bekerja untuk rakyat ? atau mereka hanya memperalat rakyat untuk memenuhi ambisi mereka mendapatkan uang dari pejabat pemerintah dan atau lembaga donor luar negeri ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah LSM ?&lt;br /&gt;Sembilan tahun lalu, dalam sebuah workshop kecil di Bogor Jawa Barat, saya sempat bertemu dengan Alm.Mansyour Fakih, sesepuh LSM Indonesia. Dalam perbincangan dengan saya, beberapa komentar keluar dari konsultan beberapa LSM.Menurut Mansyour, istilah LSM di Indonesia sesungguhnya adalah pengganti istilah non-governmental organizations (NGO). Istilah ini diperkenalkan pada awal tahun 1980-an, karena istilah NGO dapat menimbulkan kesan dan interpretasi sebagai “anti pemerintah”, sesuatu yang tidak disukai rezim orde baru pada waktu itu. Karena itu sekarang ini (2000-an) sebagian LSM dengan sadar kembali mengembangkan istilah Ornop (Organisasi Non-Pemerintah), terutama oleh kalangan LSM yang bergerak dalam advokasi terhadap pemerintah. Namun demikian, dalam berbagai pertemuan informal atau formal, diskusi, seminar, lokakarya serta pemberitaan pers, dan sebagainya istilah LSM tetap lebih banyak dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1996, sewaktu masih kuliah, saya juga mempelajari tentang LSM di Pontianak. Dari bacaan, melihat langsung dan terlibat langsung itulah yang menumbuhkan semangat saya untuk menjadi LSM sebagai “pilihan profesi”. LSM menurut saya organisasi profesi, karena orang-orang didalamnya pasti orang-orang professional. Karena itu, pada tahun 1997, saya bersama 8 teman dari berbagai daerah pedalaman Kalbar mendirikan sebuah LSM yang bernama Kostma Borneo, kependekatan dari Kelompok Studi Mahasiswa Borneo. LSM yang berkantor di sebuah kamar kost ini sangat memungkinkan bagi aktivisnya untuk menghindari kejaran aparat keamanan, maklum ORBA masih sangat berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman saya, sesungguhnya LSM didirikan dengan tujuan-tujuan yang lebih ideal yaitu perwujudan dari semangat filantropi (philanthropist) dan altruisme (altruism). Dengan filantropi dimaksudkan “mencintai (sesama) umat manusia, dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan”, dan dengan altruisme dimaksudkan “menaruh perhatian dan kepedulian terhadap orang lain atau kemanusiaan”. Dengan perkataan lain apapun program atau bentuk kegiatan yang diselenggarakan LSM dilandasi oleh nilai-nilai ideal yang dirumuskan dalam bentuk visi, misi dan tujuan-tujuan organisasi lainnya. Nilai-nilai ini disebut dengan nilai-nilai moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan hokum LSM juga beragam, namun LSM tidaklah identik dengan yayasan. Yayasan adalah salah satu bentuk badan hukum yang kebetulan dipilih oleh sebagian besar LSM. Tidak semua yayasan dapat dikategorikan sebagai LSM sebagaimana halnya tidak semua LSM berbadan hukum yayasan, karena ada LSM yang mempunyai badan hukum perhimpunan atau perkumpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perbedaan penting yang perlu diperhatikan antara sebagian yayasan dengan LSM adalah bahwa: LSM ada dasarnya didirikan untuk keuntungan publik atau segmen masyarakat yang lebih luas (public benefit). Sedangkan yayasan ada yang didirikan untuk melayani kepentingan yang terbatas, misalnya kepentingan anggota-anggotanya saja. Misalnya, Yayasan Kostrad didirikan untuk melayani tentara yang menjadi anggota Kostrad. Demikian pula Yayasan Karyawan BULOG dan berbagai yayasan karyawan lainnya didirikan untuk kepentingan anggota-anggotanya saja (mutual benefit). Dalam berbagai definisi yang umum diterima, istilah LSM menunjukan beberapa bentuk organisasi atau kelompok dalam masyarakat yang secara hukum bukan merupakan bagian dari pemerintah (non-pemerintah) dan bekerja tidak untuk mencari keuntungan (non-profit) yang akan dibagi-bagikan kepada pendiri atau pengurus-pengurus, seperti yang dikenal dalam dunia perusahaan sebagai dividen. Istilah ini sekaligus menempatkan LSM sebagai “sektor ketiga” dalam tiga sektor model kehidupan manusia modern, yaitu sektor negara (state), pasar (market) dan masyarakat sipil (civil society) (lihat selengkapnya di tulisan Mansyour Fakih: 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FENOMENA LSM DI KALIMANTAN BARAT&lt;br /&gt;Sejak mahasiswa, saya hanya mengenal beberapa LSM yang aktif bekerja untuk “pemberdayaan masyarakat”. Awalnya, LSM-LSM ini bekerja bersama dengan pihak lembaga agama. Mereka melakukan kerja-kerja pengorganisasian rakyat. Petugas LSM ini semuanya tinggal di kota besar, Kota Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kalimantan Barat, ada satu LSM yang cukup terkenal sudah lama ”berkarya” berdiri tahun 1981. LSM ini dikelola dan didirikan oleh para guru, dosen, pegawai negeri orang Dayak yang ada di Pontianak. Awalnya LSM ini hanya mendirikan sekolah, namun pada tahun-tahun berikutnya, LSM ini berkembang menjadi ”gurita” LSM. Berkat berjaringan, LSM yang dikelola mereka ini bagai orang haus merindukan air. LSM ini banyak mendapat dukungan dari LSM-LSM nasional dan internasional, terutama untuk pengembangan kapasitas SDMnya dan ”perluasan” programnya dikampung-kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi ambisinya sebagai satu-satunya ”lembaga pemberdayaan” di Kalbar, LSM ini kemudian membentuk ”anak-anak” LSM, istilah di birokrasi pemerintah mungkin sub-unit. Setiap sub-unit LSM ini dikepalai oleh Direktur/ Koordinator. Bedanya, pengelolaan sub-unit LSM ini mandiri, hanya dalam kerangka mencari dukungan dana dari donor, mereka beraliansi-bersekutu-berserikat. Hasilnya, seluruh isu mulai dari lingkungan, HAM, demokratisasi, Pengelolaan sumber daya alam; kehutanan, pertanian, advokasi hukum, resolusi konflik dan rekonsiliasi, pengembangan ekonomi, penelitian kebudayaan, media; majalah, radio, televisi ditangani oleh LSM ini. Jadilah ia LSM ”terbesar” dari LSM yang pernah ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu (1980-2000), situasi Orang Dayak memang sangat menyedihkan di Kalbar. Mereka berada dalam suatu “kubangan” lumpur, yang tidak berdaya. Mereka tersisih dalam pembangunan, padahal jumlah populasi mereka terbesar diantara suku bangsa lainnya di Kalbar. Refleksi atas kondisi inilah yang kemudian menggerakkan petugas LSM ini untuk menjadikan target group program LSM-LSM itu dari kalangan masyarakat Dayak dipedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tokoh senior LSM, suatu kali mengatakan kepada saya, bahwa menjadi aktivis LSM pada masa ORBA penuh tantangan, tetapi karena itulah yang justeru membuat mereka menikmatinya. (bukankah sesuatu yang menantang itu menarik? Bukankah sesuatu yang dilarang itu membuat orang penasaran untuk melakukannya ?). Apalagi dengan dukungan data dan fakta, bahwa orang Dayak yang sulit diterima jadi PNS, maka pelariannya adalah menjadi aktivis LSM. Orang Dayak yang bersinar di era ORBA adalah yang menjadi pemimpin LSM. Jadi, jelas bahwa LSM-lah satu-satunya wadah ketika ORBA yang masih tersisa bagi orang Dayak untuk eksis dan masih bisa diperhitungkan. Menurut aktivis LSM yang sudah 18 tahun menjadi ”aktivis” ini, semakin kuat tekanan kepada LSM semakin bersinarlah LSM tersebut dan tentu saja pemimpinnya. Kehadiran aktivis LSM di kampung-kampung juga sangat dirindukan dan juga sekaligus dibenci oleh masyarakat dan aparat desa. Jadilah petugas LSM ini mendapat berbagai gelar, dari tukang diskusi hingga provokator. Namun, ada juga diantara mereka yang berhasil dijadikan ”jembatan emas” oleh orang-orang kampung dengan pejabat pemerintah dari orang dayak yang sedikit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, program yang dikembangkan oleh LSM-LSM ini adalah berpikir kritis, maka targetnya orang-orang kampungpun di fasilitasi berpikir kritis. Terjadilah pergumulan-pergumulan kehidupan di tengah-tengah orang Dayak. Wujud konkrit dari pergumulan itu adalah meningkatnya kapasitas SDM orang Dayak. Orang Dayak difasilitasi oleh LSM dan lembaga agama untuk bisa sekolah. Sebuah sub-unit LSM itu, misalnya menyelenggarakan program beasiswa mandiri. Sampai sekarang lebih dari 200 orang yang menerima beasiswa tsb. Sekarang mulai tampak bahwa di berbagai sektor telah ada orang Dayak yang ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara tahun 1980-2000 ekonomi makro mulai berkembang dan juga infrastruktur pedesaan membaik. Orang Dayak juga sudah banyak yang sekolah tinggi, menjadi pemimpin pemerintah di kabupaten, dan pejabat di provinsi. Tetapi, keberadaan Orang Dayak menurut versi petugas LSM-LSM itu masih saja sebagai suku dengan identitas sendiri dan tanah sendiri dan terus terancam. Dasarnya, lagi-lagi menurut petugas ini adalah masuknya investasi-investasi oleh korporasi global melalui pembukaan lahan perkebunan skala besar di kampong-kampung yang menjadi “lahan” mereka bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang mantan aktivis LSM, yang kini telah menjadi politisi (pengurus partai politik), ada banyak alasan bagi petugas LSM untuk ”meningkatkan” kesadaran kritis massa Dayak. Salah satu karya yang saya anggap fenomenal dari karya LSM Dayak ini adalah berhasilnya menyeragamkan penulisan kata ”Dayak”. Jika sebelumnya di berbagai literatur penulisannya berbeda-beda (Dyak, Dajak, Daya, Daya’ dll) maka setelah Konggres kebudayaan Dayak tahun 1992 itu, literatur-literatur telah seragam menggunakan kata Dayak. Promosi kata Dayak semakin menjadi-jadi, melalui buku-buku, laporan penelitian, majalah dll oleh petugas LSM. Promosi kata DAYAK berikut kehidupannya itu berhasil menyihir munculnya kesadaran etnisitas orang Dayak untuk bebas dari “ketertindasan”, terbuang dan teringgirkan ditanah sendiri. Gerakan ini seringkali tak terkendalikan oleh LSM itu sendiri. Akibatnya, Dayak menjadi etnik yang ditakuti oleh etnik pendatang. Dayak telah berhasil dikooptasi sebagai OBJEK utama pekerjaan LSM-LSM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas LSM yang masuk kategori kelompok menengah keatas, kelompok terdidik, dengan penuh percaya diri, keluar masuk kampong untuk memberikan penyadaran-penyadaran kritis. Melalui penyadaran-penyadaran kritis inilah, dikemudian hari telah berhasil memunculkan sikap percaya diri sebagai orang Dayak. Mereka menjadi sadar, bahwa mereka telah merasa terancam di tanah sendiri. Mereka takut identitas sebagai suku bangsa akan hilang. Ditengah-tengah rasa cemas akan masa depan, rasa aman yang tercabik, rasa takut yang berlebih, dan beragam rasa lainnya. Pendeknya, dunia orang dayak mulai terbuka ketika itu. Dunia luar masuk dan mereka masuk dunia luar. Keberhasilan mereka telah menjadi pendorong orang muda Dayak untuk terus meningkatkan kapasitas SDM. Walaupun jumlah orang Dayak yang terdidik masih sangat sedikit (kira-kira baru 1% dari total populasi Dayak), tetapi hal ini telah melahirkan sikap “mulai bangga menjadi orang Dayak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya adalah saat itu, saya baru dapat mengerti bahwa ketidakpuasan orang dayak dengan situasi, bersama dengan suatu ketakutan besar bahwa terancam hilang dipulau sendiri, dan frustasi karena system dan kekuasaan, menyebabkan mereka keluar atau meledak dalam kemarahan besar terhadap suku lain, yang dianggap ancaman terdekat (fisik), dan terkadang terjadi berulang-ulang selama puluhan tahun lalu. Saya melihat dan mengalami sendiri ledakan amarah orang dayak ini ditahun 1984, 1987, 1996, 1997 dan 1999 terjadi konflik antar etnik Dayak (dan juga Melayu tahun 1999) melawan etnik pendatang dengan korban jiwa dan harta terbesar sepanjang sejarah konflik antar etnik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa catatan saya menyebutkan, sejak 1980-an, banyak LSM yang sudah bekerja pada isu pengurangan kemiskinan. Keterlibatan LSM dalam membantu rakyat miskin yang sedang ditimpa krisis ini dilakukan melalui program-program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat yang disusun kalangan LSM sendiri dengan bantuan dana dari para donor. Keterlibatan LSM dalam program-program pengurangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat ini semakin dimungkinkan dengan adanya perubahan sikap lembaga donor yang semakin memberikan tempat bagi LSM untuk ikut mengambil bagian dalam berbagai program pemerintah RI, khususnya yang berhubungan dengan pengurangan kemiskinan di Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, pekerjaan LSM untuk pengurangan kemiskinan dikenal sebagai isu ekonomi. Kerennya, ekonomi kerakyatan. Sistem yang dikembangkan umumnya gaya lama, muka baru. Pengurus LSMnya semakin kaya raya, pengikutnya disistem ini tetap melarat alias miskin. Tidak ada ukuran yang jelas soal berapa populasi rakyat Kalbar yang menjadi ”kaya” dengan ikut dalam program LSM ini, yang paling jelas hanyalah bahwa anggotanya tetap miskin. Ada kredo, orang miskin mengumpulkan uang namun pengurusnya yang menikmati uang si orang miskin. Dari keseluruhan anggota, sekitar 70.000 anggota/2007, mungkin tidak 1% yang benar-benar berdaya oleh sistem keuangan ini sisanya, masih tetap miskin. Anehnya, sistem ekonomi ini oleh si petugas LSM ”dijual” sebagai sistem yang terbaik dari seluruh sistem keuangan dinegeri ini karena terbukti membuat orang miskin menjadi kaya di Kalbar. Padahal, fakta bahwa yang masuk anggota sistem ekonomi ini, umumnya memang orang kampung dan perkotaan yang sudah mapan secara ekonomi, yakni para pegawai negeri, pegawai swasta (perusahaan) dan para pemilik toko dikampung. ”untuk uang masuk, harus setor Rp. 1 juta, ini sulit bagi orang miskin”, ungkap seorang teman saya. Untuk pinjam, menurutnya, seringkali juga sangat sulit bagi si miskin, apalagi tabungannya masih sangat kecil. Dari penuturan si teman saya, yang mudah pinjam itu, para anggota PNS, TNI/Polri, pengusaha kecil dan menengah atau petugas LSM yang mengelola uang anggota. Kalau petugasnya malah mendapat keistimewaan, mereka bisa pinjam besar dengan bunga ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi rahasia umum bahwa sejak 1980, LSM-LSM juga harus berhadapan dengan pemerintah yang berupaya meningkatkan investasi dengan mengundang berbagai investor masuk di Kalbar. Beberapa catatan petugas LSM menyebutkan bahwa pada tahun 1960-an, perusahaan perkayuan mulai masuk untuk mengeksploitasi hutan Kalimantan, dimana orang Dayak tinggal dan hidup. Melalui pola Hak Pengusahaan Hutan ( HPH), ratusan perusahaan beroperasi tanpa henti, paling tidak hingga akhir tahun 2000 lalu. Pada awal tahun 2000, muncul pola baru bernama Hak Pemungutan Hasil Hutan 100 Ha ( HPHH 100 Ha ), yang izinnya melalui Bupati/Walikota berbentuk Koperasi. Namun pola ini ternyata hanyalah kamuflase dari pola HPH yang telah habis masa konsesinya pada akhir tahun 1999. Seiring dengan habisnya masa konsesi perusahaan, maka pihak perusahaan kayu pada akhir tahun 1990-an, memanfaatkan penduduk setempat untuk melakukan penebangan kayu secara besar-besaran diseluruh kampong orang Dayak. Polanya adalah dengan memanfaatkan pedagang-pedagang local yang diberi sedikit modal, akibatnya ratusan tembawang dan kompokng ( hutan buah ) dimana ribuan pohon tengkawang rusak dan hilang. Kini sangat sedikit sekali kampong yang mampu mempertahankan hutan tembawang dan kompokngnya dari terjangan mesin-mesin chain saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Areal perkebunan di Kalbar juga semakin diperluas menyusul dukungan dari Pemda Kalbar dengan mengeluarkan Peraturan Daerah No.8/1994 tentang prioritas pembangunan sector pertanian subsektor perkebunan. Kebijakan ini kemudian diperkuat lagi dengan dihasilkannya Peraturan Daerah No. 1/1995 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) Kalbar. Dalam RTRWP itu disebutkan bahwa seluas 5.257.700 Ha lahan akan disediakan untuk perluasan perkebunan. Sampai Desember 2000, pemanfaatan lahan untuk perkebunan di Kalbar telah mencapai 3.560.251 Ha ( 68 % dari 5,2 juta lahan yang dicadangkan). Kebijakan Pemda Kalbar tersebut sebagai upaya untuk menggantikan komoditas eksport kayu yang sejak tahun 1990-an makin menurun produksinya. Situasi ini mendorong LSM untuk mengkampanyekan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan lestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRITIK PADA LSM KALBAR HARI INI&lt;br /&gt;Tingginya kekerasan antar etnik di Kalbar medio 1980-2000, menurut saya, mungkin tanpa sadar merupakan hasil pekerjaan LSM-LSM yang mengorganisir masyarakat melalui pendidikan kritis. Petugas-petugas LSM, dalam kenyataannya telah membawa sebuah sikap masyarakat di kampong untuk “status quo”, takut berubah dan menciptakan dan membangunkan akar kekerasan. Karena dukungan teknis LSM dan ketidaksiapan para petugas LSM dalam kapasitas manajemen konfliknya, cara-cara yang dikembangkan masyarakat “dampingan” LSM tersebut adalah perlawanan dengan kekerasan. Kekerasan telah menjadi alat utama masyarakat yang telah “sadar” untuk melindungi diri, wilayahnya dari investor yang masuk dikampungnya. Dalam rentang waktu 20 tahun (sejak 1980-2000) misalnya, kekerasan demi kekerasan telah terjadi antara warga kampong Dayak dengan perusahaan + aparat keamanan + antar suku, banyak korban jiwa dan harta dari berbagai pihak. Dibakarnya salah satu bangunan dikomplek perkantoran salah satu LSM awal tahun 1997, misalnya, menyulut amarah rakyat Dayak dipedalaman. Dalam waktu singkat, puluhan ribu orang Madura harus rela untuk keluar dari pedalaman Kalbar. Siapakah yang diuntungkan karena situasi itu ? Selain itu, beberapa fakta menyebutkan, setelah masyarakat melakukan aksi perlawanan bersenjata dengan pihak perusahaan, yang diback up aparat pemerintah dan militer setempat, LSM yang bekerja pada isu lingkungan hidup sebagai “pendamping” lari dan kembali ke Kota. Mereka berlindung dari serangan, mengindar dari konflik masyarakat dengan perusahaan. Ketika terjadi konflik masyarakat dengan perusahaan, petugas LSM bisa saja lari, karena mereka punya uang, punya teman di luar. Tetapi masyarakat ? mereka tidak bisa lari dari kampong, karena tak punya uang, tak punya teman didunia luar. Saya sedih, karena LSM juga seringkali membiarkan masyarakat berjuang sendiri pasca perlawanan mereka dengan perusahaan. LSM benar-benar telah menjadi provokator ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena menarik lainnya adalah, mungkin sekitar tahun 2005, LSM Dayak mulai membuka diri dengan LSM yang dikelola orang-orang non Dayak di Kalbar. Caranya, LSM Dayak mengajak serta LSM non Dayak untuk membentuk serikat-perkumpulan-aliansi. Ada belasan LSM yang bergabung. Tema yang diusung dari kolaborasi LSM ini adalah rekonsiliasi dan pembangunan perdamaian. Target group juga mulai beragam, ada dayak, melayu, jawa, madura, bugis, dll. Dayak sudah tidak menjadi isu yang seksi lagi untuk di jual ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan gerakan LSM Dayak lainnya, yang hanya mengorganisir masyarakat Dayak sejak tahun 1980, beberapa LSM kecil yang dikelola oleh orang Dayak sejak tahun 2000 telah mempraktekkan inklusif-pluralism dalam karya-karyanya secara konsisten. Ini mungkin, hasil dari refleksi gerakan LSM dengan fenomena diatas. Gerakan LSM-LSM ini sangat terasa kehadirannya di Kalbar. LSM-LSM ini, misalnya, mengembangkan pendidikan alternatif bagi anak-anak pedalaman, dengan tahap awal mendirikan sekolah-sekolah formal dari SD (2002), SMP (2003) dan SMKejuruan (2003). Pada tahun 2007, LSM ini bekerjasama dengan beberapa LSM lain menginisiasi pendirian sebuah sekolah tinggi (perguruan tinggi). Sungguhpun LSM ini dikelola orang Dayak, LSM ini sudah tidak lagi melihat Dayak dalam konteks etnosentrisme tetapi Dayak dalam konteks plularisme dan multikulturalisme. Petugas LSM ini tinggal di kampung, dan beberapa tinggal di kota. Inilah yang membedakan gerakan ini dengan LSM lain yang berkembang sejak tahun 1980-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSM Berpolitik Praktis&lt;br /&gt;Perubahan peta politik nasional, dengan lahirnya UU no 32 tahun 2004 yang memungkinkan pemilihan kepala daerah secara langsung leh rakyat rupanya sebuah isu yang menarik untuk disimak, utamanya perspektif LSM. Sejak tahun 2005, misalnya, LSM-LSM di Kalbar mulai beralih fungsi. Dari advokasi, pendampingan masyarakat kampung (1980-2004) menjadi politisi (2005-sekarang). Sekali lagi, petugas LSM telah menjadi politisi. Pada Pemilu 2004, petugas-petugas LSM menyatukan dirinya kedalam beberapa partai politik. Beberapa petugas juga menjadi pengurus inti partai politik, sebuah pola yang dulunya sangat ditentang oleh kalangan LSM sendiri. Mereka mulai membidik jabatan-jabatan strategis dipemerintahan, dari berbagai level. Hasilnya ? bisa ditebak, mereka kalah. Sekali lagi kalah !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik dicermati, bahwa, kekalahan petugas-petugas LSM dalam pertarungan politik di Pilkada langsung, sekali lagi membuktikan bahwa kerja-kerja pengorganisasian rakyat belum berhasil. Artinya, rakyat yang didampingi merasa, petugas LSM itu belum cocok untuk menjadi pemimpin pemerintahan. Satu hal yang penting, dengan kondisi dan fakta ini bahwa sebaiknya petugas LSM dapat mengukur diri, dan mengukur tingkat kepercayaan rakyat pada pekerjaan mereka. Klaim bahwa mereka bekerja untuk rakyat, membela rakyat terbukti tidak bisa dibenarkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSM Warkop &amp;amp; Koran&lt;br /&gt;Sungguhpun cukup banyak LSM yang benar-benar LSM, LSM-LSM di kota menampakkan soal lain. Di Kota Pontianak, ibukota provinsi Kalbar, menurut data Kesbanglinmas provinsi tahun 2007, hamper 400 LSM yang terdaftar. Persoalannya adalah bahwa “booming” organisasi kemasyarakatan berlabel LSM. LSM yang hanya bertujuan mencari keuntungan ekonomi atau politik, serta penyalahgunaan yang dilakukan sementara kalangan LSM di masa depan akan dapat merusak citra LSM Kalbar secara keseluruhan. Citra yang terbentuk ini dapat dipakai oleh lembaga-lembaga lain: apakah itu pemerintah, kalangan legislatif, kalangan yudikatif atau pun partai politik sebagai counter-attack yang akan memojokkan atau mendiskreditkan LSM. Serangan ini juga pada gilirannya akan dapat mengganggu kepentingan-kepentingan LSM dalam berhubungan dengan pemerintah atau pun dengan lembaga-lembaga donor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas LSM-LSM (yang tidak jelas) ini juga banyak mengkritisi perbuatan-perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan pejabat-pejabat pemerintah, dan memunculkannya dimedia-media cetak Kalbar. Ini ternyata hanya sebagai shock teraphi bagi pejabat yang tidak mau membagi proyek kepada LSM tersebut. Setelah proyek diberikan, LSM akan diam. Situasi ini dapat merugikan citra dan integritas LSM secara keseluruhan. Sehingga terkesan bahwa LSM mempunyai “standar ganda”. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya rumusan norma-norma moral yang disepakati bersama mengenai apa yang baik dan apa yang buruk, apa yang benar dan apa yang salah, yang dijadikan pedoman perilaku LSM di Kalbar dalam bertindak ke dalam maupun ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LSM “Pendek Tongkeng”&lt;br /&gt;Ada juga LSM di Kalbar yang mempraktekkan “pendek tongkeng”, sebuah istilah yang sering digunakan masyarakat di kampong-kampung bagi seseorang yang sering merajuk dan marah bila ada orang lain yang tidak setuju dengan idenya. Penyebabnya, LSM yang bersangkutan tidak mau belajar-tidak mau tahu-tidak tahu diri. Umumnya petugas LSM ini juga menjadi pengurus artai politik. Karena “berpartai”, para tokohnya satu sama lain tidak cocok dan malas bertemu, malahan saling negative campaign. Bila lembaga donor luar negeri datang ke Kalbar, LSM-LSM pendek tongkeng ini seringkali mempertontonkan tajinya, bahwa dia dan LSM-nyalah yang terbaik, LSM lain jelek dan tak pantas didukung. Malahan LSM ini menyampaikan dengan gagah berani bahwa LSM lain di Kalbar tak layak untuk bekerja karena terlalu kecil dan beribu alas an negative lainnya. Hebatnya, lembaga donor sangat percaya. Seringkali LSM kecil dirugikan dengan sikap “superior” LSM besar ini. Petugasnya sudah seperti dewa, yang tak pernah salah. Bila pekerjaannya gagal, LSM kecil dituding. Ide-ide dan pekerjaan LSM kecil juga seringkali dicurinya, mereka tidak menghargai “intellectual right”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling parah adalah LSM berkelahi soal politik. Suatu ketika, petugas LSM tampil untuk merebut kekuasaan melalui PILKADA. Banyak aktivis LSM lain tidak mendukungnya, karena si petugas LSM terlalu percaya diri (PD) dan arogan. Uniknya, ketika si petugas LSM kalah dalam pilkada, aktivis LSM lain semakin dimusuhi. Perbedaan aliran politik menjadi sesuatu yang tabu dan tak dipahami LSM, padahal mereka mengajari rakyat tentang demokrasi, HAM, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pada saat ini, LSM-LSM di Kalbar belum mau memikirkan kode etiknya sendiri. Mereka justru cendrung menyalahkan pihak pemerintah dan kapitalis yang berbentuk investor. Ditengah kegamangan ini, saya menyarankan agar perlu kiranya nilai-nilai moral sebagaimana dikemukakan di atas perlu diperjuangkan kepada pihak luar dan ke dalam diri LSM sendiri. Kepada pihak luar seperti misalnya kepada pemerintah, donor, kalangan swasta, kelompok masyarakat yang menjadi partisipan program maupun publik yang lebih luas, LSM perlu selalu mempromosikan tujuan keberadaannya dan kepentingan-kepentingannya sehingga visi, misi dan nilai-nilai yang dianut oleh LSM dapat diakomodir oleh pihak luar tersebut. Sedangkan ke dalam komunitas LSM perlu menjaga bahwa nilai-nilai moral yang diperjuangkan tersebut tidak dirusak oleh satu atau segelintir LSM atau “organisasi lain yang menamakan dirinya LSM” sehingga dapat merusak integritas dan kredibilitas LSM secara keseluruhan yang pada gilirannya dapat menimbulkan citra negatif LSM. Sebab bagaimana pun juga aktivitas LSM adalah sesuatu yang rentan terhadap penyalah-gunaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERETAS JALAN KELUAR&lt;br /&gt;Kondisi-kondisi diatas (LSM pendek tongkeng, LSM berpolitik praktis, LSM Warkop &amp;amp; Koran, dll), bila terus dibiarkan aktivitasnya akan menghancurkan GERAKAN SOSIAL di Kalbar. Masyarakat, pemerintah, investor dan lembaga-lembaga donor internasional tidak akan percaya lagi dengan LSM Kalbar. Bagaimana akan percaya dengan gerakan LSM kalau antar LSM saja konflik terus……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan keluarnya menurut adalah dengan menyelenggarakan KONGRES LSM KALBAR. agendanya menurut saya hanya ada 2, yakni: (1) Merumuskan dan Menyepakati Kode Etik LSM; yang disepakati bersama, diimplementasikan bersama dan diawasi bersama akan memberikan berbagai keuntungan kepada komunitas LSM secara keseluruhan dalam membangun integritas dan kredibilitas LSM kepada pihak luar. Sekurang-kurangnya pihak luar melihat LSM juga peka terhadap perbuatan-perbuatan tercela yang dapat menimpa dirinya atau tidak mempergunakan “standar ganda” dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitasnya. Salah satu faktor lain adalah perkembangan global. Bahwa keberadaan LSM yang sehat dan kuat dalam arti didirikan secara sukarela, tidak beorientasi kepada keuntungan ekonomi, independen terhadap pemerintah, dikelola secara transparan, demokratis, akuntabel dan beorientasi kepada dan mewakili kepentingan masyarakat, sebenarnya sudah lama menjadi kepedulian berbagai pihak di dunia internasional. Apakah itu pemerintah, lembaga-lembaga donor, mau pun kalangan NGO internasional. Lembaga-lembaga penyandang dana (funding agencies) dalam beberapa tahun terakhir ini semakin meningkatkan bantuannya kepada kalangan LSM. Sementara itu lembaga-lembaga donor dalam bantuannya kepada pemerintah negara-negara peminjam juga semakin menekankan pentingnya melibatkan LSM dalam disain, perencanaan dan implementasi proyek-proyek pembangunan dengan mengembangkan suatu pembangunan yang partisipatif. Pemerintah negara-negara peminjam juga diminta untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan LSM dengan menyusun peraturan perundang-undangan yang dapat mendorong LSM untuk meningkatkan sumbangannya dalam pembangunan nasional. Salah satu aspek yang menjadi perhatian dunia internasional adalah terciptanya good governance yang diterjemahkan menjadi tata-kepemerintahanan/tata-kepengelolaan yang baik. Ada kecenderungan pengertian bahwa good governance sama dengan good government atau pemerintah yang baik. Pengertian governance jauh lebih luas karena bisa termasuk kelompok swasta yang misalnya dikenal dengan istilah corporate governance mau untuk kalangan organisasi masyarakat sipil (termasuk LSM). Salah satu yang menjadi perhatian donor adalah terciptanya good governance di kalangan LSM dalam arti LSM yang mampu bekerja secara profesional, transparan dan akuntabel. Dalam hal kepentingan terhadap pihak luar, dapat saja terjadi perbedaan kepentingan antara LSM-LSM advokasi dengan LSM-LSM yang bergerak dalam pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam keterlibatannya di proyek-proyek yang disponsori pemerintah, LSM pembangunan misalnya mengembangkan nilai-nilai bahwa setiap orang mempunyai hak untuk ikut serta dalam pembangunan sebagai salah satu hak asasi manusia yang melekat dan tidak dapat dihilangkan. Setiap orang baik secara sendiri-sendiri atau secara bersama-sama dapat menyumbang kepada pembangunan sosial, ekonomi, kultural dan politik bangsanya. Sehubungan dengan nilai-nilai yang dianut itu LSM yang bergerak dalam pembangunan atau pengembangan masyarakat akan memperjuangkan bahwa LSM mempunyai hak untuk terlibat dalam program-program pembangunan sebagai mitra pemerintah yang setara serta mempunyai hak untuk memperoleh akses pendanaan tanpa mengorbankan otonomi dan independensi mereka. Di pihak lain, LSM-LSM yang bergerak dalam advokasi perubahan kebijakan seringkali menolak keterlibatan mereka dalam proyek-proyek pemerintah agar kampanye mereka akan lebih efektif atau untuk menghindari agar tidak “terkooptasi” oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia luar terus berubah, berbagai pihak terus berbenah agar tak ditinggalkan zaman yang merangkak naik. Namun bagaimana dengan LSM di Kalbar ? Saya menyarankan, perkelahian antar LSM karena “berbeda” ini harus segera diakhiri. LSM harus menjadi contoh bagi rakyat Kalbar bahwa perbedaan adalah anugerah dan tak mungkin dikalahkan. LSM harusnya belajar dari komunitas-komunitas multietnik di Kalbar yang damai dan harmonis. LSM di Kalbar harus pula memahami bahwa kekuatan luar sangat besar dan tak mungkin dilawan oleh sekelompok kecil LSM yang bersekutu. Perlu sebuah tindakan strategis antar LSM untuk bersekutu, minimal tidak berkelahi satu sama lain, agar ekologi Borneo ini selamat. Selama ini, LSM lingkungan terkesan bekerja sendiri, demikian juga LSM ekonomi kerakyatan dan LSM resolusi konflik. Padahal, bila ditelaah lebih tajam, ketiga kelompok ini bisa sinergis, itupun kalau memang benar bahwa LSM tersebut bekerja untuk menyelamatkan Borneo dari kehancuran dengan bersekutu dengan rakyat Kalbar. Salah satunya adalah perlunya LSM Kalbar untuk berkongres, agendanya antara lain: (1) merumuskan dan menyepakati kode etik LSM (2) merumuskan agenda strategis bersama seluruh LSM untuk menyelamatkan Pulau Borneo dari konflik antar etnik, konflik pengelolaan sumber daya alam dan ekspansi perusahaan multinasional dikawasan Pulau Borneo. (3) termasuk, kesepakatan LSM untuk bersama-sama “merebut” ruang-ruang public utama di Kalbar menjelang Pemilu legislative, dan Pemilu Presiden tahun 2009 serta Pilkada kabupaten/kota. Sebab tanpa itu, LSM di Kalbar hanyalah ayam yang bertaji, tapi tak berani bertarung. LSM yang hanya mementingkan kelompoknya sendiri (kelompok LSM) dengan agenda terselubung meniadakan LSM-LSM lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan agenda kedua (2) Rekonsiliasi dan Regenerasi aktivis LSM. Adanya persaingan tajam antar LSM dalam berebut lembaga-lembaga donor internasional, partai politik, dll hanya akan menghancurkan citra LSM Kalbar. Tidak ada yang diuntungkan dalam persoalan ini, yang untung hanyalah “musuh” LSM yakni investor yang menghancurkan tata kelola rakyat, koruptor, pelanggar HAM dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, aktivis muda LSM juga TIDAK diberi kesempatan oleh aktivis tua LSM (yang sudah puluhan tahun menjadi aktivis LSM) untuk maju dalam agenda-agenda politik, dll termasuk dalam kepemimpinan di LSM. Aktivis muda juga didoktrin untuk “hanya” sebagai pekerja/karyawan bagi aktivis tua LSM sedangkan penentu kebijakan tetap dipegang aktivis tua. Tidaklah heran, program-program LSM masih “seperti dulu”, tidak pernah berkembang. Agenda reformasi aktivis LSM tua, menurut saya, harus dilakukan para aktivis LSM yang berasal dari kaum muda. Kaum tua LSM harusnya tahu diri dan menarik diri dari dunia LSM. LSM juga harus ada agenda regenerasi aktivis, jangan pro status quo pola kekuasaan ORBA. Biarkan aktivis muda berkreasi, karena merekalah penentu Borneo masa depan. Aktivis tua LSM istirahat dan menimang cucu, biarkan kaum muda bergerak…..setuju ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pontianak, medio April 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-8606081249461122610?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/8606081249461122610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/fenomena-lsm-kalbar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8606081249461122610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8606081249461122610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/fenomena-lsm-kalbar.html' title='Fenomena LSM Kalbar'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBAxhO_oZ4I/AAAAAAAAACg/4SXdjds0oq8/s72-c/IMG_0033.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-4995216392941575553</id><published>2008-04-24T14:00:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T14:03:04.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Air'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='West Kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Borneo Tanah Airku, Refleksi di usiaku ke-30</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBAwh-_oZ3I/AAAAAAAAACY/ruTeyBSmiCM/s1600-h/deforestation_borneo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBAwh-_oZ3I/AAAAAAAAACY/ruTeyBSmiCM/s320/deforestation_borneo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192703730761885554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh Yohanes Supriyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa, usiaku telah 30 tahun pada tahun 2008 ini. Sebuah masa, yang juga sering disebut almarhum bapakku sebagai masa manusia transisi. Transisi baik dari sisi emosional, intelektual maupun finansial. Dimasa-masa inilah, menurut beliau, aku harus sudah pada tataran “bukan lagi menguliti diri sendiri, melainkan sudah memaksimalkan network yang sudah terbangun, untuk mencapai kematangan emosional, intelektual dan financial !”. aku ngeri juga dengan “peringatan” ini, tapi, harus tetap dilalui. Satu hal yang paling penting untuk mencapai dan lulus ujian masa transisi ini, “kamu harus fokus”, sekali lagi fokus. Satu kata ini, telah diucapkan bapakku 8 tahun lalu dan yang paling “masuk” dialam pikiranku selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Awal desember 2006, empat tahun setelah kematiannya, tanpa sengaja, aku melihat buku yang mirip dengan ajaran beliau. Judul buku itu adalah “The Power of Focus”. Menurut penulis buku ini, Jack Canfield, Mark Victor Hansen dan Les Hewitt, ada tiga tantangan terbesar yang akan aku hadapi saat ini (usia 30 tahun), yakni tekanan waktu, tekanan keuangan, dan pergumulan untuk memelihara keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dengan rumahtangga. Bagiku, kecepatan kehidupan masa ini terlalu kacau, seperti berdiri diatas treadmill yang pokoknya tidak mau berhenti. Tingkat stress sangat tinggi. Aku semakin perlu serba-bisa agar tidak menjadi pecandu kerja yang kelelahan, yang mempunyai sedikit sekali waktu bagi keluarga dan teman-teman dan hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan ini. Meski, banyak juga yang menanggung beban rasa bersalah yang bahkan menambah stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang aku lihat dan rasakan sendiri, saat ini, telah masuk sebuah era yang dibayangkan oleh Alfin Toffler dalam bukunya “The Third Wave” , masyarakat gelombang ketiga dari peradaban masyarakat dunia. Dari masyarakat peramu, menjadi masyarakat petani, menjadi masyarakat industri dan menjadi masyarakat informasi. Tandanya, menurut sebuah survey, Indonesia telah menjadi Negara urutan ke-15 dari seluruh dunia sebagai pengguna internet active. Luas biasa, bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cerita menarik lainnya. Dua bulan terakhir, aku, dilanda suatu gejolak yang besar yang melibatkan banyak orang. Dunia luas telah hadir tepat dikelopak mataku, hanya melalui sebuah web blog di internet. Menurut survey temanku, A.A. Mering, pencetus gerakan web blog ini di Kalbar, sudah hamper 2000-an orang blogger yang active di internet dan tergabung dalam komunitas yang diberinya nama Borneo Blogger Community (BBC). Beragam informasi, tulisan, dan beraneka macam symbol peradaban baru di dunia telah terhidang didepanku kini. Akupun mulai merenungkan apa yang terjadi dan mencari tahu arti dari peristiwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang ku dapat dengan web blog ini, yakni “revolusi peradaban”. Sebuah gerakan terpenting diabad ini, yang mampu mengubah perilaku dan peradaban dunia. Internet aku rasakan telah menjadi jendela dunia baru, untuk mengetahui berbagai hal, yang sebelumnya tidak pernah kuketahui. Bagiku, mungkin internet telah menjadi wujud fisik dari apa yang kita kenal sebagai Tuhan, Tuhan Yang Maha Tahu. Malahan, untuk menggambarkan dirinya sebagai masyarakat informasi, A.A.Mering, pendiri BBC, mempatenkan icon barunya “lebih baik putus cinta, daripada putus internet”. Sebuah icon, yang menurutku fantastis, estetis dan unik !!&lt;br /&gt;Mungkin saja, renunganku ini masih jauh dari sempurna. Sebenarnya masih perlu diperbaiki, dipikirkan, diperdebatkan dan diubah beberapa kali. Tetapi waktunya mendesak, maklum, tulisan ini untuk memperingati 30 tahun kelahiranku, yang jatuh tempo 30 maret bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBARANKU 30 Tahun Yang Lalu&lt;br /&gt;Hari ini, 11 hari yang lalu, aku telah berusia 30 tahun. Dalam hening malam, aku terduduk, meluruk halaman terbuka, disebuah kursi rotan buatan mertuaku 10 tahun lalu. Sejenak, nostalgia masa lalu melintas di benakku. Ya…, aku adalah titisan orang alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah hidup ditengah-tengah alam kampung, dan sebelumnya, aku tidak memiliki buku lain dari pada alam, untuk dibaca, dikenali dan dipelajari. Hingga diusia 30 tahun, aku mulai tersadar akan perubahan. Perubahan yang sedemikian cepat, mirip dengan kredo “bergerak cepat atau mati !!!”, kredo globalisasi……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali, aku harus masuk rumah dan mengambil beberapa buku, umumnya buku-buku kehidupan; masa lalu dan masa kini. Sebuah buku, terselip diantara buku wajib kebanggaanku “The International Jew”. Covernya warna kuning muda, terlihat lusuh. Kelusuhan buku inilah, yang kemudian menarik minatku untuk membuka dan membacanya. Sejak terbit tahun 1997-jam ini, sudah sebelas kali aku membaca buku kecil ini !!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pater Yeri, penulisnya, sebelum perang Jepang, orang Dayak (dan pasti dikampungku) pada umumnya belum tertarik menganut agama Kristen. Mereka sangat terikat dengan adat. Adat adalah sesuatu yang suci, sacral, warisan nenek moyang yang tidak bisa dan tidak boleh diganggu. Melanggar adat terlalu berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pastor asal Belanda yang sudah menjadi warga Negara RI ini, sebelum Jepang masuk, propaganda mengenai Indonesia cukup kuat masuk didaerah Kalbar (pasti juga termasuk dikampungku). Aktivis Indonesia, katanya, juga keluar masuk kampong, membentuk pengurus dan mencari anggota. Banyak diantara orang kampong yang menjadi pengurus dan anggota. Dari sekian banyak Indonesianis, yang cukup aktiv dan didukung orang sekampung adalah Parindra dan P.A.B (Persatuan Anak Borneo). Pada waktu itu, orang kampong berbicara mengenai agama Katolik, agama Parindra dan agama P.A.B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Majalah Battaki, edisi khusus Januari-Maret 1997, Pater yang sudah 49 tahun hidup ditengah orang dayak ini menulis, bahwa keadaan ini berubah drastic sesudah Jepang. Segala-galanya berubah. Orang Dayak, juga mengalami dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan caranya sendiri. Penjajahan Belanda dengan perantara Sultan dan Panembahan telah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Dayak (saya “merasa” bagaimana orang dayak ketika itu, ketika membaca buku ini) merasa diri sungguh-sungguh dihargai. Gubernur pertama dan 4 Bupati orang Dayak. Mereka adalah pejabat P.D (partai politik peserta pemilihan umum pertama di Indonesia tahun 1955, yang dibentuk oleh intelektual dayak untuk memperjuangkan orang dayak secara politik). Pembesar-pembesar ini semua beragama Katolik, alumni persekolahan Nyarumkop. Beberapa penyelidikan yang sudah pernah dilakukan, menyebutkan bahwa mereka dapat diangkat karena mereka memperoleh suatu pendidikan yang baik di seminari menengah, sebelum Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah Indonesia, Orang dayak (dan juga di kampungku), tidak pernah menuntut republic sendiri. Mereka dengan senang bergabung dalam Republik Indonesia. Aspirasi politik mereka, disalurkan lewat P.D. (Partai Dayak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu juga, mulai muncul penyadaran bahwa sangat diperlukan suatu penyesuaian dengan zaman modern. Mereka mulai ingin ke sekolah-sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mulai menganut agama, Katolik. Banyak hal yang mendorong mereka untuk memilih agama ini, mereka sudah kenal dengan pastor-pastor dan suster-suster, yang melayani mereka dengan sungguh, secara khusus di bidang pendidikan dan kesehatan. Rumah-rumah sakit (dan RS Bersalin, pen) yang ada semua dari Gereja Katolik. Sekolah-sekolah kebanyakan sekolah Katolik. Satu hal yang terpenting, Gereja Katolik, menghargai adat, lebih dari agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, dunia orang dayak mulai terbuka. Dunia luar masuk dan mereka masuk dunia luar. Dan ini terjadi tanpa konflik yang berarti. Belum banyak jalan raya, perubahan terjadi tidak terlalu cepat. Identitas cultural tidak terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan…..sekitar tahun 1993, terjadi suatu perubahan besar….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi makro mulai berkembang, infrastruktur pedesaan membaik. Tetapi, keberadaan (kami) sebagai suku dengan identitas sendiri dan tanah sendiri mulai terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampungku, yang sebelumnya dilihat sebagai suatu daerah yang kurang berguna, dengan tanah yang kurang subur, mulai dilihat sebagai suatu daerah yang potensial. Tanah ternyata cocok untuk banyak jenis tanaman, persediaan tambang banyak dan bermacam-macam.&lt;br /&gt;Sebuah perusahaan perkebunan swasta besar masuk, Rokan Group. Memiliki beberapa anak perusahaan, diantaranya PT Agrina (membuka lahan perkebunan kelapa hibrida seluas ±12.000 Ha di Desa Menjalin dan Desa Raba) serta PT Purna Kahuripan (membuka lahan perkebunan kelapa hibrida dan coklat seluas ±10.000 Ha di Desa Nangka dan Desa Rees).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, kampungku mulai terbuka…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, akibat dari cara yang dipakai untuk membuka daerah, mengeksploitasi dan memproduktifkan sumber daya alam, lambat laun, orang di kampungku mulai hilang dari pusat perkembangan itu. Mereka hilang dari tempat dimana diambil keputusan mengenai masa depan tanah leluhurnya. Mereka masuk dalam bahaya besar menjadi orang pinggiran. Dan ini, terjadi karena dorongan dari luar, tetapi juga kelemahan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, Orang dayak (dan juga dikampungku), hamper tidak ada lagi suara di pemerintahan, tidak ada orang dalam militer yang menempati jabatan strategis. Mereka juga tidak memiliki modal. Memang, mereka mempunyai tanah. Tetapi ini mulai diambil dari mereka (demi pembangunan) dengan bermacam-macam cara. Ekonomi dan kepentingan orang tertentu dalam praktek pembangunan menjadi lebih penting daripada keberadaan dan masa depan mereka sendiri. Mereka sering disepelekan dan disisihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Borneo Barat, masih ada banyak guru orang dayak. Tetapi situasi inipun akan berubah drastic dalam 20 tahun mendatang. Dengan dihapusnya SGA tahun 1980-an, SPG tahun 1990-an, dan PGSD tahun 2000, kemungkinan untuk orang dayak menjadi guru sangat berkurang. Kalaupun sekarang ada FKIP di universitas negeri, orang dayak sulit masuk. Hanya ada peluang jika pemuda dayak mendaftar di STKIP swasta, tetapi berbiaya mahal. Sekolah-sekolah swasta yang dikelola Gereja Katolik diperkotaan, siswa dan mahasiswa umumnya bukan orang dayak. Sekali lagi, mereka kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang luar memang pintar. Dengan kekuasaan ditangan, mereka memusatkan dan memperhatikan fasilitas pendidikan, ekonomi, pemerintahan di kota-kota besar, kemungkinan bagi orang dayak, menikmati itu dalam praktek cukup berkurang. Mereka tidak bisa mempergunakan nepotisme, dan juga tidak ada koneksi, tak bias kolusi dan tak punya uang upeti. Dalam praktek, semua bidang, dipusatkan di kota dan diurus oleh orang bukan dayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1981, berpuluh-puluh orang datang dari kota, keluar masuk kampong. Mereka ini utusan dari berbagai proyek besar pemerintah pusat di Jakarta. Ada proyek P2KP, P3DT, PPK, dll. Ada juga dari berbagai utusan LSM, yang kantornya di kota besar. Hamper setiap bulan, petugas-petugas khusus ini datang ke kampong dan menggurui orang kampong, memperlakukan mereka sebagai anak yang masih bodoh, sampai orang kampong merasa diri lagi dalam keadaan zaman dulu: sultan atau panembahan dan mereka (dayak) sebagai bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, aku juga menyaksikan langsung pergumulan dikampungku dan kampong-kampung sekitarnya. Dalam pembagian subsidi untuk bidang agama, misalnya, pemerintah memegang “teguh” distribusi uang/proyek untuk bangun rumah Tuhan dengan prosentase 90% islam dan 10% non islam, walaupun di Kalbar menurut statistic pemerintah tahun 1990, 41% Dayak dan 13% Cina. Ini berarti bahwa pasti 54% non-islam. Kelompok-kelompok non dayak mampu dengan bantuan pemerintah membangun rumah ibadat yang bagus, tetapi orang dayak (dan juga dikampungku) sering tidak mampu. Dan ini, sangat mengganggu perasaan keadilan dan kejujuran yang dimiliki oleh orang dayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang paling dirasakan oleh orang dayak adalah transmigrasi. Proyek ini telah berlangsung secara resmi sejak tahun 1960, 1970, 1980, 1990, 2000, dan sekarang. Yang tidak resmi (dengan bantuan pemerintah), aku rasakan justru paling besar. Untuk proyek transmigrasi itu, pemerintah menyiapkan tanah (dibebaskan) 2 hektar per keluarga, diberi sertifikat, rumah, jalan raya, puskesmas, rumah ibadat, biaya hidup selama dua tahun, dan lain-lain. Para transmigran umumnya beragama islam. Mereka ditempatkan disatu tempat dan diisolir mula-mula (cukup lama) dari orang setempat. Dilain pihak, orang dayak disekitar lokasi pemukiman proyek transmigrasi kurang diperhatikan. Tetap dalam kondisi yang sengaja diciptakan sebagai yang tersisih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga pernah merasakan sebagai anak transmigrasi. Selama 7 tahun (1982-1989), aku hidup dipemukiman transmigrasi ini. Namanya, proyek transmigrasi local. Tetapi dalam proyek-proyek itu, menurut cerita bapakku, korupsi pelaksana proyek sering begitu merajalela bahkan hamper tidak punya arti lagi bagi warga transmigrasi seperti bapakku. Warga transmigrasi local tidak diberi tanah 2 hektar, tidak ada sertifikat, tidak ada rumah ibadat, tidak ada puskesmas. Yang disediakan hanya rumah, dan biaya hidup selama dua tahun. Setelahnya, warga dituntut untuk mandiri. Akibatnya, mereka menjadi buruh tani (sewa lahan penduduk setempat untuk membuka sawah dan lading), buruh pada perkebunan karet. Lagi-lagi, mimpi untuk keluar dari kemiskinan pupus diera ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, aku baru dapat mengerti bahwa ketidakpuasan orang dayak dengan situasi, bersama dengan suatu ketakutan besar bahwa terancam hilang dipulau sendiri, dan frustasi karena system dan kekuasaan, menyebabkan mereka terluka yang teramat dalam. Akibatnya, mereka keluar atau meledak dalam kemarahan besar terhadap suku lain, yang dianggap ancaman terdekat (fisik), dan terkadang terjadi berulang-ulang selama puluhan tahun lalu. Aku melihat dan mengalami sendiri ledakan amarah orang dayak ini ditahun 1984, 1987, 1996, 1997 dan 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikaji lagi lebih jauh, dari berbagai kerusuhan itu, kenapa umumnya generasi muda (usia SD-perguruan tinggi) banyak terlibat ? menurutku, hal teramat penting adalah karena mereka kecewa dan frustasi dengan situasi yang ada. Sekolah dan tidak sekolah sama-sama sulit untuk mendapat pekerjaan, meskipun proyek-proyek besar ada dikampung mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frustasi, kecewa terhadap berbagai situasi yang dialami puluhan tahun, menjadikan orang dayak (dan juga massa rakyat di kampungku) tahun 2007 lalu melakukan perlawanan tak bersenjata. Mereka mengikuti arus demokrasi yang sedang berkembang di Indonesia, pemilihan gubernur secara langsung. Langsung oleh rakyat sendiri, bukan melalui perwakilan rakyat. Peluang orang dayak juga ada, karena satu orang pembesar dayak muncul ke permukaan dan siapkan dirinya untuk memimpin propinsi yang kini dihuni 4,1 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat, sekali lagi aku masih ingat…..&lt;br /&gt;Suatu hari, entah kenapa secara tak sengaja, aku pulang kampong. Kanan-kiri jalan dipenuhi bendera, spanduk, sticker, baliho. Semuanya berwarna merah. Disetiap jalan keluar masuk kampong, sepanjang jalan utama, sejak pagi orang dayak sudah berkumpul dan menunggu komando. Ada juga yang berjejer disepanjang jalan, mereka berjalan kaki dipanas yang terik siang itu. Semua menuju lapangan sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilapangan itu, puluhan ribu orang Dayak berteriak lantang. Tangan mengepal keras dan meninju awan. Mulutnya bergetar dan terbuka lebar;”REVOLUSI atau MATI”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku terdiam, mungkinkah slogan yang keluar dari mulut yang sedemikian lugu, jujur dan bersahaja ini berasal dari hati nurani yang terdalam ? hanya saat itu, aku menyadari, suasana sedang trance, mata mereka juga memerah. Ini didukung oleh balutan kain merah dan sepanjang jalan kampong penuh kain-kain berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas panggung, ditengah lautan manusia, seseorang pembesar dayak berorasi. Tangan mengepal keras dan serentak meninju awan, hitam diatas atas sana.&lt;br /&gt;“41 tahun telah berlalu, negeri ini dikuasai. 41 tahun kita dalam kubangan lumpur. Kita menjadi kuli dinegeri sendiri. Karena itu, saya mengajak anda semua, berani revolusi ?”&lt;br /&gt;“beraniiiiii”&lt;br /&gt;“kalau berani, jangan takut-takut. Kalau takut, jangan berani-berani”&lt;br /&gt;“jangan lupa, tanggal 15 november, kita revolusi. Tusuk saja nomor urut emmmm...….”&lt;br /&gt;“…..paaaaaaaat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hatiku, pasti, tahun depan akan terjadi lagi perubahan yang teramat cepat…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kulalui,…tidak terdengar, terlihat, terbaca, suatu rencana besar, apalagi program besar, untuk perubahan cepat oleh pembesar propinsi yang telah diangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, 129 hari berlalu sejak seorang dayak diangkat resmi sebagai gubernur. Banyak harapan orang dayak dipundaknya. Sudah banyak, aku catat komentar, saran, kritik dan harapan muncul. Dari orang dayak yang tidak bersandal-hingga bersepatu mahal. Dari orang dayak yang pejalan kaki- hingga orang dayak yang bermobil mewah. Dari orang dayak yang buta huruf hingga orang dayak yang bertitel professor. Semuanya serempak bertanya, “akankah revolusi terjadi dalam 5 tahun kedepan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBARANKU 20 Tahun Yang Akan Datang&lt;br /&gt;Lima hari berturut-turut, lima jam setiap hari, aku dan teman-teman setiaku, lelah berdiskusi tentang arah, langkah-langkah strategis untuk mengawal perubahan yang akan terjadi di bumi yang kurasakan sudah cukup tua ini. Globalisasi, benda aneh itu. Sebuah keadaan yang awalnya amat menakutkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam buah buku yang mengulas tentang globalisasi sedemikian cepat ku lahap setiap dua jam sehari. Mansyour Fakih, misalnya, mengatakan bahwa globalisasi dideklarasikan pada bulan April 1994, di Marrakesh, Maroko. Saat itu, menurut aktivis ini, terjadi pertemuan wakil Negara-negara industry dunia, dan menandatangani suat kesepakatan internasional perdagangan, yang dikenal dengan General Agreement on Tariff and Trade (GATT). GATT, merupakan suatu kumpulan aturan internasional yang mengatur perilaku perdagangan antar pemerintah. GATT juga merupakan forum negosiasi perdagangan antar pemerintah, dan juga merupakan pengadilan jika terjadi perselisihan dagang antar bangsa bisa diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin penasaran, tidak ada yang mampu menjelaskan lebih rijit mengenai anak-anak globalisasi. Syukurlah, Om Google mampu menjawab rasa penasaranku. Menurut para informan Om Google, Kesepakatan Negara-negara maju itu dibangun diatas asumsi bahwa sistim dagang yang terbuka lebih efisien dibanding sistim yang proteksionis, dan dibangun diatas keyakinan bahwa persaingan bebas akan menguntungkan bagi negara yang efektif dan efiesien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah pembentukan GATT, berdiri lagi organisasi pengawasan perdagangan dan kontrol perdagangan dunia, yang dikenal dengan nama World Trade Organizations (WTO). WTO rupanya, khusus didirikan untuk mengambil alih fungsi GATT. Sekarang ini, WTO merupakan salah satu aktor dan arena forum perundingan perdagangan mekanisme Globalisasi yang terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Francis Wahono, dalam bukunya “Nirwana Itu Niscaya”, menjelaskan bahwa setelah terbentuknya WTO, di berbagai tingkat, forum serupa juga dibentuk Negara-negara serumpun untuk menetapkan kebijakan perdagangan. Ada beberapa perjanjian dengan area yang lebih kecill, misalnya The North American Free Trade Agreement (NAFTA) antara Amerika Serikat dan Mexico, tapi juga ada kesepakatan yang bersifat regional seperti The Asia Pacific Economic Conference (APEC). Bahkan ada kesepakatan area pertumbuhan yang lebih kecil lagi seperti Singapore, Johor dan Riau (SIJORI) ataupun Brunei, Indonesia, Malaysia and Philippines East Growth Area (BIMP-EAGA). Bahkan, belakangan ini, Otorita Batam dibentuk sebagai kawasan kawasan pusat pertumbuhan ekonomi dengan kesepakatan dagang yang memiliki kesepakatan kebijakan tersendiri dan otonom. Kesemua persepakatan tersebut adalah merupakan forum-forum seperti WTO dalam skala yang lebih kecil dan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun globalisasi dikampanyekan sebagai era masa depan yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran global bagi semua, namun sesungguhnya globalisasi sebagai lanjutan dari pembangunan sejak awal diragukan akan memenuhi janjinya. Aku, secara pribadi mencurigai globalisasi hanyalah bungkus baru dari kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ratusan tahun lalu, nenek moyangku telah hidup dan berkembang di sebuah pulau yang dikenal sebagai Borneo. Pulau ini merupakan pulau terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan Papua. Total luas pulau ini sekitar 743.925 km persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kawasan lainnya di dunia, pulau Borneo pun tak luput dari terjangan arus globalisasi ini. Gosovic menyebutnya sebagai global intellectual hegemony. Sekelompok kecil elit yang memiliki sumber daya, jangkauan dan kekuasaan tak terbatas telah mempengaruhi jagat. Menurut bebebarap laporan penelitian yang sempat aku baca, tingkat keamanan ekologi Pulau Borneo saat ini berada di bawah standar aman. Itu terlihat dari rata-rata tutupan lahan hutan primer terhadap daerah aliran sungai (DAS) yang sudah di bawah angka minimum 30 persen. Sebuah kajian lainnya menunjukan bahwa, kondisi tersebut menyebabkan wilayah Borneo setiap tahun mengalami banjir dan tanah longsor. Masyarakat Borneo hanya menuai banjir dan longsor akibat kerusakan ekologi yang sangat parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2004, jika dirata-ratakan pada tingkat pulau, presentasi tutupan hutan alam primer terhadap DAS di Borneo hanya berkisar pada angka 20 persen. Data Departemen Kehutanan RI tahun 2004 menunjukkan bahwa kawasan hutan yang sudah kehilangan hutan di Borneo mencapai 1,8 juta hektar. Sementara kawasan hutan produksi yang juga sudah tidak berhutan lagi mencapai 8,2 juta hektar. Diperkirakan pada akhir 2006 tutupan lahan hutan primer terhadap DAS di Borneo akan terus menyusut hingga pada kisaran 15 persen, atau setengah dari kebutuhan angka minimum standar aman ekologi. Kalau sudah tidak aman secara ekologis, tentu secara berangsur akan menjadi tidak aman secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga sempat membaca hasil penelitian Greenomics. Disebutkannya bahwa nilai divestasi modal ekologis untuk pengendalian tanah longsor di Borneo mencapai Rp 25,47 triliun per tahun, dan untuk pengaturan gangguan ekosistem serta tata air Rp 10,80 triliun per tahun. Menurut hasil penelitian ini, nilai divestasi itu hanya parsial, belum termasuk kerugian karena hilangnya keragaman hayati dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, kerusakan ekologi Borneo ini semakin diperluas menyusul dukungan dari Pemda Kalbar dengan mengeluarkan Peraturan Daerah No.8/1994 tentang prioritas pembangunan sector pertanian subsektor perkebunan. Kebijakan ini kemudian diperkuat lagi dengan dihasilkannya Peraturan Daerah No. 1/1995 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) Kalbar. Dalam RTRWP itu disebutkan bahwa seluas 5.257.700 Ha lahan akan disediakan untuk perluasan perkebunan (umumnya perkebunan kelapa sawit). Sampai Desember 2000, pemanfaatan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di Kalbar telah mencapai 3.560.251 Ha (68 % dari 5,2 juta lahan yang dicadangkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga ngeri atas sebuah laporan Treasure Island at Risk, yang memperkuat prediksi bank dunia 2001, bahwa seluruh hutan hujan dataran rendah—wilayah Indonesia di Pulau Borneo—akan hilang pada tahun 2010 dan diperkirakan masa depan hutan yang tersisa pun tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sangat aku khawatirkan adalah tentang persoalan perebutan sumberdaya alam, termasuk tanah dalam era ”Free Trade” dan liberalisasi perdagangan melalui WTO diatas. Pasti, menurutku akan menjadi sebuah fenomena yang baru yang berakibat negatif bagi masyarakat di kampungku. Dampak negatif WTO dan anak-anaknya akan besar sekali terhadap peminggiran peran masyarakat kampungku dalam menghasilkan pangan dan produk lainnya. Dengan kata lain kebijakan WTO yang mendorong ekspor dan impor hasil pertanian dan komoditi lainnya secara bebas, akan menggusur kemampuan petani kecil seperti warga kampungku sebagai penghasil pangan lokal.&lt;br /&gt;Satu lagi,….studi FAO tahun 2006 atas dampak negara yang mengimplementasikan kesepakatan pertanian ‘Uruguay Round” di 16 negara menyimpulkan, semakin terjadi konsentrasi pertanian yang berakibat pada marginalisasi petani kecil, meningkatnya pengangguran dan angka kemiskinan. Dengan meluasnya ekspansi globalisasi yang ditandai dengan ekspansi perusahaan asing, belakangan aku ketahui telah berhasil memaksa pemerintah Jakarta untuk mengubah kebijakan dengan mengalihkan subsidi bagi petani kecil menjadi subsidi kepada perusahaan agribisnis raksasa, dan proses ini sekaligus menggusur kemampuan petani kecil sebagai produsen. Salah satu akibatnya, bagi petani kecil di kampungku, adalah melepaskan sumber alam terutama tanah mereka. Disektor urban, kebijakan yang didorongkan melalui proses Globalisasi seperti penghapusan subsidi telah memarginalkan masyarakat miskin kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangap aku…………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sei Jawi, 10 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-4995216392941575553?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/4995216392941575553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/borneo-tanah-airku-refleksi-di-usiaku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/4995216392941575553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/4995216392941575553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/borneo-tanah-airku-refleksi-di-usiaku.html' title='Borneo Tanah Airku, Refleksi di usiaku ke-30'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SBAwh-_oZ3I/AAAAAAAAACY/ruTeyBSmiCM/s72-c/deforestation_borneo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-4011835870085912830</id><published>2008-04-13T21:32:00.000+07:00</published><updated>2008-04-13T21:38:13.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba'/><title type='text'>Speedy Banjarmasin: Adakan Lomba Blog 30 juta</title><content type='html'>by: Freddy Hernawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SAIalmSwytI/AAAAAAAAACQ/s0i59WK2pZ8/s1600-h/lombawu6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 95px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SAIalmSwytI/AAAAAAAAACQ/s0i59WK2pZ8/s320/lombawu6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188738953920957138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lombaKemaren, tepatnya 11 April 2008, pukul 1:07 pagi ada sebuah komentar yang masuk pada salah satu postingan saya dalam blog ini. komentar tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  blogger kalsel&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  • info telkom speedy competition&lt;br /&gt;  ikuti lomba design web dan blog serta game competition&lt;br /&gt;  caranya : daftarkan url blog/website anda ke email&lt;br /&gt;  speedycompetition@yahoo.com / langsung ke radio sky jl. kol.&lt;br /&gt;  sugiono no. 72, lampirkan juga biodata dan no.telp kamu&lt;br /&gt;  CP : Sarah / 05117532422&lt;br /&gt;  yogie / 085952753904&lt;br /&gt;  pendaftaran sudah dibuka dari bulan maret - april&lt;br /&gt;  cepetan daftar… n jangan lupa biaya daftarnya ga ada alias GRATISSSSS….Euy…..&lt;br /&gt;  TOTAL HADIAH 30 juta Rupiah ……..&lt;br /&gt;  http://internetbanjarmasin.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena awalnya komentar tersebut masuk dalam daftar spam alias akismet, maka saya melakukan aprove dulu. karena saya merasa kurang pasti dan curiga dengan komentar yang disampaikan, saya melakukan konformasi via Email kepada pak Bheri selaku manager marketing Speedy di kalbar. Ternyata, setelah mendapatkan email balasan dari pak Bheri, memang benar Speedy Kalsel telah menyelenggarakan lomba Blog seperti yang di uraikan dalam komentar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayo, bagi semua blogger yang ada, kesempatan masih terbuka untuk semua. daftarkan segera blog anda. untuk keterangan lebih jauh, bisa hampiri ke link ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan saya? apakah saya juga ikut mendaftar? iya, saya ada ikut mendaftarkan blog saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya mengirimkan email buat konformasi tema apa yang akan digagas dalam lomba. berikut adalah balasan dari pihak panitia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  limit akhir pendaftaran pada minggu ketiga bulan april, buruan mas daftarkan, gratis,&lt;br /&gt;  daftarin aja url blog / website nya, nama, alamat, no. telp. ke email ini,&lt;br /&gt;  tema lomba nanti di confirm sama team kita pada saat pemberitahuan lolos seleksi&lt;br /&gt;  pada minggu ketiga bulan april ini, jadi klo mas lolos seleksi, nanti kita confirm via telp / email, serta&lt;br /&gt;  pemberitahuan tema lomba&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-4011835870085912830?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/4011835870085912830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/speedy-banjarmasin-adakan-lomba-blog-30.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/4011835870085912830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/4011835870085912830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/speedy-banjarmasin-adakan-lomba-blog-30.html' title='Speedy Banjarmasin: Adakan Lomba Blog 30 juta'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/SAIalmSwytI/AAAAAAAAACQ/s0i59WK2pZ8/s72-c/lombawu6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-7250709937114399084</id><published>2008-04-11T17:40:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T17:46:38.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>La Politica (10): Upi Pendaki Gunung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R_9BbhsyauI/AAAAAAAAACI/HUP0o1kK6cc/s1600-h/gagasaie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R_9BbhsyauI/AAAAAAAAACI/HUP0o1kK6cc/s320/gagasaie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187937236912597730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;a href="http://yohanessupriyadi.blogspot.com/"&gt;Yohanes Supriyadi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perkampungan besar itu, Gagas, Kandi, Lanak, dan Juli sepakat untuk mendaki puncak gunung yang ada. Mereka ingin merasakan hidup di puncak, lima tahun kedepan. Keempat sahabat ini mempersiapkan berbagai keperluan untuk mendaki,diantaranya parang, tali, sepatu, ransel besar, topi, korek api, hingga bekal. Dua minggu sebelum keberangkatan, secara tidak sengaja, Gagas bertemu Upi, sahabat lamanya disebuah warung kopi Jl Tanjungpura.”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“hallo, apa kabar”&lt;br /&gt;“baik”&lt;br /&gt;Gagas mengulurkan tangan, mereka berjabat erat. Kepada pramusaji, Gagas memesan segelas kopi lagi untuk Upi. Upi hanya mengangguk kecil.&lt;br /&gt;“begini Pi, kami berempat rencananya mau kepuncak. Peralatan sudah disiapkan. Bagaimana jalan menuju kesana? Baca selengkapnya &lt;a href="http://yohanessupriyadi.blogspot.com/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-7250709937114399084?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/7250709937114399084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/la-politica-10-upi-pendaki-gunung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7250709937114399084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7250709937114399084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/04/la-politica-10-upi-pendaki-gunung.html' title='La Politica (10): Upi Pendaki Gunung'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R_9BbhsyauI/AAAAAAAAACI/HUP0o1kK6cc/s72-c/gagasaie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-2717674471825443555</id><published>2008-03-29T12:50:00.000+07:00</published><updated>2008-03-29T19:26:02.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Simalakama Air Minum</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Oleh : Aries Munandar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tingkat ketergantungan warga Kalimantan Barat (Kalbar) terhadap konsumsi air hujan masih sangat besar. Dinas Kesehatan Kalbar memperkirakan hampir 80 persen atau 3,2 juta dari sekitar empat juta jiwa penduduk provinsi ini masih mengunakan air hujan sebagai sumber air minum dan untuk keperluan memasak.&lt;span class="fullpost"&gt; Sementara sebagian kecil lainnya menggunakan air leding dan air minum dalam kemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air hujan menjadi satu-satunya alternatif sumber air bersih yang murah dan praktis bagi warga Kalbar. Kondisi geografis Kalbar yang berupa dataran rendah menyebabkan warganya tidak dapat menggunakan air sumur sebagai sumber air bersih, sebagaimana yang sering digunakan warga di daerah lainnya. &lt;br /&gt;Selain sulit menemukan mata air yang dapat mengalir sepanjang tahun, air yang dihasilkan dari sumur galian juga mengandung mikro organisme dan kadar seng (ferum) yang tinggi yang membahayakan bagi kesehatan manusia.&lt;br /&gt;Mengonsumsi air hujan sebenarnya bukanlah pilihan yang tepat. Sebab, air yang dihasilkan dari penguapan air di permukaan bumi itu tidak memiliki kandungan mineral, seperti fosfor dan kalsium yang merupakan unsur utama pembentukan tulang dan gigi. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi air hujan diduga menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kerusakan gigi warga Kalbar.&lt;br /&gt;Sebuah survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kalbar di Kota Pontianak pada 2002 menyebutkan indeks kerusakan gigi pada anak usia 12 tahun di ibu kota Kalbar tersebut sebesar 3,3. Artinya rata-rata tiga dari 20 gigi setiap anak usia sekolah tersebut rusak, hilang atau ditambal. Sementara indeks nasional hanya 2,5.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, air hujan di Kalbar juga mengandung senyawa timah hitam (timbal) sehingga tidak layak dikonsumsi. Timbal tersebut berasal dari polusi udara yang larut bersama air hujan. Kondisi ini diperparah lagi karena umumnya rumah warga di Kalbar beratap seng. Korosi dan pengikisan cat dari seng itu dapat meningkatkan kandungan timbal dalam air hujan.&lt;br /&gt;Menurut Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kalbar Hendri Haddad mengonsumsi minum dan makanan yang terkontaminasi timbal secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan pada fungsi organ saraf.&lt;br /&gt;“Kadar timbal pada air hujan memang masih dibawah ambang batas normal (0,05 mg/l). Namun, lama kelamaan timbal tersebut akan terakumulasi (menumpuk) juga di dalam darah,” katanya, Senin (17/3).&lt;br /&gt;Ketergantungan yang tinggi terhadap air hujan sebagai sumber air konsumsi sebenarnya dapat diatasi melalui layanan air bersih dari perusahaan daerah air minum (PDAM). Namun sayangnya, hingga saat ini air yang dihasilkan beberapa PDAM di Kalbar juga dianggap belum layak untuk dikonsumsi. Bahkan ditenggarai air olahan tersebut telah tercemar merkuri.&lt;br /&gt;Penelitian bersama Yayasan Pancur Kasih, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Universitas Tanjungpura (Untan) serta Balai Riset dan Standarisasi Industri dan Perdagangan Pontianak pada 2003, menyimpulkan air Sungai Kapuas yang menjadi sumber air baku PDAM Kota Pontianak positif terkontaminasi merkuri. Bahan berbahaya dan beracun itu berasal dari limbah penambangan emas liar yang banyak terdapat di sepanjang aliran sungai Kapuas.&lt;br /&gt;Temuan tersebut diperkuat dengan penelitian dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan pada 2006. Penelitian itu mengungkapkan adanya kandungan merkuri sebesar 1,07- 1,39 parts per million (ppm) di Sungai Kuala Mandor, Kabupaten Landak yang merupakan salah satu anak sungai Kapuas. Adapun batas normal kandungan merkuri untuk standar baku mutu air bersih di bawah 1 part per billion (ppb) atau 0,001 ppm.&lt;br /&gt;Isu pencemaran merkuri ini semakin menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan PDAM tersebut. Pasalnya, selain sering tidak mengalir selama kemarau, air PDAM yang dialirkan ke permukiman warga juga kerap keruh sehingga dianggap tidak layak untuk dikonsumsi.&lt;br /&gt;“Untuk mencuci pakaian (berwarna) putih saja, saya harus menggunakan pemutih pakaian karena ledingnya keruh. Apalagi untuk diminum,” kata Neneng Ahmad, 27, salah seorang warga.&lt;br /&gt;Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Kota Pontianak Masriyatno membenarkan adanya kandungan merkuri pada air hasil olahan PDAM. Namun, menurutnya air tersebut masih layak untuk dikonsumsi karena kandungan merkurinya masih jauh dibawah 0,001 ppm.&lt;br /&gt;Dia mengatakan penggunaan air hujan sebagai sumber air minum oleh sebagian besar warga merupakan kebiasaan turun temurun yang sulit diubah. Meskipun layanan PDAM sudah menjangkau sekitar 65 ribu pelanggan atau 72 persen wilayah Kota Pontianak.&lt;br /&gt;“Mereka sudah terbiasa mengonsumsi air hujan. Kalau menggunakan air PDAM katanya rasanya kurang enak,” ujar Masriyatno.&lt;br /&gt;Sementara itu anggota Badan Pengawas PDAM Kota Pontianak Thamrin Usman menyatakan air PDAM Kota Pontianak tidak layak dikonsumsi meskipun sudah dimasak terlebih dahulu.Dia menegaskan perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tersebut sampai saat ini hanya bisa menghasilkan air bersih, bukan air minum.&lt;br /&gt;“Dari penampakan fisiknya saja orang awam pun tahu, kalau air PDAM Kota Pontianak itu tidak layak untuk dikonsumsi,” tegas Thamrin yang juga Dekan FMIPA Untan.&lt;br /&gt;Menurutnya, agar dapat mengonsumsi langsung air PDAM, konsumen harus memakai alat pemurni air yang menggunakan teknologi reverse osmosis. Penggunaan teknologi ini, lanjutnya dapat meminimalisir sekecil mungkin kandungan senyawa dan mikro organisme yang bisa meracuni tubuh. (&lt;a href="http://www.oknum4freedom.blogspot.com/"&gt;http://www.oknum4freedom.blogspot.com/&lt;/a&gt;) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-2717674471825443555?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/2717674471825443555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/03/simalakama-air-minum.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2717674471825443555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2717674471825443555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/03/simalakama-air-minum.html' title='Simalakama Air Minum'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-7409098664898319622</id><published>2008-03-29T12:22:00.000+07:00</published><updated>2008-03-29T19:30:19.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Kesetaraan Gender ala Petani Rasau Jaya</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R-3e5Z-itTI/AAAAAAAAACA/CvzmhD4E54A/s1600-h/Kelompok_Tani_Rasau_.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183043823980426546" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 200px; height: 150px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R-3e5Z-itTI/AAAAAAAAACA/CvzmhD4E54A/s320/Kelompok_Tani_Rasau_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :Aries Munandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik, tidak ada yang istimewa dengan pondok di tengah ladang itu. Ukurannya cuma sekitar 15 meter persegi (M3), tak berdinding dan beralaskan terpal. Sementara atapnya yang terbuat dari daun nipah penuh lubang di sana-sini.&lt;span class="fullpost"&gt; Namun, siapa yang menyangka dari di sinilah muncul kesadaran betapa pentingnya kesetaraan gender bagi warga Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).&lt;br /&gt;Pondok tersebut merupakan tempat yang digunakan oleh Kelompok Tani Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya III untuk berdiskusi dan mendengarkan penyuluhan dari petugas penyuluh lapangan (PPL) setempat. Mereka menyebut pertemuan yang digelar setiap Sabtu pagi itu sebagai “Sekolah Lapangan”.&lt;br /&gt;Selayaknya sebuah “Sekolah”, materi yang diberikan tidak hanya berupa teori tetapi juga praktik. Karena itu, usai berdiskusi mereka kerap mempraktikan langsung teori-teori yang didapat dari PPL tersebut di lapangan. Bak seorang peneliti, berbagai eksprimen pun seringkali dilakukan, guna mencari formulasi yang tepat dan praktis untuk diterapkan di lahan mereka.&lt;br /&gt;Uniknya, peserta sekolah lapangan ini didominasi oleh kaum hawa. Hal ini bukan tanpa disengaja, karena peranan perempuan dianggap sangat menentukan keberhasilan keluarga petani dalam mengolah lahan pertanian mereka. Apalagi sebagian besar kegiatan usaha tani di desa ini dilakukan oleh perempuan, sehingga mereka lebih banyak mengetahui tentang kondisi tanaman.&lt;br /&gt;“Keterlibatan bapak-bapak hanya pada saat persiapan lahan, setelah itu mereka mengerjakan pekerjaan sampingan lainnya. Jadi yang menyiang tanaman, memupuk hingga mengamati serangan hama itu, ya ibu-ibu,” kata PPL Desa Rasau Jaya III Rosiantoro.&lt;br /&gt;Untuk mendorong keterlibatan perempuan, para anggota kelompok tani ini sepakat menerapkan kuota 30% untuk perempuan dalam setiap kali pertemuan. Hasilnya, kegiatan sekolah lapangan ini pun selalu dipenuhi para ibu tani.&lt;br /&gt;“Meski kegiatan itu tetap akan dilanjutkan walaupun jumlah perempuannya sedikit. Namun kami selalu berupaya agar kuota itu bisa terpenuhi. Dan sejauh ini, peserta sekolah lapangan selalu didominasi oleh ibu-ibu,” ujar Rosiantoro.&lt;br /&gt;Menurutnya, kehadiran para ibu tani dalam kegiatan tersebut memiliki andil besar dalam meningkatkan efektivitas dan keberhasilan penyuluhan yang dia lakukan.&lt;br /&gt;“Kalau yang hadir cuma para bapak belum tentu informasinya sampai ke ibu-ibu. Padahal yang mengurus dan merawat tanaman itukan justru ibu-ibu,” jelasnya.&lt;br /&gt;Keterlibatan perempuan dalam sekolah lapangan ini tidak hanya sebatas 'Duduk, diam dan mendengarkan', namun mereka aktif berdiskusi dan bertanya kepada PPL. Bahkan celutukan dan canda sesekali terlontar dari mulut mereka, sekadar mencairkan suasana.&lt;br /&gt;Meski kerap melontarkan guyonan namun wanita asal Tegal, Jawa Tengah ini selalu tekun menyimak berbagai informasi yang disampaikan oleh PPL. Bagi Ety, sekolah lapangan merupakan kesempatan untuk menambah pengetahuan tentang cara bercocok tanam yang baik. Karena itu, sejak diadakannya kegiatan ini sebulan lalu tidak pernah sekalipun dia absen.&lt;br /&gt;“Dulu dalam menentukan jenis obat (herbisida) yang akan digunakan saya cuma ikut-ikutan, karena belum ada ilmunya (belum mengerti). Tapi sekarang saya sudah paham mana jenis yang untuk (gulma) berdaun lebar dan yang untuk berdaun sempit,” katanya.&lt;br /&gt;Berdirinya sekolah lapangan ini berawal dari inisiatif Yayasan Dian Tama Pontianak, yakni sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang konsen terhadap masalah pertanian organik. Yayasan ini kemudian merangkul PPL dan kelompok tani setempat.&lt;br /&gt;“Secara berlahan, kami juga akan memperkenalkan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan,” ujar Susandi salah seorang Fasilitator dari Yayasan Dian Tama.&lt;br /&gt;Materi yang disampaikan dalam pendidikan nonformal ini tidak hanya sebatas pada pengenalan dan pelatihan teknik budidaya tanaman pangan, tetapi juga masalah pemberdayaan masyarakat lainnya. Seperti pada Sabtu (21/7), beberapa Fasilitator dari Yayasan Dian Tama memperkenalkan cara pembuatan dan penggunaan tungku dari tanah liat yang berbahan bakar arang kayu. Pengunaan teknologi sederhana ini diharapkan mampu menjadi sumber bahan bakar dan energi alternatif bagi warga.&lt;br /&gt;Selain itu, para peserta juga dibekali dengan ilmu mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan. Selama ini, Kecamatan Rasau Jaya dan sekitarnya merupakan salah satu kawasan yang rawan terhadap kebakaran dan pembakaran lahan di Kalbar.&lt;br /&gt;Usia sekolah lapangan ini memang baru seumur jagung. Namun upaya tersebut patut diapresiasi sebab selain memberdayakan perempuan, keberadaannya juga sekaligus membantu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan kebakaran lahan yang mengakibatkan bencana kabut asap. Seperti kata pepatah, sekali merangkul dayung dua,tiga pulau terlampau. (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.oknum4freedom.blogspot.com/"&gt;http://www.oknum4freedom.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-7409098664898319622?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/7409098664898319622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/03/kesetaraan-gender-ala-petani-rasau-jaya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7409098664898319622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7409098664898319622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/03/kesetaraan-gender-ala-petani-rasau-jaya.html' title='Kesetaraan Gender ala Petani Rasau Jaya'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R-3e5Z-itTI/AAAAAAAAACA/CvzmhD4E54A/s72-c/Kelompok_Tani_Rasau_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-5693280888034612231</id><published>2008-03-21T13:54:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T13:58:14.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>BBC &amp; Speedy: Rencanakan Buat Lomba Blog</title><content type='html'>by Freddy Hernawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu saya menerima sebuah SMS dari bang Yaser. SMS itu berupa ajakan untuk pergi ke kantor Telkom Pontianak (Selasa, Pukul 1), karena kami (BBC) diundang untuk membicarakan masalah &lt;a href="http://hernawan.web.id/2008/03/12/bbc-speedy-rencanakan-buat-lomba-blog/#comment-1736"&gt;lomba blog&lt;/a&gt; yang akan diadakan oleh Telkom Speedy Pontianak.&lt;span class="fullpost"&gt; Suatu kehormatan bagi saya, bisa diundang oleh Speedy untuk membicarakan hal itu.Pada hari selasa kemaren, Saya datang terlambat sekitar 14 menit, karena harus ngurus masalah surat-surat tanah temen dan sempat juga tertahan di depan, karena harus berurusan dengan satpamnya Telkom :) , syukur aja ada pak Abi yang muncul dari kejauhan, lalu melambaikan tangannya. ahh syukurlah ada pak abi :)&lt;br /&gt;Sesampainya di dalam ruangan, pertemuan itu dihadiri oleh dedengkot BBC (bang Yaser dan Bang Mering), saya, Pak Beri dan Pak Abi (Manager Speedy Pontianak). Inti dari pertemuan itu membicarakan masalah lomba blog, mulai dari waktu pelaksanaan, tema, peserta lomba, maksud dan tujuan lomba. Sebenarnya banyak sekali hal yang kami bicarakan selain dari hal-hal yang diatas itu :) termasuk ajakan kami ke pak Abi untuk buat blog juga :) , tapi karena masih dalam tahap "sedang dibicarakan", maka tidak bisa saya ungkap semuanya disini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagi yang merasa punya blog, bersiap-siap aja untuk ikutan lomba :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan dari pembicarakan (pembukaan) kemaren itu, kami merencanakan minggu depan, Selasa, tanggal 18 pukul 1 siang, mengadakan pertemuan lagi, untuk membicarakan masalah yang lebih detail (termasuk membahas proposal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan besar saya, semoga lomba blog yang direncanakan ini bisa terwujud, lancar dan sukses, Amin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-5693280888034612231?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/5693280888034612231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/03/bbc-speedy-rencanakan-buat-lomba-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5693280888034612231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5693280888034612231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/03/bbc-speedy-rencanakan-buat-lomba-blog.html' title='BBC &amp; Speedy: Rencanakan Buat Lomba Blog'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3444979351096399831</id><published>2008-02-16T00:12:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:46:23.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBC'/><title type='text'>Blogger Kota Hantu Bersatu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R7XIkP9CcGI/AAAAAAAAAB4/8Slm7C6BzSw/s1600-h/Bloger%2BPontianak%2BNgumpul%2Bby%2BMering%2B%287%29.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167256672560902242" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R7XIkP9CcGI/AAAAAAAAAB4/8Slm7C6BzSw/s320/Bloger%2BPontianak%2BNgumpul%2Bby%2BMering%2B%287%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 169px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 232px;" /&gt;&lt;/a&gt;*Sebuah Perbincangan di Tempat Parkir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by A. Alexander Mering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berbekal nomor hand phone Hernawan, saya dan Akim berjingkat-jingkat menuju Plasa Telkom Jalan Teuku Umar. Akim adalah salah satu pendiri Borneo Blogger Community. selengkapnya baca &lt;a href="http://wisnupamungkas.blogspot.com/2008/01/komunitas-bloger-kalbar-kopi-darat.html"&gt;Blogger Kota Hantu Bersatu&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3444979351096399831?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3444979351096399831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/02/blogger-kota-hantu-bersatu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3444979351096399831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3444979351096399831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2008/02/blogger-kota-hantu-bersatu.html' title='Blogger Kota Hantu Bersatu'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/R7XIkP9CcGI/AAAAAAAAAB4/8Slm7C6BzSw/s72-c/Bloger%2BPontianak%2BNgumpul%2Bby%2BMering%2B%287%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-8990518301733748637</id><published>2007-10-07T19:05:00.000+07:00</published><updated>2008-02-16T00:11:02.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar'/><title type='text'>Internet Lelet Gmail Macet dan Kebakaran</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Oleh: Stefanus Akim &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu terakhir jaringan internet di Kota Pontianak lambatnya minta ampun. Ternyata ini bukan hanya di kantor kami, sejumlah warnet juga mengakui hal tersebut. Teman saya, &lt;a href="http://www.yaserace.blogspot.com/"&gt;Yaser Syaifuddin&lt;/a&gt; yang saya kontak via Sort Massage Service (SMS) mengakui hal yang sama.&lt;span class="fullpost"&gt; itu mail yang dikelola oleh http://www.gmail.com juga tak bisa dibuka. Beberapa kali saya coba login jawabannya blank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;ERROR&lt;br /&gt;The requested URL could not be retrieved&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;While trying to retrieve the URL: http://mail.google.com/mail/&lt;br /&gt;The following error was encountered:&lt;br /&gt;Connection to mail.google.com Failed&lt;br /&gt;The system returned:&lt;br /&gt;(110) Connection timed out The remote host or network may be down. Please try the request again.&lt;br /&gt;Your cache administrator is admin@CSI.&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Generated Sat, 06 Oct 2007 01:34:13 GMT by Cache-Proxy.CSI (squid/2.6.STABLE16)&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ada beberapa surat yang harus diperiksa di email gmail. Termasuk kiriman beberapa artikel, opini, berita, mailing list dan lain sebagainya. Sejumlah kepala biro Borneo Tribune di daerah terpaksa menggunakan email lain, umumnya http://www.yahoo.com atau email lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu untuk membuka blogspot atau blog lain juga agak susah karena lelet. Setiap kali klik yang muncul hanya sebagian tampilan saja. Sedangkan gambar, animasi dan Adsense juga tak bisa dibuka, yang muncul tulisan ERROR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuka beberapa situs pun juga leletnya minta ampun. Situs berita Antara misalnya, juga sulit sekali dibuka. Untuk pindah dari halaman satu ke lainnya sering error. Kebalikannya membuka situs fotonya Antara justru lebih mudah dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sampai kapan kondisi ini akan berakhir. Bagi mereka yang sudah terbiasa hidup di dunia virtual tentu saja ini siksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu. Sejumlah persoalan mendasar juga sedang melanda ”Kota Khatulistiwa”. Selama bulan Ramadan, tepatnya sejak 25 September, dilakukan pemadaman listrik secara bergilir. Alasan PLN karena mesin mereka mengalami kerusakan Accessory Gear Coupling. Sehingga daya seharusnya 106 MW menjadi 78,5 MW, berkurang 28 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Manajer Pemeliharaan Transmisi PLN Pontianak Sugiono, menuturkan, kekuatan suplai PLN berbeda-beda. Untuk PLN sektor Kapuas sendiri, untuk wilayah Siantan sebesar 19 MW PLTD Sungai Raya sebesar 32,5 MW dan PLTD Siantan sendiri 28 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk Accessory Gear Coupling memang sulit untuk mencari suku cadangnya. Kebetulan beberapa hari yang lalu kita dihubungi oleh Pertamina, menurut mereka mesin yang dibutuhkan ada. Sekarang masih di Jakarta. Sabtu mungkin sudah normal,” kata Idaman, Asisten Manajer Operasional. Untuk jangka menengah, pada bulan Desember nanti PLN akan menambah daya sebesar 14 MW. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara gelombang demo dan statemen keras di media massa terus ditujukan kepada PLN. Seminggu lalu, sejumlah warga di kawasan Kotabaru mendatangi PLN Jl A Yani mempertanyakan mengapa PLN sering padam. “Kami akan datang lebih banyak lagi jika persoalan ini tak selesai,” kata salah seorang warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu, Rabu (3/10) giliran PLN Senggiring di Mempawah yang didatangi warga. Warga Kabupaten Pontianak yang baru saja berbuka puasa berbondong-bondong mendatangi PLN dan merasa risih dengan kondisi ini. “Berbuka puasa kami dalam gelap. Persoalannya pemadaman sudah tak sesuai jadwal. Kapan maunya PLN saja,” teriak salah seorang pengunjuk rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini direspon cepat oleh para Kepala Desa di sekitar Mempawah, ibu kota Kabupaten Pontianak dan Lurah Mempawah Timur. Kamis (4/10) bersama sejumlah elemen masyarakat, anggota DPRD serta dikawal anggota Polres Mempawah mereka mendatangi PLN Siantan. Intinya menanyakan mengapa sering sekali listrik padam dan tak beraturan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang demo selanjutnya datang dari mahasiswa dan elemen masyarakat. Mereka minta agar calon gubernur mempunyai agenda untuk meyelesaikan persoalan kelistrikan di Kalbar. Sayangnya aksi ini dikotori dengan aksi kekerasan. Seorang koordinator lapangan, Nurhadi, hidungnya berdarah setelah melerai teman-temannya yang nyaris adu jotos dengan aparat kepolisian. Kini, ia didampingi Sekretaris Jenderal Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) Kalbar, Azman melapor ke Komnas HAM Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami minta gubernur Kalbar bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa pemukulan ini. Kami menginginkan keempat kandidat gubernur berperan aktif dalam penyelesaian masalah PLN. Sebab PLN merupakan pelayanan publik. Kami mengutuk kebrutalan yang dilakukan oleh polisi,” tegas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Sabtu (6/10) pukul 02.00 dinihari sekitar 50 orang warga juga mendatangi General Manager PLN Kalbar Djoko Suwono di rumah dinasnya di Jalan Paris II, Kompleks PLN No 1. Mereka ingin bertemu Djoko untuk menanyakan perihal pemadaman listrik, namun yang bersangkutan sedang ke Jakarta. Pada aksi ini terjadi insiden kecil. Sejumlah warga sempat memecahkan kaca depan dan tiga buah lampu taman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lain yang mendera adalah kebakaran yang dalam seminggu terakhir sudah terjadi di 13 lokasi berbeda. Mulai rumah penduduk, kebun karet di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Pontianak, bengkel hingga dua buah sekolah; SD 11 dan SMA 8 serta Pasar Senakin di Kabupaten Landak. Peristiwanya sangat sporadis dan petugas pemadam kebakaran dibuat kelabakan. “Aduh...tak mampu o...kebakalan terus wa...,” kata Andika Lay teman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andika orang Tionghoa yang tinggal di Siantan. Ia bekerja secara sosial sebagai anggota pemadam kebakaran. Saban kali ada kebakaran, Lay Kwet Djie, nama Tionghoanya dan teman-temannya langsung turun membantu, tak peduli yang terbakar milik orang Tionghoa atau siapa saja. Tak perduli dekat atau jauh. “Yang penting jangan sampai banyak yang terbakar, kita bantu sekuat tenaga,’ kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis memadamkan api, ia sering ke kantor membawa hasil jepretan kamera digitalnya. Jika wartawan atau Fotografer kami terlambat dan kehilangan momen, maka tak perlu khawatir sebab sudah ada Andika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa penyebabnya? Ada yang disebabkan karena kompor meledak, ada yang disebabkan puntung rokok serta ada pula katanya karena korsleting listrik sehingga mengakibatkan arus pendek. Orang jadi bertanya-tanya, apakah ada hubungan kebakaran dengan tegangan listrik yang turun naik. Atau adakah hubungan kebakaran dengan situasi yang mulai hangat menjelang proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur 15 November 2007 mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sejak tanggal 1 hingga 5 Oktober sudah terjadi 13 lokasi kebakaran yang menyebar di beberapa bagian Kota Pontianak dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian pertama tanggal 1 Oktober di Gg Sekolah Jalan P Natakusuma. Jalan M Yamin jurusan Ampera Kota Baru, Nipah Kuning di Jalan Komyos Sudarso, Kompleks Sepakat Damai di Jalan Dr Wahidin, Gg Sulawesi Jl Sultan Abdurahman, Gg Prasaja 6, Jl Tanjung Raya 1, Jalan Sei Selamat Dalam, Jl Trans Kalimantan dua kali, Jl Putri Daranante Gg Wan Sagaf, Jl Khatulistiwa, Jl Alianyang Gg Madrasyah II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Unit Pemadam Kebakaran Gotong Royong (UPKGR) Siantan hingga hari ini sudah tercatat 63 kali kebakaran. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang totalnya hanya 50 kali saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pengalaman saya, ini adalah minggu yang paling berat. Sebab sering sekali terjadi kebakaran. Bayangkan satu hari bisa sampai lima kali terbakar di lokasi berbeda. Sementara selama ini satu minggu paling banyak lima kali kebakaran,” kata Andika Lai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus SMA 8 ia melihat agak aneh. Sebab dalam tempo setengah jam sudah rata dengan tanah. Biasanya untuk ukuran bangunan seperti itu membutuhkan waktu setidaknya dua jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ia, saya melihatnya memang aneh,” timpal Tjhin Fa Nan, senior Andika Lay yang juga Wakil Ketua UPKGR yang sudah aral-melintang menolong memadamkan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saat ending tulisan ini dibuat hujan mulai turun di sejumlah kawasan di Kota Pontianak. Semoga tak ada lagi kebakaran yang terjadi esok hari. Semoga listrik tak sering padam lagi dan semoga internet tidak lelet lagi.□&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-8990518301733748637?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/8990518301733748637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/10/internet-lelet-gmail-macet-dan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8990518301733748637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8990518301733748637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/10/internet-lelet-gmail-macet-dan.html' title='Internet Lelet Gmail Macet dan Kebakaran'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-7055685250669484873</id><published>2007-09-26T23:53:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:36:08.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Dari Graffiti Gang Surya ke Amerika</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RvqPeX_wQxI/AAAAAAAAABw/4h-rMwACULU/s1600-h/Bryan+dan+Wagub+by+Mering+%2834%29.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114558078832886546" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RvqPeX_wQxI/AAAAAAAAABw/4h-rMwACULU/s320/Bryan+dan+Wagub+by+Mering+%2834%29.jpg" style="cursor: hand; float: right; margin: 0px 0px 10px 10px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;(Pemerintah Provinsi Kalbar Biayai Bryan ke Markas PBB untuk Menerima Penghargaan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By &lt;a href="http://wisnupamungkas.blogspot.com/2007/09/dari-graffiti-gang-surya-ke-amerika.html"&gt;Alexander Mering&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berkat karyamu, ibu dan kepala sekolahmu pun akan melihat New York. Kakek sangat bangga padamu.”&lt;br /&gt;Senyumnya mengembang. Tangannya terentang khas orang tua saat bocah itu menghambur ke ruangan. Dua manusia dari generasi yang berbeda saling berjabat tangan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Matanya sama-sama sipit walau berasal dari puak suku yang berlainan. Tak ada yang mengikat mereka secara bilogis, tapi sebuah tempat dari masa lalu yang masih utuh hingga sekarang membuat mereka begitu dekat. Sekolah Suster Pontianak, sebuah sekolah, tak jauh dari lapangan sepak bola kebun sayok (PSP) Pontianak.&lt;br /&gt;Keduanya sama-sama orang hebat, mewakili generasinya masing-masing. Pria yang menyebut dirinya kakek itu adalah Laurentius Herman Kadir, Wakil Gubernur Kalbar. Dan bocah SD berusia 7 tahun tersebut Bryan Jevoncia, juara dunia lomba desain perangko PBB bertajuk "We Can End Poverty". (Kita Dapat Mengakhiri Kemiskinan).&lt;br /&gt;“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan menanggung biaya perjalanan Bryan ke Amerika,” kata Pria berusia 66 tahun itu.&lt;br /&gt;“Ayo bilang terima kasih,” kata Rosina, mama Bryan.&lt;br /&gt;Ramai yang hadir pada pertemuan yang berlangsung hampir sejam di ruangan itu. Ada wartawan Berkat, Pontianak Post, Antara, Ruai TV, TVRI, ada Asisten III Pemprov Kalbar, Drs. Kamaruzzaman, MM, pejabat Diknas, Kepala sekolah, guru-guru SD Suster, tempat Bryan belajar.&lt;br /&gt;Ada bahagia. Ada keharuan. Ada nostalgia ketika Kadir mengetahui di mana Bryan menuntut ilmu. Meski tak persis sama dengan keadaannya sekarang, sekolah itu masih di tempat yang sama SD dan SMP Suster Pontianak.&lt;br /&gt;“Peserta didiknya semua wanita, saya dan kawan-kawan sering ke sana dulu,” kenangnya. Tak jarang mereka menyelinap ke tengah-tengah barisan untuk sekadar berbicara dengan gadis-gadis itu.&lt;br /&gt;“Susternya galak-galak. Jika ketahuan habislah diteriak-teriaki.”&lt;br /&gt;Kini yang sekolah di sana tak cuma para wanita, gurunya pun tak segalak di zaman Kadir. Bahkan Rosa de Lima, kepala sekolah didampingi beberapa guru turut tertawa bahagia di ruang kerja Kadir hari itu bersama Bryan.&lt;br /&gt;Berkali-kali Kadir menyampaikan kebanggaannya bahwa ada putra Kalbar yang masih sangat belia tapi telah mengukir prestasi tingkat dunia. Tak cuma sekolah, tapi nama daerah dan negara juga menjadi harum. Karena itu katanya gubernur langsung merespons dan minta agar Bryan dibantu.&lt;br /&gt;Bryan dijadwalkan menerima penghargaan dari PBB pada 17 Oktober 2007 mendatang atau bertepatan dengan peringatan dekade pertama Hari Internasional "Education for Poverty".&lt;br /&gt;Waktu tiga minggu yang tersisa jelang keberangkatan diharapkan dapat dioptimalkan untuk mengurus administrasi keberangkatan. Karena budget terbatas kata Kadir, Pemrov hanya mampu memberangkatkan Bryan, Kepala Sekolah, Ibu Bryan dan seorang pendamping dari Pemprov Kalbar.&lt;br /&gt;Rosina dan Rosa de Lima berterima kasih sekali karena Pemprov sudi membantu biaya perjalanan mereka ke negeri Paman Sam mendampingi Bryan. Sebab sejak Rosina menerima telepon pemberitahuan dari staf Kedutaan Besar RI di New York awal Agustus lalu, ia belum mendapat kepastian dana dari Deplu.&lt;br /&gt;Siang itu Bryan duduk manis di dekat Kadir. Terkadang mereka bercakap-cakap. Kadir selalu memanggilnya cucu. Wartawan sibuk menjepretkan kamera dan mencatat wejangan sang wakil gubernur. Putra Sungai Utik Kapuas Hulu yang sukses meniti karirnya dari bawah sekali ini mengatakan sekolah hendaknya bisa mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap pakai agar selesai sekolah tidak berbondong-bondong melamar menjadi pegawai negeri.&lt;br /&gt;Prestasi bidang pendidikan selama ini telah membuat pemerintah pusat memberikan penghargaan untuk Kalbar. “Penghargaan itu untuk Kalbar, meski yang menerimanya gubernur,” tegas Kadir. Prestasi yang ditunjukkan Bryan juga bukti bahwa Kalbar tidak kalah dari daerah lainnya di Indonesia, bahkan dunia.&lt;br /&gt;Gambar Bryan mengangkat kisah ibunya yang menjadi penjahit. Digambarkan seorang ibu yang tengah menjahit dibantu sejumlah anaknya.&lt;br /&gt;Iseng-iseng saya bertanya pada mama Bryan, apa yang ia rasakan saat mengandung Bryan. Sang ibu lama tercenung, ia mencoba mengingat-ingat sesuatu. Setelah itu ia berkata pada saya sambil tersenyum, “Rasanya tak ada, saya hanya mengidamkan durian saja.”&lt;br /&gt;Saat Kadir menutup pertemuan. Bryan berpaling ke arah saya di belakang kursi. Saya mengedipkan mata. Ia mengacungkan telunjuk, ibu jari dan kelingking. Itu kode darinya, mengajak saya bermain dim-dam atau suit-suitan lagi. Saya berbisik, “Besok ya kita main lagi.” Memang sejak pemberitaan Bryan terekspose di Borneo Tribune saya menjadi dekat dengan si anak fenomenal ini.&lt;br /&gt;Di penghujung perjumpaan, sang kakek meminta sang cucu menggambar sekali lagi. Menggambar sebuah cerita, gambar hitam putih kehidupan penjahit yang turut berjuang memberantas kemiskinan di sekitar kita.(Publish in Borneo Tribune, 28 September 2007)⁪ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-7055685250669484873?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/7055685250669484873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/dari-graffiti-gang-surya-ke-amerika.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7055685250669484873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7055685250669484873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/dari-graffiti-gang-surya-ke-amerika.html' title='Dari Graffiti Gang Surya ke Amerika'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RvqPeX_wQxI/AAAAAAAAABw/4h-rMwACULU/s72-c/Bryan+dan+Wagub+by+Mering+%2834%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-2920708200049351735</id><published>2007-09-24T00:59:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T02:50:15.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Menggambar Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RvaqEH_wQvI/AAAAAAAAABg/h6xKMIwZ7UU/s1600-h/Bryan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113461414768427762" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RvaqEH_wQvI/AAAAAAAAABg/h6xKMIwZ7UU/s320/Bryan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;(Juara Lomba Desing Perangko Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingati Education for Poverty)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By &lt;a href="http://alexandermering.blogspot.com/"&gt;A.Alexander Mering &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali dia menoleh ke belakang. Wajah mungilnya tersembul dari balik becak yang sedang melaju di depan, rambutnya berkibar-kibar diterpa angin siang. Saya terus membuntuti becak yang ditumpanginya dari sekolah, menuju toko Elegan Gorden di Jalan Juanda.&lt;br /&gt;Sejak dua hari terakhir bocah kelas dua SD Suster Pontianak ini menjadi buah bibir warga Kalimantan Barat. &lt;a href="http://wisnupamungkas.blogspot.com/2007/09/menggambar-ibu.html"&gt;Baca selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-2920708200049351735?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/2920708200049351735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/menggambar-ibu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2920708200049351735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/2920708200049351735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/menggambar-ibu.html' title='Menggambar Ibu'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RvaqEH_wQvI/AAAAAAAAABg/h6xKMIwZ7UU/s72-c/Bryan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-97542250177439024</id><published>2007-09-23T01:10:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:47:38.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBC'/><title type='text'>Undangan Pesta Blogger 2007</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/Rvat83_wQwI/AAAAAAAAABo/CsmWyVW92OU/s1600-h/2002117932149225130_rs.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113465688260887298" src="http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/Rvat83_wQwI/AAAAAAAAABo/CsmWyVW92OU/s320/2002117932149225130_rs.jpg" style="cursor: hand; float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ki Sanak, mari beramai-ramai datang ke acara Pesta Blogger 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta Blogger 2007 adalah acara silaturahmi dan halal bihalal untuk para blogger. Acara ini akan diadakan di Hard Rock Cafe, Jakarta, pada Sabtu, 27 Oktober 2007. Acara dimulai pukul 10.00 &lt;a href="http://ndorokakung.com/2007/09/20/pesta-pecas-ndahe"&gt;baca selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; sampai selesai.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-97542250177439024?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/97542250177439024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/undngan-pesta-blogger.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/97542250177439024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/97542250177439024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/undngan-pesta-blogger.html' title='Undangan Pesta Blogger 2007'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/Rvat83_wQwI/AAAAAAAAABo/CsmWyVW92OU/s72-c/2002117932149225130_rs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-8929254489330723301</id><published>2007-09-13T18:22:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:26:12.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Tak Ada Daerah Aman Gempa di Indonesia Kecuali Kalimantan</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;Okezone&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 13/09/2007 16:18 WIB  &lt;br /&gt;Gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) kembali mengguncang Sumatera dan terasa hingga Pulau Jawa, Singapura, serta Malaysia, Gempa yang terjadi pukul 18.10 WIB kemarin memunculkan peringatan tsunami di sepanjang Pantai Barat Sumatera,&lt;span class="fullpost"&gt; meski beberapa jam kemudian dicabut, karena gelombang tinggi itu tidak terbukti. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), pusat gempa berada di Samudera Hindia, 159 km arah barat daya Bengkulu dengan kedalaman 10 km di bawah permukaan laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa susulan dengan kekuatan besar juga terus terjadi hingga siang tadi. Sekitar pukul 06.49 WIB, gempa berkekuatan 7,7 pada SR terjadi di 140 km barat daya Sungai Penuh di Jambi. Selanjutnya, pukul 08.26 gempa dengan kekuatan sama juga terjadi dengan potensi terjadi gelombang pasang laut (tsunami). Pusat gempa terdeteksi di 1.98 LS. 99.8 BT atau 130 km Painan, Sumatera Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisis kami, potensi gempa susulan ini akan terus terjadi khususnya di segmen Mentawai. Di Indonesia tak ada daerah yang aman dari bencana (gempa) kecuali Kalimantan. Umumnya, daerah rawan bencana gempa dan tsunami terjadi di daerah yang tingkat populasinya padat dan hanya menunggu waktu sesuai siklus tahunan yang pernah terjadi. Yang bisa dilakukan hanya sedia payung sebelum hujan, tapi tidak bisa menghentikan.26 gempa dengan kekuatan sama juga terjadi dengan potensi terjadi gelombang pasang laut (tsunami). Pusat gempa terdeteksi di 1.98 LS. 99.8 BT atau 130 km Painan, Sumatera Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil analisis kami, potensi gempa susulan ini akan terus terjadi khususnya di segmen Mentawai. Di Indonesia tak ada daerah yang aman dari bencana (gempa) kecuali Kalimantan. Umumnya, daerah rawan bencana gempa dan tsunami terjadi di daerah yang tingkat populasinya padat dan hanya menunggu waktu sesuai siklus tahunan yang pernah terjadi. Yang bisa dilakukan hanya sedia payung sebelum hujan, tapi tidak bisa menghentikanakan alam tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peramalan gempa bumi dan tsunami dari segi ilmu pengetahuan adalah yang paling sulit dilakukan dibandingkan dengan gunung meletur, longsoran tanah, dan banjir. Namun , dengan kajian geologi, bencana-bencana itu bukanlah hal yang tidak dapat diramalkan, walaupun waktu ketidaktentuan terjadinya bencana tersebut mempunyai derajat ketidakpastian cukup tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama terjadinya gempa adalah letak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik serta berada diposisi ringoffire. Saat lempeng-lempeng ini bergerak, maka guncangan akan terjadi. Biasanya guncangan utama secara otomatis akan diikuti gempa-gempa susulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengatasi gempa bumi ini, pemerintah harus menyiapkan inftrastruktur manajemen dan pendidikan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap menghadapi bencana alam, khususnya gempa. Selain itu, pemerintah dan masyarakat harus proaktif melakukan mitigasi, pemantauan, dan pembangunan sistem peringatan dini bencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan sejarah gempa di Mentawai menyebutkan, kepulauan ini pada tahun 1833 pernah diguncang gempa berkekuatan 9 SR. Periode pengulangan gempa di wailayah ini menurut penelitian yang dilakukan selama hampir 10 tahun lalu memiliki periode pengulangan sekitar 200 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila wilayah tersebut sampai terguncang gempa besar lagi, maka daerah yang akan terkena dampaknya bukan hanya Padang dan Bengkulu, tapi juga Singapura dan Jakarta, yang masing-masing berjarak lebih kurang 300 km dan 600 km dari sumber gempa itu. Dua kota besar ini daratannya terdiri atas tanah aluvial, hasil sedimentasi, dan reklamasi. Adanya gelombang besar yang merambat sampai di lapisan tanah ini dapat menjadi besar atau teramplifikasi, memberi dampak yang parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya tsunami juga mengancam Padang dan Bengkulu. Gempa yang berpusat di sekitar Mentawai akan menimbulkan tsunami yang bakal menerjang ibu kota Sumatera Barat itu dalam waktu 10 menit setelah gempa terjadi. Ancam,an gempa beser dan tsunami di pantai barat Sumatera ini, menurutnya, bukan hanya datang dari Pulau-pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan, tapi juga pulau lain di gugusan Kepulauan Mentawai, yaitu Pulau Sipora yang terguncang gempa tahun 1600-an dan Siberut tahun 1797. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, keduanya tertidur panjang meng-himpun kekuatan. Saat ini kondisi”matang” untuk sewaktu-waktu mengadakan serangan kembali. Artinya, proses pengumpulan energi di dua pulau itu sudah cukup besar yang mampu di tahan oleh struktur geologi di bawahnya. Kondisi ini di ibaratkan secara mendatar dari satu sisi. Bila dia tidak kuat lagi menekan pegas akan meregang kembali ke posisi semula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi gempa berkekuatan 7,6 pada SR di Pulau Simeleu tahun 2002, kami sebenarnya sudah mencemaskan guncangan itu akan memicu sistem kegempaan di pulau-pulau yang berada di sebelah selatannya seperti Pulau Nias yang pernah dilanda guncangan berkekuatan 8,5 SR pada tahun 1861. Hal itu disebabkan gempa Simeleu merupakan pra gempa yang akan menaikkan tekanan blok di sebelahnya. Pulau-pulau itu bekerja sama dan berbicara satu sama lain. Ketika satu blok terkena gempa ada daerah antara blok sebelahnya yang tegang atau mengalami shadow stress. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa yang terjadi di Sumatera Barat kemarin itu sumbernya dekat dengan segmen Sianok. Gempa yang terjadi di patahan Sumatera tersebut sangat berpotensi terjadi tsunami. Berdasarkana catatan, di segmen tersebut pernah terjadi dua kali gempa berturut-turut pada 1926. Jarak waktunya hanya berbeda 30 menit dengan kekuatan yang jauh lebih besar, mencapai skala magnitudo 7 MW atau lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu gempa pertamanya memecahkan segmen Sumani. Namun, setengah jam kemudian gempa kedua memecahkan segmen Sianok, dari Danau Singkarak sampai Bukittinggi hingga Padang Panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Ir Danny Hilman Natawidjaja, Pakar Gempa Geoteknologi LIPI &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-8929254489330723301?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/8929254489330723301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/tak-ada-daerah-aman-gempa-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8929254489330723301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8929254489330723301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/tak-ada-daerah-aman-gempa-di-indonesia.html' title='Tak Ada Daerah Aman Gempa di Indonesia Kecuali Kalimantan'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-5445652594867977396</id><published>2007-09-05T17:22:00.000+07:00</published><updated>2007-09-05T17:40:52.579+07:00</updated><title type='text'>PRINSIP  K-3 &amp; ERGONOMI DALAM PENGGUNAAN KOMPUTER DAN INTERNET KHUSUS NYA BLOGGING</title><content type='html'>By : Eka Radiansyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinteraksi dan bekerja dengan menggunakan komputer sangat menyenangkan. Apalagi bagi yang sudah terampil menggunakannya dan dapat merasakan manfaat dari komputer.&lt;span class="fullpost"&gt; Mungkin akan betah duduk berjam-jam didepan komputer. Dengan demikian maka seorang pengguna komputer akan menjadi lebih terampil dalam mengoperasikannya. Namun, yang harus diperhatikan adalah tetap menjaga kesehatan. Berbeda dengan buku, koran atau alat lainnya, komputer adalah alat elektronik yang mengharuskan penggunanya memperhatikan berbagai aspek ketika mengoperasikannya.&lt;br /&gt;Berbagai aktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan komputer, apalagi bila komputer tersebut terhubung dengan jaringan internet. Pastinya akan sangat mengasyikkan dalam menggunakannya. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan internet seperti mendownload, upload, chatting, blogging dsbnya.&lt;br /&gt;Salah satu yang paling mengasyikan yaitu Blogging. Blogging dapat dijadikan media penyaluran hoby,  sebagai tempat belajar, pengisi waktu luang bahkan sebagai bagian dari  aktivitas utama dan semuanya terpulang kepada individu masing-masing.&lt;br /&gt;Blogging memerlukan waktu khusus. Artinya, duduk didepan komputer atau laptop, menulis, membaca, melakukan perubahan blog dan banyak lagi yang lain. Lamanya seseorang nge-blog juga bervariasi. Nah, terkait dengan lamanya durasi ngeblog inilah kadang kala tanpa disadari menimbulkan keluhan nyeri otot, rasa pegal dan banyak keluhan lain yang berhubungan pada saat nge-blog.&lt;br /&gt;Posisi Nge-Blog&lt;br /&gt;Pada umumnya, blogging dilakukan dalam posisi duduk. Tapi ada juga blogger yang lebih suka tengkurap pada saat blogging. &lt;br /&gt;Posisi duduk yang tetap dalam durasi waktu yang lama dapat menimbulkan gangguan otot. Misalnya: otot punggung, otot leher atau sakit kepala lantaran ketegangan otot leher. Biasanya nyeri otot berlangsung sekitar 48 jam dan akan pulih dengan istirahat. Selain itu, gangguan otot pada saat nge-blog juga disebabkan oleh akumulasi kelelahan yang disadari maupun tidak.    &lt;br /&gt;Bentuk gangguan otot &lt;br /&gt;Beberapa kemungkinan gangguan otot yang berhubungan dengan aktivitas  blogging antara lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sakit kepala.&lt;br /&gt;Keluhan ini disebabkan karena memelototi layar monitor dalam durasi yang lama. Dan tidak setiap blogger mengalaminya. Ada yang tahan tanpa keluhan apapun kendati ngeblog terus-menerus dengan durasi selama 5 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepala serasa melayang atau terasa hanyut. Ini disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak karena gravitasi atau karena postural hypotension.&lt;br /&gt;3. Kaku leher, nyeri otot leher dan kaku duduk. Kadang merambat menjadi sakit kepala (tension headache).&lt;br /&gt;4. Nyeri otot bahu, nyeri punggung. Tidak selalu nyeri, kadang hanya terasa kaku dibagian tersebut. Kaku dan nyeri pinggang. Kaki juga bisa mengalami hal sama dikarenakan kelamaan duduk.&lt;br /&gt;5. Kram.&lt;br /&gt;Ini diisebabkan karena aliran darah yang kurang lancar. Dan cobalah untuk merenggakan bagian yang kesemutan, relaksasi atau santai sejenak. Dan yang perlu diingat bahwa bentuk-bentuk gangguan otot diatas bisa disebabkan oleh sebab lain disamping blogging. Hal ini berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan blogger sebelum melakukan blogging.&lt;br /&gt;Tips menghindari gangguan otot bagi para blogger.&lt;br /&gt;Istirahat dan cukup tidur serta jangan lupa relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan dengan cara berbaring santai selama beberapa jam untuk memberi kesempatan perenggangan dan pemulihan otot.&lt;br /&gt;Olahraga ringan dan teratur.&lt;br /&gt;Perbanyak minum khususnya air putih dan kalau bisa juga minuman yang mengandung ion yang berfungsi untuk mencegah kram karena kekurangan cairan.&lt;br /&gt;Bila ada bagian tubuh yang terasa kaku atau nyeri, bila dimungkinkan bisa dilakukan dengan mengompres dengan air hangat dan pemijatan ringan.&lt;br /&gt;Perenganggan setiap 1-2 jam diperlukan untuk mencegah nyeri otot, terutama jika blogger duduk lama dengan posisi yang tetap.&lt;br /&gt;Memilih kursi dan posisi yang nyaman  dan usahakan tulang belakang dalam posisi lurus. Bila perlu dapat menggunakan penyangga leher untuk santai sejenak.&lt;br /&gt;Sesuaikan posisi layar dengan jarak dan sudut pandang senyaman mungkin. Jarak antara mata dan dan layar sangat relatif, bisa 50 cm, 60 cm tergantung pada kebiasaan dan lebar layar. Untuk sudut pandang, sebaiknya posisi lurus. &lt;br /&gt;Atur sinar layar sedemikian rupa hingga tidak menganggu mata, agar otot mata tidak cepat lelah. Yang terbaik adalah mengatur setingan resolusi layar, makin tinggi resolusi yang kita buat maka makin fresh suatu layar. Ini tergantung dari jenis monitor yang kita pakai.&lt;br /&gt;Juga usahakan memakai VGA Card, bukan yang Onboard.&lt;br /&gt;Pemakaian filter dapat dipertimbangkan jika sinar layar dirasa kurang cukup memberikan kenyamanan. &lt;br /&gt;Sesuaikan posisi keyboard dengan posisi tangan agar tidak mudah lelah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Sumber : Bahan kuliah K-3 Bahan kuliah Ergonomi&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-5445652594867977396?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/5445652594867977396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/prinsip-prinsip-k-3-dan-ergonomi-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5445652594867977396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5445652594867977396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/09/prinsip-prinsip-k-3-dan-ergonomi-dalam.html' title='PRINSIP  K-3 &amp; ERGONOMI DALAM PENGGUNAAN KOMPUTER DAN INTERNET KHUSUS NYA BLOGGING'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-8699065399888518892</id><published>2007-08-16T15:43:00.000+07:00</published><updated>2007-08-25T14:21:01.279+07:00</updated><title type='text'>Alamat Peserta Kursus Web Log</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsQPeGkziDI/AAAAAAAAABY/BAsoMtIB4as/s1600-h/DAta+Perserta+Kursus1+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099217687925721138" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsQPeGkziDI/AAAAAAAAABY/BAsoMtIB4as/s320/DAta+Perserta+Kursus1+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-8699065399888518892?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/8699065399888518892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/alamat-peserta-kursus-web-blog.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8699065399888518892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/8699065399888518892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/alamat-peserta-kursus-web-blog.html' title='Alamat Peserta Kursus Web Log'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsQPeGkziDI/AAAAAAAAABY/BAsoMtIB4as/s72-c/DAta+Perserta+Kursus1+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3010067684312126104</id><published>2007-08-15T23:22:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T00:59:43.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Khatulistiwa Bangkit di Tangan Blogger</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsMpi6z5YMI/AAAAAAAAABQ/1SYMyvw2Py0/s1600-h/kursus+web+blog+design+by+mering+(21).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098964882992750786" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsMpi6z5YMI/AAAAAAAAABQ/1SYMyvw2Py0/s320/kursus+web+blog+design+by+mering+(21).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://budirahman.blogspot.com/"&gt;by Budi Rahman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99 tahun lampau tepatnya 21 Mei 1908 embrio semangat kebangsaan muncul dengan berdirinya Boedi Oetomo yang membawa semangat kebangkitan nasional. &lt;span class="fullpost"&gt; Tahun depan momen peringatan spirit kemerdekaan tersebut genap berusia seabad. Ada ambisi besar untuk memantik kembali semangat “Indonesia Bangkit” itu dari Khatulistiwa.&lt;br /&gt;Asa itu bukan suatu yang mengada-ada dari sosok megalomania. Langkah itu riil dan konkrit.&lt;br /&gt;Ya. Kemarin, (14/8) anak-anak muda Pontianak yang kreatif-imajinatif dan melek teknologi coba meretas asa luhur itu lewat linkage penggemar web blog. Bertempat di Ruang Rapat Walikota, mereka menggelar seremoni sederhana untuk mematching-kan semangat aktualisasi diri dan cita-cita menumbuhkan semangat kebangkitan.&lt;br /&gt;Tak kurang dari 30 orang anak muda kreatif Kota Pontianak antusias mengikuti kursus dan kompetisi desain blog web yang diadakan oleh Borneo Tribune. Sejalan dengan hajat yang dimaksudkan untuk mengikat para pehobi pergaulan dunia maya itu, Nur Iskandar mengapresiasi acara ini.&lt;br /&gt;Menurut Pimred Borneo Tribune itu momen ini memiliki hubungan erat dengan spirit kebangkitan nasional. Komunitas para blogger yang terkoordinir masih belum banyak jumlahnya, padahal peran mereka tak bisa dipandang sepele.&lt;br /&gt;Di Pulau Kalimantan dari informasi mesin pencari Google belum terdapat komunitas ini. Untuk itu meskipun saat ini Kalbar meraih predikat sebagai provinsi terkere di Bumi Khatulistiwa, namun kehendak untuk maju mengejar ketertinggalan musti digelorakan, dan lewat even inilah harapan itu coba dibangun.&lt;br /&gt;“Masa depan dunia adalah bagi mereka yang menguasai informasi,” kata Pimred yang akrab disapa Nuris mengutip “fatwa” futurolog John A. Naisbitt. Sangat jelas tendensi ungkapan yang dilontarkan oleh jurnalis yang sudah melanglang buana hingga ke Negeri Paman Sam ini. Nuris juga terinspirasi ide yang pernah dilontarkan salah satu petinggi Kota Pontianak yang pernah punya harapan “Indonesia Bangkit dari Khatulistiwa” beberapa waktu sebelumnya tampak semangat di depan para peserta yang meledak dari 20 menjadi 30.&lt;br /&gt;Saat Nuris sedang asyik “menyetrum” kesadaran para peserta dengan spirit kebangkitan nasional dan kesadaran berteknologi, Walikota Pontianak dr H Buchary Abdurrachman yang barusan selesai mengikuti upacara hari jadi pramuka di Taman Alun Kapuas hadir tepat waktu. Ia membuka kegiatan dengan filosofi kesadaran berteknologi kepada para peserta yang notabene pelajar dan mahasiswa generasi muda Pontianak. Masih dengan kostum boy scout-pramukanya Pak Wali mengutarakan apresiasinya.&lt;br /&gt;“Indonesia selama ini tertutup dengan berita-berita negatif dari luar,” kata walikota yang karib disapa Bang Bong ini. Dengan gelar serupa Kursus dan Kompetisi Desain Blog Web, Bang Bong berharap informasi emas dari Pontianak yang selama ini ditenggelamkan “lumpur-lumpur” bisa dimunculkan komunitas blogger yang akan mengikuti kursus dan kompetisi. Diungkap pula olehnya bahwa kebangkitan Indonesia yang mashur dengan sebutan “Zamrud Khatulistiwa” bisa dibangkitkan dari “Sabuk Khatulistiwa” alias Kota Pontianak. Akhirnya dengan ciri penampilannya yang low profile Pak Wali memberi apresiasi positif dan selamat berkompetisi pada para peserta.&lt;br /&gt;Usai Pak Wali memberi sepatah dua patah kata, anggota DPRD Kota Pontianak, Paryadi yang kemarin datang khusus menjadi peserta kursus juga memberi kesan di hadapan peserta lainnya. Ia mengaku tertarik untuk mengikuti even Borneo Tribune karena didorong semangat kecintaan dan keinginmajuannya melalui dunia maya yang tanpa batas.&lt;br /&gt;Sebagai tanda kesamaan semangat dan pemikiran, para peserta dan Walikota Pontianak berpose bersama panitia penyelenggara. Tersembul wajah-wajah optimis dari para peserta yang memiliki sensitivitas hightech itu.&lt;br /&gt;Asriyadi Alexander Mering yang menjadi panitia pengarah (Sterring Committe) ketika diberi kesempatan bicara pada pembukaan kemarin mengatakan banyak faedah yang bisa didapapat dari web blog. Menurutnya kita tidak perlu membawa-bawa flash disk kemana-mana untuk menyimpan data, cukup simpan di blog. “Blog adalah bank data yang aman. Punya cantelan ke Google. Sangat berguna untuk simpan data,” ujar pria yang punya selera estetika tinggi ini.&lt;br /&gt;Di ujung kata, sebelum bertolak ke lokasi kursus di kantor redaksi Borneo Tribune, Nuris menimpali. “Kegiatan ini tak lepas dari upaya kami sebagai orang media untuk menguatkan peran pers menjadi pilar kehidupan berdemokrasi kita. Ini salah satu mata rantai kegiatan Borneo Tribune di sisi pendidikan melalui Tribune Institutenya,” katanya. (&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taken from Borneo Tribune, 2007)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3010067684312126104?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3010067684312126104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/khatulistiwa-bangkit-di-tangan-blogger.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3010067684312126104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3010067684312126104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/khatulistiwa-bangkit-di-tangan-blogger.html' title='Khatulistiwa Bangkit di Tangan Blogger'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsMpi6z5YMI/AAAAAAAAABQ/1SYMyvw2Py0/s72-c/kursus+web+blog+design+by+mering+(21).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-9217165873896979366</id><published>2007-08-15T23:11:00.000+07:00</published><updated>2007-08-15T23:21:52.870+07:00</updated><title type='text'>Kursus dan Kompetisi Blog Web Design dan Tribune Merah Putih</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsMoC6z5YKI/AAAAAAAAABA/ZRiBp9sPjtw/s1600-h/kursus+web+blog+design+by+mering+(31).jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098963233725309090" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsMoC6z5YKI/AAAAAAAAABA/ZRiBp9sPjtw/s320/kursus+web+blog+design+by+mering+(31).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by Nur Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di medio Agustus ini usia Harian Borneo Tribune genap tiga bulan. Di seumur jagung ini telah tercatat banyak sejarah.&lt;br /&gt;Di event eksternal nama Borneo Tribune sudah tercatat di berbagai lembaga. Sponsor-sponsor pun sudah menjalin kerjasamanya dengan koran yang termuda namun tumbuh tercepat di Kalbar ini. &lt;a href="http://noeriskandar.blogspot.com/2007/08/kursus-dan-kompetisi-blog-web-design.html"&gt;baca selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-9217165873896979366?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/9217165873896979366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/kursus-dan-kompetisi-blog-web-design.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/9217165873896979366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/9217165873896979366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/kursus-dan-kompetisi-blog-web-design.html' title='Kursus dan Kompetisi Blog Web Design dan Tribune Merah Putih'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RsMoC6z5YKI/AAAAAAAAABA/ZRiBp9sPjtw/s72-c/kursus+web+blog+design+by+mering+(31).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-627569958896342975</id><published>2007-08-13T16:59:00.001+07:00</published><updated>2007-09-24T00:59:43.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Komunitas Blogger Pontianak Terbentuk</title><content type='html'>by Stefanus Akim&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Belasan para pencinta blog di Pontianak kini sudah membuat wadah untuk saling berbagi ilmu dan informasi. Mengusung nama Borneo Blogger Community (BBC), wadah ini secara resmi dibentuk, Sabtu (28/7) di Pontianak...&lt;a href="http://stefanusakim.blogspot.com/2007/07/komunitas-blogger-pontianak-terbentuk.html"&gt;&lt;em&gt;baca selengkapnya&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-627569958896342975?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/627569958896342975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/komunitas-blogger-pontianak-terbentuk.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/627569958896342975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/627569958896342975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/komunitas-blogger-pontianak-terbentuk.html' title='Komunitas Blogger Pontianak Terbentuk'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-4559700564966661445</id><published>2007-08-13T16:56:00.000+07:00</published><updated>2007-09-24T00:59:43.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Borneo Blogger Community</title><content type='html'>by Nanang Kurniawansyah &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah sekian lama menjadi wacana dikalangan blogger pontianak, akhirnya pada hari Sabtu 28 Juli 2007 bertempat di kantor redaksi Borneo Tribune, para blogger pontianak yang selama ini hanya kenal melalui blog bisa "copy darat" atau bertatap muka secara langsung. &lt;a href="http://nanangsyah.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;Baca selengkapnya&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-4559700564966661445?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/4559700564966661445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/borneo-blogger-community.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/4559700564966661445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/4559700564966661445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/borneo-blogger-community.html' title='Borneo Blogger Community'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-5120173982285500465</id><published>2007-08-13T16:43:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:26:03.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><title type='text'>BORNEO dalam BLOG</title><content type='html'>by Yaser Ace&lt;br /&gt;Pernahkah Anda terpikir, bahwa dunia ini sedemikian datarnya? World is flat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 12.50 (28/07/2007)&lt;br /&gt;Bergegas memacu kuda besi menuju ke Tribune guna deklarasi pembentukan Blogger Borneo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.55&lt;br /&gt;Tiba di tempat “upacara”, saya dan Erwin melangkah harap-harap cemas melihat tidak adanya tanda-tanda kehidupan di redaksi Borneo Tribune. Dari jejeran motor di depan markas, terlihat belum rampungnya tugas kenegaraan rekan-rekan di Tribune. On the way. Saya lalu memarkir motor, mengambil posisi paling pinggir. “Yok, Win langsung naik. Kayaknye kite paleng awal,” ucap saya coba berlapang dada. Satu persatu tangga dinaiki dengan sunyi. Saya diam. Erwin diam. Kita berdua diam. Diam dalam kediaman hahaha. &lt;a href="http://yaserace.blogspot.com/2007/06/pontianak-dalam-blog.html"&gt;&lt;i&gt;Baca selengkapnya&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-5120173982285500465?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/5120173982285500465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/borneo-dalam-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5120173982285500465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/5120173982285500465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/borneo-dalam-blog.html' title='BORNEO dalam BLOG'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-7415877363578566317</id><published>2007-08-13T16:40:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T12:24:26.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pontianak dalam Blog</title><content type='html'>by Yaser Ace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya sempat menulis begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dekade terakhir kita seakan terhenyak menyadari kenyataan bahwa kehadiran teknologi, apapun namanya, tetaplah hanya sebagai alat. Manusialah yang menentukan arah dan tujuannya—Man behind the gun. Laksana pisau yang bermata dua. Teknologi, dalam hal ini internet memiliki dua sisi kontradiktif yaitu positif dan negatif. &lt;a href="http://yaserace.blogspot.com/2007/07/borneo-dalam-blog.html"&gt;&lt;i&gt;Baca Selengkapnya&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-7415877363578566317?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/7415877363578566317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/pontianak-dalam-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7415877363578566317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7415877363578566317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/pontianak-dalam-blog.html' title='Pontianak dalam Blog'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-689945688080239465</id><published>2007-07-28T23:31:00.003+07:00</published><updated>2011-11-28T14:21:37.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Borneo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBC'/><title type='text'>Nah, Ini Dia BBC!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/Rrc7haz5YJI/AAAAAAAAAA4/lw9qtd2uj9w/s1600-h/BBC1+by+Nuris.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095606948711719058" src="http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/Rrc7haz5YJI/AAAAAAAAAA4/lw9qtd2uj9w/s320/BBC1%2Bby%2BNuris.jpg" style="cursor: hand; display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/RqsSRKz5YFI/AAAAAAAAAAY/-ZtTLCqlTo4/s1600-h/BBC1+by+Nuris.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Nih wajah-wajah para inisiator bloger West Borneo, berpose usai 'deklerasi' Borneo Blogger Community pukul 14.45 WIB, 28 Juli 2007 kemarin. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-689945688080239465?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/689945688080239465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/07/blog-post.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/689945688080239465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/689945688080239465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/07/blog-post.html' title='Nah, Ini Dia BBC!'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PGcSRTLPhdc/Rrc7haz5YJI/AAAAAAAAAA4/lw9qtd2uj9w/s72-c/BBC1%2Bby%2BNuris.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-3453550143055873956</id><published>2007-07-28T17:12:00.000+07:00</published><updated>2007-08-08T23:52:59.070+07:00</updated><title type='text'>SURAT DAN UCAPAN SELAMAT</title><content type='html'>Salam hangat buat Rekan – rekan blogger yang terhormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang mendapatkan kabar dari Adik Asriyadi Alexander Mering bahwa hari ini jam 13.00 ada pertemuan para blogger di kantor Borneo Tribune untuk menuju upaya membentuk komunitas blogger di Pontianak. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan tehnologi komunikasi telah membawa dunia menuju ke era yang baru, dimana batas negara dan sensor penguasa tidak lagi dapat menghalangi akses kita pada suatu informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang masih lamban mengadaptasi kemajuan tehnologi komunikasi karena belum memiliki infrastruktur penunjang untuk membangun back bone yang kuat dan handal sehingga dapat menunjang kebutuhan komunikasi dengan kecepatan memadai, sampai saat ini kecepatan akses dan download internet di Indonesia masih tergolong lamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya cara baru untuk berekpresi dan berbagi informasi di internet antara lain dengan terbukanya kesempatan setiap orang membuat blogspot sendiri, dengan konten aneka informasi sesuai dengan kehendak pembuat blogspot tersebut dan juga sekaligus menjadi kanal untuk berinteraksi dengan pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan berekpresi dan membagi informasi ini hendaknya dapat di gunakan dengan baik dan bertanggung jawab, sehingga blogspot yang ada tidak di manfaatkan untuk menebar fitnah atau membentuk opini tertentu tanpa dasar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun harus kita sadari bahwa semakin besar kebebasan yang kita miliki, maka di ikuti dengan semakin besar pula kemampuan kita untuk bersikap dan berpikir dengan penuh tanggungjawab atas apa yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita merasa bagian dari Bangsa Indonesia yang besar ini dan kita mencintai negara ini dengan sepenuh hati, maka mari kita manfaatkan semaksimal mungkin blogspot yang kita miliki untuk membantu bangsa dan negara kita mencapai kemajuan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita pergunakan dengan baik latar belakang wawasan, pengetahuan, ide dan kemampuan masing masing yang berbeda dengan kemampuan maksimalnya untuk memberikan suntikan semangat bagi setiap orang agar bersama sama membawa Bangsa dan Negara ini menuju ke masa depan yang lebih baik melalui blogspot yang kita kelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga cita cita untuk membentuk komunitas blogspot ini dapat tercapai, Tuhan pasti menyertai setiap langkah orang orang yang mempunyai cita cita dan berniat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Andreas Acui Simanjaya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-3453550143055873956?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/3453550143055873956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/07/surat-dan-ucapan-selamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3453550143055873956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/3453550143055873956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/07/surat-dan-ucapan-selamat.html' title='SURAT DAN UCAPAN SELAMAT'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4732341318316491581.post-7593203402275335614</id><published>2006-08-07T17:57:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T18:46:47.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Tips Mengganti Background Blog</title><content type='html'>Untuk mengganti background blog, dan tentunya saya akan coba membahasnya. Menurut saya, ada dua kemungkinan mengganti background yaitu yang pertama adalah mengganti hanya warna background (latar belakang) saja, yang kedua adalah mengganti background blog dengan menggunakan gambar atau image. Ada satu hal yang saya anggap penting apabila sobat berniat mengganti background (latar belakang) yaitu gantilah background dengan warna atau image yang sekiranya tidak membuat tulisan-tulisan kita menjadi susah untuk di baca. Jika tulisan yang tersedia berwarna gelap, maka pilihlah warna atau image yang terang, akan tetapi sebaliknya apabila tulisan yang ada berwarna terang, maka sebaiknya warna atau image background berwarna gelap. Tulisan yang susah untuk di baca oleh pengunjung, tentunya akan membuat pengunjung tersebut malas untuk membaca artikel-artikel yang kita tulis, dan tentunya percuma saja kita memposting artikel jika tidak ada yang mau untuk membacanya.OK, biar tidak menyita halaman langsung saja pada topik utama. Karena kode template sangat bervariasi, yang akan saya jadikan contoh adalah template asli blogger yaitu template minima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mengganti Warna Background Untuk template minima klasik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sign in&lt;br /&gt;2. Klik menu Template&lt;br /&gt;3. Klik menu Edit HTML&lt;br /&gt;4. Copy seluruh kede Template, paste pada notepad lalu save untuk backup data Rubahlah kode 5. warna asli template dengan kode warna yang sobat sukai (yang warna merah adalah kode&lt;br /&gt;yang harus di rubah) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;body {&lt;br /&gt;background:#fff;&lt;br /&gt;margin:0;&lt;br /&gt;padding:40px 20px;&lt;br /&gt;font:x-small Georgia,Serif;&lt;br /&gt;text-align:center;&lt;br /&gt;color:#333;&lt;br /&gt;font-size/* */:/**/small;&lt;br /&gt;font-size: /**/small;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan jika ingin menjadi warna abu-abu terang, kodenya jadi seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;body {&lt;br /&gt;background:#E7E3E3;&lt;br /&gt;margin:0;&lt;br /&gt;padding:40px 20px;&lt;br /&gt;font:x-small Georgia,Serif;&lt;br /&gt;text-align:center;&lt;br /&gt;color:#333;&lt;br /&gt;font-size/* */:/**/small;&lt;br /&gt;font-size: /**/small;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Klik tombol Pratinjau untuk melihat perubahan&lt;br /&gt;7. Jika sudah OK, klik tombol Simpan Perubahan Template&lt;br /&gt;8. Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sobat kebingungan tentang kode warna, sobat bisa menggunakan bantuan program photoshop, kapan-kapan akan saya posting khusus tentang bagaimana cara mengetahui kode warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk template minima baru :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. sign in&lt;br /&gt;2. Klik menu Layout&lt;br /&gt;3. Klik menu Fon dan Warna&lt;br /&gt;4. Pada gambar teks area sebelah kiri, pilih yang Warna latar Belakang Halaman (biasanya yg&lt;br /&gt;pertama sih langsung ini, jadi tidak usah di pilih lagi)&lt;br /&gt;5. Klik warna yang sobat sukai pada gambar warna-warna yang di tampilkan, lalu lihat&lt;br /&gt;perubahannya pada gambar di sebelah bawah&lt;br /&gt;7. Jika merasa sudah cocok, klik tombol SIMPAN PERUBAHAN&lt;br /&gt;8. Selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(taken from &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/"&gt;http://kolom-tutorial.blogspot.com/&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4732341318316491581-7593203402275335614?l=www.borneoblogger.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.borneoblogger.org/feeds/7593203402275335614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/tips-mengganti-background-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7593203402275335614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4732341318316491581/posts/default/7593203402275335614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.borneoblogger.org/2007/08/tips-mengganti-background-blog.html' title='Tips Mengganti Background Blog'/><author><name>BBC</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12463714040773743167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
